Sep 19, 2013

Ada Apa Di Rumah Mentari? Kelas Bahasa Inggris 4, Rabu 18 September 2013

Shel Silverstein adalah salah satu penulis sastra anak yang menghasilkan karya-karya yang begitu indah, tak hanya cocok dibaca oleh anak-anak tapi juga oleh orang dewasa. Salah satu karyanya yang terkenal berjudul "The Giving Tree". Rabu, 18 September 2013, anak-anak mentari belajar bahasa Inggris dengan membaca dan membahas karya tersebut.

Sebelum mulai membaca, seperti biasa ada pemanasan. Ada beberapa gambar yang saya ambil dari video "The Giving Tree" yang saya temukan di http://www.youtube.com/watch?v=fbLaX20hNw8 . Ada seseorang yang iseng membacakan buku The Giving Tree sekaligus membuatkan animasinya. Video ini juga yang akan saya gunakan dalam belajar. 

Nah, saya mengambil potongan beberapa gambar dari animasi tersebut dan meminta anak-anak untuk mencocokkan gambar itu dengan kalimat-kalimat yang saya sediakan. Kalimat itu diambil dari cerita "The Giving Tree". Beginilah gambar dan kalimatnya :

Ternyata tidak semua gambarnya jelas.Apalagi saat saya print gambarnya, warnanya hitam putih." Saya menceritakan apa yang terjadi di dalam gambar tersebut dalam bahasa Indonesia lalu anak-anak mencocokkan dengan kalimat berbahasa Inggrisnya.

"Gambar yang kiri atas itu ada anak memakai mahkota dengan dedaunan."
"Sebelahnya adalah gambar anak yang bergelantungan di dahannya."
" Sebelahnya lagi, si anak sedang memanjat pohon."
" Di kiri bawah adalah gambar anak membawa apel. Jadi yang bulat-bulat itu apel"
" Itu ada gambar anak yang sedang membawa ranting pohon."
"Terakhir, adalah gambar pohon yang sudah ditebang."


Begitu kata saya. Anak-anak menebak artinya, disesuaikan dengan kalimat yang ada.Kami pun membahasnya bersama. Ada kata-kata yang baru. Diantaranya :

Stump artinya pohon yang sudah tidak seperti pohon lagi karena hampir semua bagian lainnya sudah ditebang. Semacam pohon tua.
Crown  berarti mahkota seperti mahkota yang biasa digunakan raja-raja atau ratu.
Branch  berarti ranting/dahan.
Gather artinya mengumpulkan. Maknanya sedikit berbeda dengan collect. Gather biasanya khusus digunakan untuk mengumpulkan sesuatu yang berserakan seperti daun yang berserakan. Collect itu mengumpulkan tapi lebih umum, misalnya digunakan dalam kalimat "I collect stamps" yang artinya saya mengumpulkan perango, padahal perangkonya belum tentu berserakan.
Swing  artinya berayun.
Hide-and-go-seek berarti petak umpat. Hide  artinya mengumpat, go artinya pergi dan seek artinya mencari/cari. 



Kami lalu berganti-gantian membaca buku the giving tree. Begin ceritanya :


The Giving Tree
By Shel Silverstein
http://allpoetry.com/poem/8538991-The_Giving_Tree-by-Shel_Silverstein

Once there was a tree and she loved a little boy.
And everyday the boy would come and he would gather her leaves
and make them into crowns and play king of the forest.
He would climb up her trunk and swing from her branches and eat apples.
And they would play hide-and-go-seek.
And when he was tired, he would sleep in her shade.
And the boy loved the tree very much.
And the tree was happy.

But time went by and the boy grew older.
And the tree was often alone.
Then, one day the boy came to the tree and the tree said, "Come, Boy, come and climb up my trunk and swing from my branches and eat apples and play in my shade and be happy."
"I am too big to climb and play" said the boy.
"I want to buy things and have fun. I want some money?"
"I'm sorry," said the tree, "but I have no money. I have only leaves and apples. Take my apples, Boy, and sell them in the city. Then you will have money and you will be happy."
And so the boy climbed up the tree and gathered her apples and carried them away.
And the tree was happy.
But the boy stayed away for a long time and the tree was sad.

