May 29, 2011

May 22, 2011

Malam Minggu Musikal



Saya dan adik saya sering menghabiskan waktu malam minggu untuk menonton serial musikal Glee. Adik saya sering berkata, "Gila yah keluarga kita, kalau suka lagu bisa didengarkan berulang kali." Dan itu benar sekali. Baik (almarhum) ibu saya, ayah saya, kedua adik saya, dan saya betah mendengarkan lagu yang sedang diskuai berulang kali, termasuk lagu-lagu dalam serial glee. Yang menurut saya dan adik say cukup fun.

Malam ini, saya menonton film gak penting lainnya. Hahaha drama High School Musical tapi versi Brasil. Hehehe.. Meski film ini merupakan sebuah drama remaja, yang cukup cheezy, film ini membuat saya kangen sekali dengan adik kecil saya yang sebentar lagi akan pulang. Adik saya dulu merupakan anggota sebuah grup teater. Selain memainkan teater-teater yang cukup serius, secara rutin adik saya juga sering tampil di acara drama musikal. Salah satu drama musikal yang pernah ditampilkannya adalah High School Musical. Dia memantaskannya kalau tidak salah 2 pertunjukkan dalam sehari selama tiga hari berturut-turut. Penontonnya juga ada yang anak-anak. Setelah pentas, mereka meminta tanda tangan adik saya dan pementas lainnya. "Lucu banget!" kata adik saya yang belum saya temui semenjak bulan Agustus 2010 lalu.

Uh, saya tidak sabar menunggu kepulangan adik saya yang tinggal seminggu lagi. Uhuy!

Btw, ini adalah terjemahan lirik lagu di atas :

The day-to-day uncertainties behind, look for reasons
Heart with fear, waiting to understand
You are capable of much more than expected
You can more ...
That your fear
Exactly how I felt,
I have faced
[Renato] I do not know
[Wanessa] I went after
[Renato] What to do?
[Wanessa] I found the solution
[Renato] I need to confront
[Wanessa] You can get much more than expected
[Renato] Do not know if I'll be able ...
You have to find their place
There is nothing to fear
Seek the light, you see ...
Forever dreaming
Amiga a dream is never enough
[Renato] I looking for love
[Wanessa] The Force always casts out fear
[Renato] Amiga ...
[Wanessa] Go ahead!
[Renato] Thanks ..

May 9, 2011

Memanfaatkan Goole Books

Beberapa guru, terutama yang sedang sekolah lagi, sering menanyakan pada saya mengenai bahan-bahan untuk penelitian. Menurut saya untuk bahan terkait penelitian, saya lebih suka membaca jurnal dan buku, ketimbang membaca artikel di website.

Artikel di website saya gunakan untuk menemukan "kata-kata kunci" yang kemudian saya cari lagi di buku. Untuk keperluan ini saya senang menggunakan google books ( http://books.google.co.id/bkshp?hl=id&tab=wp )

Saya tinggal mengetikkan kata kunci ke dalam kotak 'search' dan saya bisa menemukan buku terkait kata kunci.

Misalnya saat saya mengetikkan kata "reflexive teaching" saya bisa menemukan 33.400 buku terkait reflexive teaching. Banyak banget kan?

Meskipun begitu, salah satu kelemahan dari google books adalah bahwa kita jarang bisa menemukan buku yang bisa kita baca dari depan ke belakang secara utuh. Biasanya kita hanya diperkenankan membaca beberapa bab saja (atau ada buku-buku yang tidak bisa kita baca sama sekali). Kita juga tidak bisa men-download buku dan harus membacanya sambil online. Ini berbeda dengan e-book yang seluruh bukunya bisa didownload dan bisa kita baca dalam keadaan off-line.

Meskipun begitu saya tetap merasakan manfaat yang besar dengan adanya google books. Kemudahan melakukan searching topik sangat membantu saya mencari bahan apapun yang saya inginkan. Membaca beberapa bab dari berbagai buku terkait tema yang sama bisa membantu saya memperdalam pemahaman saya mengenai topik tertentu. Beneran deh, lumayan banget loh! Mau mencoba?

Debat dengan Adik

Saya memperhatikan cara (calon) adik Ipar saya menerangkan mengenai penyakit kuning. Sabar dan bertahap. Berbeda sekali dengan adik saya yang hanya beda satu tahun dengan saya. Ampun deh kalau saya tanyakan sesuatu, "Maassa loe gak ngerti ini deh, payah banget deh. Bego banget. Malu gue!"

