Feb 19, 2009

Mengunakan teater/drama untuk belajar sains

Saya baru menonton tayangan di:
http://www.teachers.tv/video/24931

Salah satu hal yang dibahas dalam program itu adalah pengunaan teater/drama untuk belajar mengenai lingkungan.

Entah kenapa saya teringat akan sebuah kenangan lama waktu mengikuti kegiatan Pustakalana beberapa tahun lalu. Yakni sebuah acara sehari semalam untuk belajar mengenai tata surya. Salah satu acara malam adalah adanya pertunjukan drama sederhana yang dipentaskan oleh kakak-kakak tutor mengenai tata surya.

Setiap kakak-kakak dari pustakalana memerankan suatu planet tertentu, atau matahari. Karena kisah ini sudah lama sekali, saya sedikit lupa detailnya.

Ini mungkin cuplikan adegan yang saya ingat.

Seorang kaka menggunakan hula hup di sekeliling tubuhnya, sambil meloncat-loncat mengelilingi matahari (yang diperankan oleh kakak yang lain), "Saya memiliki cincin," kata saturnus sambil menari-nari sambil berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari,"Siapakah saya?"

Saya ingat Venus diperankan oleh seorang kakak dengan gaya agak centil. Karena dia merasa dia planet yang paling cantik.

Lewat drama ini juga diperlihatkan kenapa pluto dianggap bukan planet lagi. Ketika ia berkeliling mengelilingi matahari ia bertabrakan dengan planet lain.

Pluto menangis karena sudah tidak dianggap planet lagi. TApi teman-teman planet yang lain menghibur, "Jangan menangis Pluto, kamu tetap bagian dari tata surya kami. Kami akan memanggilmu planetoid. Begitu juga teman-temanmu Ceres dan Eris."

Sebenarnya, detail cerita diatas mungkin agak melenceng dari skript sebenarnya karena saya sudah lupa persis detailnya. Hanya saja, ini salah satu cuplikan adegan drama yang merupakan persembahan dari kakak-kakak Pustakalana saat itu yang dinikmati sambil menikmati api ungun.

Tulisan ini diperuntukan untuk sahabat saya Kandi dan teman-teman Pustakalana lainnya. (Maaf yah dipublish tanpa minta izin dulu.. Hihi)