And then one day the boy came back and the tree shook with joy and she said, "Come, Boy, climb up my trunk and swing from my branches and be happy."
"I am too busy to climb trees," said the boy.
"I want a house to keep me warm," he said.
"I want a wife and I want children, and so I need a house. Can you give me a house ?"
"I have no house," said the tree.
"The forest is my house, but you may cut off my branches and build a house. Then you will be happy."
And so the boy cut off her branches and carried them away to build his house.
And the tree was happy.
But the boy stayed away for a long time.
And when he came back, the tree was so happy that she could hardly speak.
"Come, Boy," she whispered, "come and play."
"I am too old and sad to play," said the boy.
"I want a boat that will take me far away from here. Can you give me a boat?"
"Cut down my trunk and make a boat," said the tree.
"Then you can sail away and be happy."

And so the boy cut down her trunk and made a boat and sailed away.
And the tree was happy
... but not really.


And after a long time the boy came back again.
"I am sorry, Boy," said the tree," but I have nothing left to give you - My apples are gone."
"My teeth are too weak for apples," said the boy.
"My branches are gone," said the tree, "You cannot swing on them - "
"I am too old to swing on branches," said the boy.
"My trunk is gone”, said the tree ,"You cannot climb - "
"I am too tired to climb" said the boy.
"I am sorry," sighed the tree.
"I wish that I could give you something but I have nothing left.
I am just an old stump. I am sorry...."
"I don't need very much now," said the boy.
"Just a quiet place to sit and rest. I am very tired."

"Well," said the tree, straightening herself up as much as she could, "Well, an old stump is good for sitting and resting
Come, Boy, sit down. Sit down and rest."
And the boy did.
And the tree was happy.

Kami lalu membahas beberapa kosa kata lainnya. Misalnya perbedaan trunk dan branches. Saya menggambarkan pohon di papan tulis dan memberi label pada gambar. Di bagian batang saya tuliskan trunk dan di bagian ranting saya tuliskan branch. Kata-kata lain yang kami bahas diantaranya :

Shade berarti bayangan.
Time went bye  artinya waktu pun berlalu.
Often  berarti seringkali.
Stayed away  berartti tidak balik.
Shook artinya menggeleng dan joy artinya bahagia.
She could hardly speak  artinya sampai sulit berbicara, biasanya karena perasaan yang meluap-luap entah bahagia, sedih, marah, atau sebagainya.
Sail away  artinya berlayar menjauh.
Weak  artinya lemah.
Tired  artinya lelah. 
I have nothing left  artinya tidak ada lagi yang tersisa.
Straightening berasal dari kata straight  yang artinya lurus. Straightening artinye meluruskan, seperti meluruskan badan. Saya pun mencontohkan cara saya meluruskan badan dengan duduk tegap. "Seperti ini," kata saya.
Setelah membbaca bergiliran dan membahas artinya. Saya membacakan cerita itu kembali. Tentunya dengan berbagai intonasi agar ceritanya lebih mudah dihayati.

"Ternyata setelah dibahas artinya serasa lebih enak ketika membacanya. Lumayan paham," kata anak-anak.

Setelah itu saya memutarkan video "The Giving Tree" yang ini :


Seperti biasa saya menggunakan laptop saja, dan kedelapan anak yang ikut belajar mengelilingi laptop berusaha menonton video. Suaranya pun tidak terlalu jelas. Tapi setidaknya mereka bisa lebih memahami cerita dengan melihat animasi.

Setelahnya kami membahas cerita tersebut. "How do you feel after reading the story and watching the video?"
"I feel sad," kata Vinda.
"Saya merasa tersentuh," kata Icha.
"Oh you feel touched," kata saya. "Tersentuh bahasa Inggrisnya touched. Bisa juga moved."
"Sad," kata Mira.
"I feel inspired," kata Agus, "Jadi teringat ibu saya. "
"So, the story reminds you of your mother," kata saya.
"I feel sad and touched," kata Irham.
"I feel sad, touched, and kagum," kata Asep.
"So you feel sad, touched, and impressed," tambah saya.
"I feel sad and surprised with the story. Kaget kok anaknya egois begitu?" kata Rijal.
"So you feel that the boy was selfish," kata saya.
"I feel proud with the tree," kata Rika, "Because she gives everything to the boy. I want to be like the tree. Pengen seperti itu, rela berkorban untuk orang lain"

Saya telah menyediakan sebuah tabel. Ada tiga kolom. Di baris pertama ada tulisan di masing-masing kolom, Kolom pertama "Name", kedua "How do you feel after reading the story?", dan yang ketiga, "What do you think the story is about? What is the meaning of the story?"