Sakit hati? Tentu saja tidak. Hehe saya ini gengsinya ampun-ampun, semakin dibilangin bego, semakin pengen ngebuktiin kalau 'saya gak bego'. Hahaha...

Meski saya guru yang bisa dibilang baik dan penyabar. Kalau lagi berdebat dengan adik saya, keluarlah sedikit (atau cukup banyak) caci maki. Sampai orang lain yang mendengar akan sedikti terheran-heran. Ini si Puti yang biasanya tutur bahasanya halus (Ciee... Ehem.. ehem..) kok bisa keluar bahasa memaki?

Tapi lucunya adik saya berkata bahwa diskusi/debat saya dan dia cukup konstruktif. Saya banyak berbeda pendapat dengan adik saya. Baik tentang matematika, tentang bagaimana perubahan sosial bisa terjadi, ekonomi, dan banyak lagi. Setiap sedang berdebat saya akan cari tahu lebih banyak lagi (saking gak mau kalahnya nih) dan adik saya akan melakukan hal yang sama. Akhirnya kami sama-sama membangun argumen masing-masing meskipun jarang sekali sampai kata sepakat. Intinya kami terus menerus mencari lagi.

Untuk Adani

2^2005 - 2003
Berapakah nilai satuan dari hasilnya?
2^1 = 2
2^2 = 4
2^3 = 8
2^4 = 16
2^5 = 32
2^6 = 64
2^7 = 128
2^8 = 256

Perhatikan angka belakangnya...

Polanya adalah 2, 4, 8, 6, 2, 4, 8, 6, dan seterusnya. (berulang setiap nilai ke-4)
2005 : 4 = 501 sisa 1
Artinya satuan dari 2^2005 = 2
artinya hasil dari 2^2005 - 2003, satuannya adalah ..2 - 3 = 9

Modul dan Diskusi

Beberapa hari ini saya sibuk membuat modul untuk sebuah pelatihan. Saya membuat modulnya bersama Ibu Nina Soeparno, seorang guru di SMAN 3 Jakarta.

Saat membuat modul saya banyak berdiskusi, misalnya saat membuat modul mengenai pengukuran, Bu Nina bercerita bahwa ia ssering menemui murid yang misalnya mau membuat garis 2 cm, bukannya menggambar daro 0 - 2 cm tetapi malah menggambar dari 10 - 2 cm

0 - 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10

Saya menceritakan bagaimana murid saya menanyakan cara kerja jangka sorong dan mikrometer sekrup, yang selama ini hanya dilihatnya di buku. "Diputar-putar atau apa sih miss?"

Sambil menceritakan kisah ini saya iseng-iseng mengambil karton bekas dan membuat model untuk menunjukkan cara kerja mikrometer sekrup (meski tidak disertai angka-angkanya).

Saya jadi sadar, setiap guru mempunyai ceritanya sendiri. Cara saya mengajar mengenai pengukuran, misalnya, tidak akan sama dengan guru lain dan sebaliknya. KAlau ada 10 guru yang sama-sama mengajarkan mengenai pengukuran, misalnya, bisa jadi akan ada 10 metode yang berbeda, 10 pendekatan yang berbeda, atau bahkan lebih (kalau gurunya kreatif banget).

Kalau guru-guru sudah biasa melakukan hal ini, sebenarnya training guru semakin tidak dibutuhkan lagi. Guru tinggal berkumpul dan melakukan diskusi secara mandiri. Saat ada hal-hal yang benar-benar sulit dipahami bisa mengundang seorang yang lebih ahli. Mungkin akan ada saatnya di mana guru-guru di seluruh Indonesia, berkumpul bersama, dan saling berbagi mengenai cara mengajarnya masing-masing. Mereka akan berbagi mulai dari cara mengajar secara umum, sampai materi-materi yang lebih mendetail. Kapan yah?

May 6, 2011

Hope

Ya Allah, please protect this teacher. Give her strength to fiht for the truth.

Rekomendasi untuk Mbak Yu

Saya sedang membuatkan surat rekomendasi untuk seorang teman saya yang sedang berada di luar negeri. Di beberapa negara tertentu, proses untuk melamar pekerjaan tidak bisa hanya dilakukan dengan mengirimkan CV, surat lamaran. Biasanya saat seorang melamar pekerjaan (baik pekerjaan berbayar dan sebagai relawan), harus ada orang lain (rekan kerja, dosen, dan sebagainya) yang menuliskan surat rekomendasi untuk kita.

