Apr 29, 2012

"Engineers not only have a lot of knowledge about the materials they are working with, but they also have discretion--how to apply those materials to this particular project."

Source : Right Idea, Wrong Metaphor http://worldowiki.wikispaces.com/Instructional+engineer


Apr 27, 2012

Cita-cita

Target saya di 2012 sebenarnya tidak terlalu banyak. Rata-rata berhubungan dengan perkembangan saya secara pribadi, misalnya hidup lebih sehat & menjadi lebih disiplin. Standar lah yah!

Tetapi saya punya satu cita-cita yang menggebu-gebu di tahun 2012, yakni menuliskan sebuah buku mengenai professional development / mungkin lebih tepat capacity building untuk guru

Saya pertama mengajar di tahun 2002. Waktu itu saya mengajar Fisika di sebuah Madrasah Tsanawiyah di Bandung. Pengalaman di sana tidak akan saya lupakan. Itulah jalan pertama saya melangkah di dunia pendidikan. 

Waktu saya pertama kali mengajar, saya  sangat tidak inovatif. Saya hanya mengandalkan kapur dan papan tulis. Selain itu saya juga banyak melakukan drilling soal-soal fisika (sekarang saya paling anti dengan metode pembelajaran semacam ini). 

Setelah beberapa waktu, saya mulai mengajar dengan sedikit lebih bervariasi. Sesekali saya melakukan kegiatan belajar di luar sekolah, misalnya mengajak siswa-siswa saya mengunjungi Boscha, PLTA, dan juga menyusuri sungai Cikapundung. Sekali saya pernah mengajak anak-anak menonton film mengenai magnet & listrik.  Siswa-siswa saya juga diajak membuat rangkaian listrik sendiri. Sekali saya pernah meminta anak-anak mempraktekkan berbagai percobaan dari sebuah buku percobaan sains. Saat saya menemukan buku mengenai bagaimana membuat kompor sederhana yang sumber energinya dari matahari, lalu saya meminta anak-anak mencoba membuatnya. Itu saja. Tapi ide-ide ini datangnya bukan di bulan-bulan pertama saya mengajar, itu pun jarang sekali saya lakukan. Hanya sesekali saja. Cara mengajar saya masih payah sekali. 

Di tahun 2010 saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar bahasa Inggris di sebuah Akademi Farmasi. Saat itu saya sudah belajar mengenai berbagai metode pembelajaran tapi baru sebatas teori. Saya belum pernah mengajar bahasa Inggris di kelas sebelumnya. Apalagi mengajar bahasa Inggris untuk calon apoteker! Saat mengajar di sana saya mengajar dengan acak adul. Waktu pertama kali mengajar di sana, saya membawa sebuah artikel bahasa Inggris yang tingkat kesulitannya terlalu tinggi. Mahasiswa-mahasiswa saya kebingungan membacanya. 

Untungnya saya kenal Pak Satria Dharma. Dia dulu adalah guru bahasa Inggris. Meskipun sudah tidak aktif mengajar di sekolah lagi, dia masih senang mengutak-atik maslah pembelajaran. Dia masih rajin mengajari anaknya bahasa Inggris dan mengaji. Dia bercerita bahwa saat mengajar anaknya bahasa Inggirs dia membuat semacam kartu-kartu untuk membantu anaknya mempelajari kosa kata baru. Pak Satria menasihati saya, "Coba kamu cari bahan mengenai English for Specific Purposes atau English for Medical Purposes."

Semenjak itu saya menggunakan kedua kosa kata itu untuk mencari berbagai bahan pembelajaran. Pak Bagiono memberikan sebuah nasihat yang sangat berharga bagi saya, "Saya dulu belajar bahasa Prancis dengan menghafalkan berbagai frase yang digunakan dalam dialog sehari-hari. Makin lama makin banyak frase yang saya ketahui yah ngomong aja, sambil jalan kesalahannya dibenerin. "

Nasihat Pak Bagiono menginspirasi saya untuk menggunakan berbagai dialog untuk mengajarkan bahasa Inggris. Lumayan berhasil, tetapi sebenarnya metodenya pun masih kurang variatif. 