Anak-anak diminta mengisi kolom-kolom di bawahnya. Di kolom pertama menuliskan nama teman-teman mereka yang ikut belajar. Kolom kedua menuliskan perasaan teman-teman mereka terhadap cerita, dan kolom ketiga berisi pendapat teman mereka dan mereka sendiri mengenai arti cerita tersebut.

Diskusi pun berlangsung. Saya menanyakan pendapat mereka tentang cerita tersebut, Apa kira-kira arti cerita tersebut? Tidak semua anak menjawab, tapi yang seru ternyata jawaban anak-anak bervariasi.

Agus mengatakan ceritanya tentang hubungan ibu dan anak. Ketika anak membutuhkan sesuatu artinya dia selalu balik ke ibunya untuk meminta bantuan.

Saya pun menuliskan pendapat Agus dalam bahasa Inggris. Anak-anak menuliskannya kembali dalam tabel.
"The story is about the relationship of a mother and her children/child. When a child needs something, usually s/he goes back to her/his mother to ask for help.
Saya pun meminta anak-anak membaca kalimat bahasa Inggris tersebut.

Asep mengatakan cerita ini  tentang kasih sayang ibu yang tidak bersyarat.
Saya bantu menerjemahkan, "The story is about a mother's unconditional love."

Rijal punya pendapat yang berbeda.Menurutnya kisah tadi lebih berhubungan dengan alam. Cerita ini adalah tentangorang-orang yang egois dan rakus karena terus menerus 'meminta' dari alam tanpa 'memberi'. Mereka merusak alam tanpa peduli apa yang akan terjadi.

Saya pun menuliskan bahasa Inggrisnya, "It is about human beings who are selfish and greedy. They ruin nature without giving back to the nature. They do not care about the future. About what would happen in the future."

Rika merasa cerita tersebut adalah tentang orang-orang yang rela berkorban. Bukan hanya ibu yang rela berkorban tapi bisa juga guru atau siapapun yang bersedia berkorban untuk orang lain. Ada orang-orang yang memang lebih memikirkan orang lain daripada diri mereka sendiri.

Saya pun menulis, "It is about people who gives to others, who care about others even more than care about theirselves."

Saya sebenarnya punya pendapat lain. Tapi pendapat itu saya simpan sampai akhir diskusi. Tujuannya adalah agar anak-anak lebih merasa bebas mengeluarkan pendapatnya tanpa dipengaruhi pendapat saya. Menurut saya cerita itu menggambarkan bahwa kadang kita merasa lebih bahagia kalau punya semakin banyak (barang). Awalnya anak yang tumbuh dewasa tersebut minta apel untuk dijual agar bisa bersenang-senang. Ternyata dia belum bahagia, kembali lagi meminta ranting dan dahan untuk dijadikan rumah. Setelah itu ternyata masih belum bahagia lagi. Dia kembali, menebang batang pohon untuk membuat kapal untuk pergi berlayar jauh. Ketika kembali lagi ke pohon tersebut, anak tersebut telah tumbuh menjadi lebih tua. Dia tidak butuh apapun lagi selain sebuah tempat untuk duduk dan beristirahat. Dia duduk di old stump,potngan pohon tua tersebut Orang menyayanginya dan sesungguhnya disayangiya.

Vinda pun menambahkan, "Kebahagiaan itu sederhana ketika kita bersama orang-orang yang kita sayangi."

Saya pun menulis di papan tulis, "The story is about happiness. People sometimes think that 'to be happy' means 'you need more things'. However, happiness is actually when you are with the people you love. Happiness is simple."

Saya begitu senang dengan diskusi yang terjadi. Masing-masing anak, termasuk saya sendiri punya pendapat yang berbeda saat memaknai cerita. Membacanya saja, kita sudah bisa memetik pelajaran, tetapi saat mendiskusikannya pelajaran yang bisa kita petik lebih banyak Kita jadi lebih    kaya. Menggunakan karya sastra saat belajar bahasa, tidak hanya memperkaya anak dari sisi bahasa tapi juga memperkaya jiwa mereka. Itu bisa dilihat refleksi tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan di akhir kelas. Hasil refleksi anak-anak diantaranya :

"Saya bukan hanya belajar bahasa Inggris tapi juga belajar tentang kebijaksanaan yang bisa diambil dari cerita ini."
"Saya merasa senang, setelah membahas arti kata dalam cerita, saat membaca cerita kembali saya jadi lebih paham, apalagi dikasih lihat filmnya. Saya jadi lebih paham  ceritanya."
"Saya senang dengan ceritanya, ceritanya bagus. Kita bisa belajar tentang kehidupan dari ceritanya."

Sep 14, 2013

Cerita tentang Lagu, Gambar, dan Puisi di Kelas Fisika

Karena di "Pelatihan Jurnalistik untuk Guru" hari ini saya bertemu Mas Rulan, saya teringat sesuatu. Mas Rulan bersama siswanya pernah membuat sebuah proyek. Sekitar tahun 2010 - 2011, ketika dia masih mengajar fisika di suatu SMA Swasta, dia mengajak siswanya membuat "album musik fisika". Terdengar membosankan? Sama sekali tidak. Namanya karya anak SMA, pasti ada unsur seru di dalamnya! Salah satu lagu dalam album itu berjudul "Rayuan Anak IPA" karya Gaby Ong yang dinyanyikan oleh Jessica Yulanda  Lirik lagunya begini :

Kita saling tarik-menarik
Bagaikan dua kutub magnet berlawanan
Hidupku mengelilingimu, berpusat padamu
Bagaikan bulan mengitari bumi
Dan bumi mengitari matahari

Seakan-akan ada gaya sentrifugal mengikat kita
Apapun yang terjadi, cinta kita tidak berubah
Seperti air yang walaupun mengalami
Pembekuan, penguapan, pengembunan
Tetaplah molekul-molekul H2O yang sama
Anomali; tanpa perubahan massa
Dipantulkan oleh cermin datar, cembung, ataupun cekung
Bayangan cinta kita selalu nyata
Tegak dan konkrit; tidak bisa diubah
Goncangan sehebat apapun yang kita alami
Kita selalu kembali ke tempat, bagaikan per
Sejauh-jauhnya kita dipisahkan amplitudo yang tertinggi
Kita akan selalu kembali ke sisi masing-masing
Dengan akselerasi dan kecepatan yang tercepat
Arus cinta kita tidak memerlukan saklar untuk terhubung
Dan hambatan sebesar apapun tak bisa mengehentikannya
Cinta kita sekonkrit hukum-hukum Newton 


Untuk tahu lebih lanjut tentang proyek ini, kita bisa lihat di :
http://www.igi.or.id/3-view.php?subaction=showfull&id=1298861275&archive=&start_from=&ucat=34&

Saya pun mulai pembicaraan dengan Mas Rulan, "Mas Rulan, album lagu fisika yang dibuat anak-anak masih dijual tidak?"

"Tidak. Ambil aja. Sudah gak dijual," katanya. Saya meminta satu kopi sambil menceritakan bahwa beberapa kali saya memutarkan lagu Rayuan Anak IPA di pelatihan-pelatihan IGI. Biasanya saat istirahat atau sebelum acara di mulai. Biasanya ada saja guru yang tertawa mendengar liriknya.

Kami pun berbincang-bincang lebih lanjut tentang kegiatan-kegiatan sederhana yang bisa digunakan di kelas Fisika. Mengajak anak-anak membuat analogi dari berbagai konsep yang mereka pelajari. Bentuknya bisa berupa  lagu, puisi, atau bahkan gambar. dari berbagai konsep yang dipelajarinya, bisa menunjukkan pemahaman mereka.

Saya pernah menceritakan kegiatan-kegiatan sederhana saat saya mengajar Fisika yang melibatkanpembuatan gambar, puisi, ataupun bentuk tulisan lainnya. Misalnya saya pernah mengajak siswa membuat gambar, "Seandainya tidak ada gravitasi di bumi". Mereka kemudian diminta menjelaskan gambar tersebut. Ada siswa yang membuat gambar gelap. Artinya tidak ada kehidupan. Karena tanpa ada gravitasi, tidak akan ada bumi.

Bisa juga kalimat tersebut dimodifikasi, misalnya "Seandainya gravitasi tiba-tiba hilang, tadinya ada lalu menghilang. Apa yang akan terjadi?" Siswa dipersilakan menggunakan imajinasinya untuk menggambar dan menjelaskan bayangan mereka. Mereka jadi belajar berimajinasi sekaligus memikirkan kembali konsep-konsep yang sudah mereka pelajari sebelumnya.

Saya juga pernah meminta masing-masing siswa menuliskan satu benda, misalnya sendok, piring, ban, baju, dan sebagainya. Lalu juga menuliskan satu jenis material, misalnya plastik, air, udara, karet, dan sebagainya. Baik nama benda maupun nama material masing-masing dituliskan di atas sebuah potongan kertas. Potongan kertas tersebut digulung, dimasukkan ke dalam wadah. Lalu seperti undian, masing-masing siswa diminta kembali mengambil potongan kertas tersebut. Jadi, setiap anak berpeluang mendapatkan nama sebuah benda dan nama sebuah material (yang ditulis oleh temannya yang lain).

Setelah itu siswa diminta membuat sebuah puisi, yang judulnya "Seandainya [benda] terbuat dari [bahan]". Sebagai contoh, siswa yang mendapatkan nama berupa tas dan material berupa kaca, maka dia harus membuat puisi "Seandainya tas terbuat dari kaca".

Dari puisi tersebut, saya bisa mengetahui tingkat pemahaman mereka tentang material-material tertentu. Apakah material tersebut mudah meleleh? Apakah mudah pecah? Apakah keras? Apakah warnanya tembus pandang? Apakah massa jenisnya tinggi?

Oh iya ide kegiatan 'puisi' tersebut saya dapatkan dari sebuah game online yang bisa dilihat di sini :
http://www.bbc.co.uk/bitesize/ks2/science/materials/

Kegiatan-kegiatan tersebut memang sederhana tapi bisa dijadikan variasi pembelajaran di dalam kelas sekaligus melatih mereka berimajinasi, berpikir, dan juga belajar sambil bersenang-senang. :)

Sep 11, 2013

ADA APA DI RUMAH MENTARI? - Kelas Bahasa Inggris 3 (Rabu, 4 September 2013)

Selain membahas tugas yang dibuat oleh anak-anak di minggu yang lalu 

“Coba lihat gambar di bawah ini! Bisa tebak artinya? Itu ada gambarnya, bisa buat petunjuk. Can you guess what the meanings are?”

Tebakan anak-anak :



neighbourhood = lingkungan --> seharusnya ‘lingkungan tetangga’
clue(s) = petunjuk
whole day through = rotasi bumi à seharusnya ‘sepanjang hari’
important = penting
take a walk = berjalan --> seharusnya ‘berjalan-jalan’
down the streat = trotar --> seharusnya ‘sepanjang jalan’
selling = berjualan
magazines = majalah
(news)paper = koran 

Saya juga menjelaskan bahwa kadang orang cukup mengatakan ‘paper’ saja daripada ‘newspaper’. Keduanya bisa berarti koran, meskipun secara umum ‘paper’ juga berarti kertas.News stand = lapak koranNews dealer = tukang koran


Setelah membahas kosa-kosa kata tersebut, kami membaca sebuah teks, tepatnya sebuah lirik lagu. Judulnya “Who Are The People in Your Neighbourhood?” yang artinya “Siapa Orang-orang di Lingkungan Tetanggamu?”.

Lagu tersebut merupakan lagu yang sering diputar di Sesame Street dalam berbagai versi. Lagu tersebut menggambarkan bahwa di lingkungan kita ada orang yang berkerja di berbagai bidang. Ada berbagai jenis pekerjaan, mulai dari tukang sampah, pemadam kebakaran, guru, apoteker, penjaga perpustakaan, tukang pos, pembuat roti, hansip, dan sebagainya. Ada juga versi khusus, yakni lagu yang menggambarkan orang-orang yang bekerja di malam hari.

Jadi kami membaca lirik lagu tersebut bersama-sama sambil membahas arti dari baris-baris dalam lagu tersebut.  Kali ini saya menggunakan versi yang memperkenalkan orang-orang yang bekerja sebagai guru dan tukang koran. Beginilah lagunya :


Who Are The People in Your Neighbourhood? 

You know there are a lot of people that we haven’t met around the neighbourhood yet?
Let’s see if we can meet a few more, alright?
Oh, who are the people in your neighbourhood?
In your neighbourhood, in your neighbourhood.
Say! Who are the people in your neighbourhood?
They are the people that you meet each day.
Excuse me sir!
Yes, do you know what time it is? We are late for class.
Hey! You must be some of the new people around the neighbourhood.
That is right! We will give you clues of who we are.
We work with blackboard and chalk.And we work usually in a big building.And we work with children.
I know who you are! You’re teachers.
Right! 

Oh, a teacher works the whole day through, to teach important things to you.
We will teach you things you won’t forget. Like numbers and the alphabet.
Because a teacher is a person in your neighbourhood, in your neighbourhood, in your neighbourhood.
Yes, a teacher is a person in your neighbourhood, a person that you meet each day.
Let’s take a walk down the street and see if we can meet some other people, okay!
Oh, hi there! I don’t think we have met him before.
How are you?
I’m alright.
You are alright?
Sure. 
I see you are selling magazines?
Yeah, sure. Magazines, newspaper, anything like that.
You must be the news dealer right?
Of course I am the news dealer.
The news dealer is the man you will need if you want to get some stuff to read.
If you want a paper or a comic book.
Well, my news stand is the place to look.
Because a news dealer is a person in your neighbourhood, in your neighbourhood, in your neighbourhood.
And a teacher is a person in your neighbourhood. They are the people that you meet when you are walking down the street. They are the people that you meet each day.

Setelah membahas artinya, saya meminta anak-anak mendengarkan lagu tersebut. Lagu tersebut ada dalam format mp3. Saya memutarkannya di laptop tapi suaranya kurang keras. Untung seorang anak, Asep namanya membawa telepon genggam yang bisa sekaligus dijadikan USB. Dia meminta saya mengkopikan lagunya di USB tersebut lalu dia memutar lagunya dari telepon genggamnya. Suaranya memang jadi lebih nyaring. Terima kasih Asep!

Kami mendengarkan lagu sambil membaca lirik. Lalu, saya minta anak-anak mencoba ikut bernyanyi. Menurut mereka ada beberapa bagian yang cepat, tapi beberapa bagian bisa diikuti.  Bagian “Oh who are the people in your neighbourhood, in your neighbourhood, in your neighbourhood,” adalah bagian yang paling mudah diikuti. Kami memutar lagunya sekitar 3 kali sambil berusaha bernyanyi walau kadang sedikit fals. Tidak apa-apa.

Saya kemudian mengatakan bahwa sebenarnya saya punya videonya. Videonya bisa dilihat di sini à http://www.youtube.com/watch?v=jwDq32MtOQU

“Mau nonton?” tanya saya. Semuanya mau. Akhirnya video tersebut saya putarkan melalui laptop. “Let’s come a little closer!” kata saya mengajak semuanya mendekat agar bisa melihat video dengan jelas. Memang agak susah melihatnya, tapi lumayanlah!



Saya juga menceritakan bahwa lagu ini memiliki berbagai versi. Versi-versi tersebut bisa dilihat di sini:

Saya memutarkan beberapa versi dan meminta anak-anak membuat daftar nama-nama pekerjaan yang ada di video-video tersebut. Diantaranya :

teacher = gurunews dealer = tukang (penjual) koranlibrarian = penjaga perpustakaanplumber = tukang ledengpharmacist = apotekerevaluator man = penjaga liftletter carrier = pembawa surat (artinya mirip dengan postman = tukang pos)fire fighter =pemadam kebakaran


“How about in our neighbourhood? What do people work as?” tanya saya. Kami membahasnya bersama-sama dan inilah hasilnya:




chef = koki
phone voucher seller = penjual pulsa telepon genggam
cemetery guard = penjaga kuburan 
farmer = peternak 
farmer = petani 
peasant = buruh tani 
gardener = tukang kebun 
golf caddy = caddy golf. 
receptionist = penyambut tamu (di gedung) 
cake seller = penjual kue 
shop owner = pemilik warung 
baker = pembuat kue di toko kue 
 gardener = tukang kebun


Setelahnya, saya mengajak anak-anak mengisi sebuah tabel. Isinya berupa gambar, pertayaan mengenai jenis pekerjaan yang digambarkan di gambar, dan bagaimana mendeskripsikan gambar tersebut. Saya sudah memberikan satu contoh yakni mengenai tukang jamu. Anak-anak diminta mengisi bagian lainnya, serta menambahkan contoh pekerjaan lain. Gambarnya bisa dibuat sendiri.

Beginilah tabelnya :


Kami pun berdiskusi bersama-sama mengenai jawabannya. Diantaranya :

He is a garbageman. He goes from one house to another to collect garbage.
He is a motor-caddy. He brings passengers on his motor-cycle and drive them to places, where they want to go. She is a chef. She cooks food in a restaurant. He is a fisherman. He catches fish.

Waktu telah habis. Seperti biasa saya meminta anak-anak mengungkapkan perasaannya tentang pelajaran hari ini.

“I learn new vocabulary like ‘neighbourhood’.” “I think it is fun because we learn by singing songs although sedikit fals.”"Now I know the names of different kinds of jobs.”“I enjoy today’s lesson.” “I didn’t like English before but now I start to like it. Mulai suka bahasa Inggris. Seru gitu!”