Ini ada beberapa hal yang saya pelajari waktu dulu melamar kerja di luar negeri (dituliskan berdasarkan pengalaman pribadi):
(1) Kita akan lebih dihargai kalau kita memiliki pengalaman kerja, daripada sekedar lulusan S2 atau S3 tanpa pengalaman kerja sekalipun. Pengalaman kerja ini bisa dengan menjadi pekerja di restaurant atau bar, pengalaman volunteering, dan sebagainya. Salah sebuah majalah yang saya baca pernah menuliskan, "When you work in a supermarket, it means that you learn to deal with customers, you learn how to use your time effectiively, deal with stress, and much more"
(2) Di beberapa tempat untuk menjadi relawan saja, bukan hal yang mudah karena kita harus bersaing dengan banyak orang. Untuk mendaftar menjadi relawan, misalnya di sebuah charity shop, atau untuk bekerja melayani imigran, dan sebagainya, kita akan membutuhkan 2 -3 surat rekomendasi, melakukan wawancara kerja, dan jugaterkadang kita harus mengisi formulir berisi begitu banyak pertanyaan, misalnya mengenai pengalaman kerja dan berorganisasi, jenis tanggung jawab yang pernah dipegang, kelebihan kita, skil kita, dan lain-lain. Ini untuk memastikan kita adalah orang yang jujur, berkomitmen, dan juga bertanggung jawab.
(3) Biasanya kriteria untuk dapat bekerja (baik sebagai relawan maupun pekerja) diantaranya :bertanggung jawab, mempunyai emotional stability (tidak labil dan mood-mood-an), bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai jenis orang, memiliki motivasi yang tinggi, bisa bekerja dalam tim, menyadari keterbatasan diri sendiri tetapi bisa menghadapinya.

May 4, 2011

Kepala Sekolah Baru

Seorang sahabat saya belum lama ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya yang sudah digelutinya selama dua tahun. Alasannya? Dia merasa kurang berkembang. Sahabat saya ini bergerak di bidang pendidikan. Saya juga mengenal tempat bekerjanya. Saya bersepakat, mungkin dia perlu tantangan yang lebih menantang.

Saya benar-benar berharap dia menemukan tempat bekerja yang pas. Kebetulan saya memiliki beberapa jaringan, jadi ada beberapa lowongan pekerjaan yang saya tawarkan padanya. Ada lowongan di mana dia harus mengajar dan mentraining guru di Indonesia Timur, tapi dia tidak bisa menerimanya karena dia tinggal berdua dengan adiknya yang masih sekolah, tentu tidak bisa ditinggalkan jauh-jauh. Ada juga lowongan untuk menjadi asisten sains di sebuah klub sains, tapi lokasinya teramat sangat jauh. Biaya transportasi akan mahal sekali. Ada lowongan menjadi guru SD di sebuah sekolah, tetapi sekali lagi lokasinya juga sangat jauh.

Akhirnya kemarin dia mendapatkan kabar.

"Aku diterima menjadi kepala sekolah di sebuah TK!" katanya.

Dia juga bercerita bagaimana dia cukup tegang karena harus memimpin guru-guru yang lebih senior, sedangkan dia masih sangat muda. Belum lagi dia harus belajar banyak mengenai manajemen, kurikulum TK, dan lain-lain. Rasanya tantangan yang paling berat, bukan hanya mengenai bagaimana mendidik siswa TK, tetapi bagaimana menjadi pemimpin. Bukan hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa, guru dan murid. How to be a leader.

Saya benar-benar bahagia untuknya. Menjadi pemimpin sebuah sekolah tentu bukan pekerjaan mudah. Di sisi lain, kesempatan menjadi seorang pemimpin adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan diri. Saya yakin sahabat saya ini akan tumbuh melejit secara eksponensial. Dear Rakhmi, I am happy for you! Congragulations

Excited by Mathematics

"(Geometri) memberi obat haus pd otak manusia umumx & penagih madat matematika, ... harus ingin tahu."
(Tan Malaka diambil dari twitter @iwanpranoto)

"Persoalan matematika melupakan bnyk perkara yg lain2..."
(Tan Malaka diambil dari twitter @iwanpranoto)


Salah seorang murid saya, bisa saya katakan cukup berbakat, khususnya di bidang matematika. Karena bakatnya, dia lolos seleksi untuk mewakili berbagai kompetisi matematika. Materinya jauh lebih berat dibandingkan rata-rata anak di sekolahnya.

Saya sering mengatakan pada murid saya bahwa dulu waktu saya seumur dia terkadang saya mau menelan rumus mentah-mentah tanpa tahu dari mana asalnya. Baru kemudian, setelah kuliah misalnya, saya menemukan kaitan rumus yang satu dengan rumus yang lainnya. Dulu saya sering belajar matematika secara instrumental bukan relasional.

Berbeda dengan murid saya yang satu ini. Dia tidak pernah mau menelan mentah rumus-rumus yang ada di buku. Dia selalu bertanya, "Kenapa begini? Kenapa begitu? Dari mana asalnya?"

"Kamu punya otak matematikawan sejati!" kata saya padanya sambil bercanda.

Rasanya sudah sekian lama saya belajar matematika, tetapi baru ketika mengajarnya (atau tepatnya belajar bersamanya) saya benar-benar menyukai matematika. Maksud saya matematika di sini bukan 'menghitung' tetapi lebih pada bernalar, memecahkan masalah, membuktikan, dan lainnya.

Suatu hari saya menghabiskan sekitar dua jam bersama murid saya untuk mengerjakan tiga soal matematika (bahkan pernah hanya satu soal). Kami berdiskusi, menukar, ide, dan saling menginspirasi. Rasanya kadang saya yang belajar darinya. Kadang saya pulang dengan kepala masih pusing memikirkan berbagai masalah matematika yang sebelumnya dibahas.

Atau kadang saya senang bukan kepalang karena bisa menyelesaikan persoalan matematika. Sampai-sampai saya menelpon sahabat saya, Arfah khusus untuk menceritakan masalah matematika yang berhasil atau tidak berhasil dipecahkan.

Belajar bersama murid saya yang satu ini benar-benar menstimulasi otak saya. Kadang saat sedang di bus menuju rumah, apa yang saya bahas dengan murid saya masih terngiang-ngiang di kepala, apalagi kalau ada masalah matematika yang tidak terselesaikan. Kalau lampu cukup terang saya akan mengeluarkan bolpen untuk mencorat-coret kertas mencari solusi.

And you know what? I find it very relaxing. Doing mathematics makes me forget all the sorrows, anger, stress, or any bad feelings inside. Menyenangkan sekali!

Pernyataan Tan Malaka memang benar. Bermatematika memang bisa membantu kita melupakan berbagai persoalan lain!

May 2, 2011

[LAGU] I've seen it all

I've seen it all


http://www.youtube.com/watch?v=d9zFt6M_GLo&feature=related

Bjork:
I've seen it all, I have seen the trees,
I've seen the willow leaves dancing in the breeze
I've seen a friend killed by a friend,
And lives that were over before they were spent.
I've seen what I was - I know what I'll be
I've seen it all - there is no more to see!

Thom Yorke:
You haven't seen elephants, kings or Peru!

Bjork:
I'm happy to say I had better to do

Thom Yorke:
What about China? Have you seen the Great Wall?

Bjork:
All walls are great, if the roof doesn't fall!

Thom Yorke:
And the man you will marry?
The home you will share?

Bjork:
To be honest, I really don't care...

Thom Yorke:
You've never been to Niagara Falls?

Bjork:
I have seen water, its water, that's all...

Thom Yorke:
The Eiffel Tower, the Empire State?

Bjork:
My pulse was as high on my very first date!

Thom Yorke:
Your grandson's hand as he plays with your hair?

Bjork:
To be honest, I really don't care...

I've seen it all, I've seen the dark
I've seen the brightness in one little spark.
I've seen what I chose and I've seen what I need,
And that is enough, to want more would be greed.
I've seen what I was and I know what I'll be
I've seen it all - there is no more to see!

You've seen it all and all you have seen
You can always review on your own little screen
The light and the dark, the big and the small
Just keep in mind - you need no more at all
You've seen what you were and know what you'll be
You've seen it all - there is no more to see!

May 1, 2011

Cooking

"I like cooking but I hate it when I have to cook because I am a woman"

That was what my best friend said to me a few month ago.

Anyhow that has nothing to do with what I am going to write.. Hehe..

Well I think these few days I have been quite burnt out.i I have been very very busy and rarely had time to chill out.

On this May Day Sunday I still had so many work to do. My head never stops thinking. Even when I tried to lay down and rest. Ideas, things keep running in my head.

I really wished I could relax.

I decided to cook. I have not cooked for quite a while. And finally, I felt soo relaxed. Nyam.. nyam..