Jul 17, 2011

Yang paling berpengaruh?

Saat makan siang, bapak dan adik saya menanyakan saya mengenai siapakah orang yang paling berpengaruh dalam bidang pendidikan saat ini.

Jawaban saya, tergantung, dalam bidang apa. Tampaknya mereka tidak puas, jadi mereka memaksa lagi, "Satu orang saja yang paling berpengaruh! Masa gak ada! Tergantung itu jawaban akademisi! Tergantung!"

Bukannya mau sombong, tetapi saya termasuk orang yang cukup sering bertemu orang-orang yang berpengaruh dalam bidang pendidikan. Pendidik, pengamat pendidikan, aktivis pendidikan, dosen, trainer dan banyak lagi. Luar biasa banyak yang hebat. Tetapi masing-masing memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang paham sekali mengenai kebijakan seperti Darmaningtyas. Dia cukup banyak memengaruhi kebijakan. Ada Pak Satria Dharma, pendiri IGI yang berperan membangun jaringan antar guru, membuka diskusi antar guru setiap harinya. Ada juga orang seperti Romo Baskoro, HAR Tilaar, Pak Daoed Joesoef. Belum lagi trainer-trainer yang turut mencerdaskan puluhan ribu guru setiap bulannya. Ada Bu Yanti dari Kerlip dan Bu Lovely yang senantiasa memerjuangkan hak anak. Ada Romo Baskoro, Pak Bahrudin, Butet Manurung, teman-teman guru dari airmata guru, orang tua murid yang memperjuangkan transparansi anggaran sekolah sampai berani dikecam dan diancam sampai 6 tahun. Siapa yang paling berpengaruh? Saya tidak tahu, yang jelas kalau kamu bertemu dan berbincang-bincang kami saling memengaruhi. Kami cukup sering berkolaborasi. Kami berbagi peran. Kalau paling berperan? Entahlah siapa.

Mendiksusikan ide mengenai kemajuan pendidikan Indonesia. Setiap orang punya perannya masing-masing. Dan itu lebih membanggakan saya daripada membahas 'siapa yang paling'. Anyhow, education is not about competition, it is more about collaboration. It is not about who is the best but it is a about how we can make everyone better.

No comments: