Posts

Showing posts with the label Refleksi

Cerita Persiapan Lokakarya untuk Guru di SMKN 11

Image
Saya masih berada di Biaro, menjenguk Ibu Mertua saat libur lebaran ketika saya memperoleh telepon dari Pak Bagiono. Pak Bagiono, adalah salah satu orang yang sangat saya hormati.  Dulu sempat jadi pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI), Atase Pendidikan Kebudayaan Indonesia di Prancis, dan termasuk salah satu orang yang ikut mengembangkan banyak Sekolah Menengah Kejuran (SMK) di Indonesia. Waktu saya baru ke Indonesia setelah studi S2, Pak Bagionolah yang menawarkan saya untuk mengajar bahasa Inggris di sebuah Akademi Farmasi di daerah Fatmawati. Meski suka mengajar dan bisa berbahasa Inggris, saya tidak tahu caranya mengajar bahasa Inggris, apalagi untuk calon apoteker. Saat itu saya lebih nyaman mengajar Fisika atau Matematika.  Pak Bagiono memberikan saya tips-tips untuk mengajak mahasiswa mengenal kalimat-kalimat yang umum digunakan dalam berkomunikasi (secara lisan) dan melakukan banyak dialog di dalam kelas. Saya pun menjalankan tipsnya, dan lumayan  berhasil. Di usia...

Refleksi tentang Empat Pilar Pendidikan (Learning to Know, Learning to Do, Learning to Live Together, Learning to Be)

Image
Sumber :  http://weknowyourdreams.com/   Saya sudah sering mendengar mengenai empat pillar pendidikan yang dikemukakan oleh Dellors, et.al, (1996) dalam naskah Learning: The Treasure Within . Menurut beliau, ada empat tujuan pendidikan yakni : Learning to know (belajar untuk tahu) Learning to do (belajar untuk bisa melakukan) Learning to live together (belajar untuk hidup bersama) Learning to be (belajar untuk menjadi) Namun, ketika saya mendengarkan salah satu kuliah online " What future for education"  via Coursera.org , saya merasa menemukan sebuah pemaknaan baru, khususnya ketika saya merefleksikan tujuan-tujuan tersebut dengan praktek pendidikan yang terjadi di sekolah. Pada kenyataannya, ada beberapa (banyak?) sekolah yang hanya fokus pada satu atau dua tujuan di atas. Bagaimana pihak sekolah memahami tujuan pendidikan akan berimplikasi pada bagaimana mereka menjalankan proses belajar-mengajar di sekolah. Si beberapa sekolah, tujuan pendidikan...

Libur Mengajar

Apa rasanya tidak mengajar sebulan? Sepi. Saya sedang libur semester. Baru akan masuk lagi tengah September. Pekerjaan sebenarnya lumayan banyak dan menumpuk tapi saya tidak sedang mengajar. Tidak mengajar apapun. Tidak mengajar di mentari (lagi libur), tidak mengajar privat (sudah tidak lagi), dan tidak mengajar di kelas (libur juga). Rasanya sepi banget. Seperti separuh energiku ketarik. Hilang. Benar-benar kangen berbagi ilmu & bertemu murid, siswa, mahasiswa, anak-anak, rekan belajar, apapun dipanggilnya. Sebenarnya sih , semenjak ada teknologi, saya tetap bisa berkomunikasi dengan murid saya, menyebarkan gagasan, dan berbagi ilmu. Tapi rasanya berbeda. Saya juga ingin bertatap muka. Saat Idul Fitri, saya sempat ikut adik ipar saya ke rumah seorang guru besar UI, rumah dosennya. Haro itu ada kegiatan  open house . "Setiap tahun kita pasti ke sini," katanya. Di rumah guru besarnya tersedia berbagai makanan yang ditata dengan sederhana. Ada banyak sekali mahasiswanya ...

Personal Reflection : The Mind of "Anak Sekolahan"

I find the village people are very logic, and sober thinkers and do not think so complicated as the city people. I have come to compare this with the wajang. In the wajang the heroes of Ramajana, and Mahabarat like Arjuna, Bima, Gatot Kaca, Judistira etc., are thinking in a very complicated way... not very logic but very Ksatria and so on, while the figures like Bagong, Semar, Petruk, Garong, etc. are very sober and very logic, very often coming with home truths and very realistics. Well, this same comparison can be made for the whole of Indonesian society. The pemimpin-pemimpin are the Arjuna, Judistira, etc., thinking in very complicated terms, but the common desa people are very sober and logic like Semar and Petruk. The same comparison is also true for the villages around  Djakarta. The people there are also very sober and logic. We often think of the village people as dumb and stupid, though they are not learned and well informed. But I discovered that they were very intelleg...

Tulisan Tahun 2008

Ini sebuah tulisan yang saya buat sehkitar tahun 2008. Nemu ketika lagi beres-beres. Aku ingin... Setiap anak, hidup di dunia yang memungkinkan mereka memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah, mampu memaksimalkan fungsinya sehingga di manapun seorang anak berada, ia bisa belajar untuk mengembangkan bakat-bakatnya dan juga karakternya. Mereka hidup di dunia yang penuh dengan kedamaian, di mana perbedaan menjadi suatu kekuatan  untuk saling bekerja sama dan membangun dunia yang lebih baik. Aku ingin, anak-anak ini tumbuh menjadi manusia-manusia sederhana yang menggunakan apapun yang dimilikanya baik waktu, harta, maupun pengetahuannya untuk kebaikan dirinya sendiri, keluarga, maupun lingkungannya. Mereka akan tumbuh menjadi manusia yang peduli dengan sesama dan bersama bergerak untuk mengusahakan perbaikan kesehatam pendidikan, dan kualitas hidup diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Anak-anak ini akan tumbuh m...

Renungan Setelah Menatap Langit Lagi

Image
Saya mendapatkan sms dari Pak Wid, salah satu astronom Indonesia yang bekerja di Planetorium Jakarta, bahwa hari itu adalah ulang tahun Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) . Karenanya, saya diundang ke Planetorium Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk ikut merayakannya. Hari itu saya baru selesai  menjadi penyelenggara Kursus Bahasa Inggris untuk guru IGI  di SEAMOLEC, Tangerang. Setelahnya rapat lagi dengan Pak Satria dan Pito sampai jam 9 malam. Meskipun sudah malam, saya memilih meluncur saja ke Planetorium. Sudah lama saya tidak ke sana. Pengen juga bisa berjumpa dengan teman-teman lama. Saya merupakan anggota (non-aktif) di HAAJ semenjak tahun 1998. Ketika saya pertama bergabung, saya masih SMU. Di sana saya kadang mengikuti kuliah umum tentang astronomi yang diselenggarakan dua minggu sekali. Sampai saat ini, kuliah umum tersebut masih berlangsung (Sabtu -- dua minggu sekali). Setelah kuliah umum, biasanya ada kegiatan peneropongan. Itu kalau langit tidak mendu...