Beruntung saya menerjunkan diri di Ikatan Guru Indonesia (IGI) & berbagai kegiatan pendidikan lainnya. Dari tahun 2010 sampai 2011, ntah berapa seminar, training, workshop yang saya ikuti. Pekerjaan saya mulai dari yang remeh temeh, mengambilkan kertas, memotret, menjadi notulen, meng-sms peserta workshop, mengurus pendaftaran. Lama-lama saya mulai ikut membuat proposal, merangkum kegiatan, serta ikut menjadi asisten training. Saya rutin bertemu Ibu Nina Feyruzi dan membuat modul bersamanya. Sekali saya pernah memberikan training bersama teman saya Novi, Ibu Nina Feyruzi, dan juga Pak Sururi Aziz.  Sekali saya pernah menjadi semacam asistennya Pak Iwan Pranoto, juga dengan Ibu Itje Chodidjah. Saya belajar banyak dari mereka berdua. Di kesempatan lain saya membantu Ibu Ratih Gandasetiawan menyiapkan workshop mengenai perkembangan anak. Serta saya juga pernah menjadi notulen untuk Workshop Menulis Kreatif yang diselenggarakan Pak Yudhistira Massardi.  Dalam suatu kegiatan IGI di Kalimantan Selatan, saya berpasangan dengan Pak Agung Wibowo untuk menjadi trainer. Pokoknya selama 2010 - 2011 pengalaman saya kaya sekali. 

Saya pernah berkata ke Pak Satria, "Saya dapat kesempatan belajar dari orang-orang terbaik di bidangnya, kebangetan kalau saya gak belajar apa-apa."

Kini, kemampuan mengajar saya sudah sangat berbeda dengan ketika pertama kali saya mengajar di tahun 2002.  Kalau dulu, saya tahan berbicara sampai 4 jam non stop (mendominasi kelas), sekarang kalau saya diberi waktu mengajar sekitar 2,5 jam paling saya akan ngomong sebanyak 15 menit. Sisa waktunya akan saya gunakan untuk berbagai kegiatan hands on.  Saya akan biarkan siswa berdiskusi dan mengungkapkan idenya sendiri. Kini, saya lebih matang dalam melakukan persiapan mengajar. Saya pun bisa merancang pembelajaran dengan lebih baik dari yang pernah saya lakukan 10 tahun sebelumnya.  Butuh 10 tahun bagi saya untuk bisa mengajar seperti ini. Itu pun masih perlu perbaikan sana-sini. 

Jadi, cita-cita saya di tahun 2012 adalah menulisakan sebuah buku mengenai pengembangan kapasitas guru. Bagaimana seorang guru bisa meningkatkan kapasitas dirinya sehingga bisa mengajar dan mendidik dengan lebih baik dari sebelumnya. 

PS : Buku ini sedang dalam proses dan dikerjakan bersama dua orang pendidik hebat lainnya. Mohon doanya yah agar prosesnya lancar! :)

Apr 16, 2012

I feel lighter!

Thanks Allah, it is a new day! After a really tough week, I feel enlighted!

Semuanya Indah
(Cozy Street Corner)
Semua kuhirup
Semua kurasa
Semuanya indah

Semua kudengar
Semua kulihat
Semuanya Indah

Kuhirup, kurasa, semuanya yang indah.
Kuingin sampaikan padamu.

Kudengar, kulihat, semuanya yang indah
Kuingin sampaikan padamu.

Kuhirup, kurasa, semuanya yang indah.
Kuingin sampaikan padamu.

Kudengar, kulihat, semuanya yang indah
Kuingin sampaikan padamu.

Semua yang indah
Telah kurangkao menjadi cerita

Sekarang dengar
Ini rasanya
Ingin bercerita

Apr 12, 2012

Mengenal cerita si angkri

Keponakaan saya yang masih kelas 1 SD mendapatkan PR untuk pelajaran Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (muatan lokal di DKI). Tugasnya adalah menyalis sebuah cerita mengenai si Angkri yang diambil dari LKS-nya. Saat saya membaca ceritanya, ada kisah mengenai mengalahkan musuh menggunakan golok, menjebak musuh dengan menggunakan perempuan cantik. Saya jadi bertanya apakah cerita semacam ini pantas untuk diberikan di kelas 1? khususnya, dilihat dari kontennya. Ceritanya sendiri sangat panjang. Apakah memang anak-anak kelas 1 perlu kita berikan cerita yang sangat panjang?

Mohon masukannya, khususnya bagi guru bahasa. Ceritanya saya lampirkan di bawah.

Salam,

Puti
---
Mengenal cerita si angkri

pada zaman dahulu terdapat sebuah pelabuhan di batavia
pelabuhan tersebut bernama pasar ikan
daerah tersebut sangat ramai
banyak kapal yang berlabuh di sana
dari berbagai penjuru dunia
di pasar ikan hiduplah seorang pemuda bernama angkri
angkri adalah pemimpin dari kelompok pemuda di daerah tersebut
angkri adalah anak yang kaya dari peninggalan orang tuanya
yang kaya di antara temannya ada yang bernama bay dan midun
mereka sering mengnggu penduduk dan memeras pedagang di sana
angkri selalu berpakaian hitam serta ikat kepala hitam
dan dipinggang angkri terselip golok kelompok angkri ditakuti penduduk

angkri anak tunggal orang tua angkri sangat kaya banyak harta warisan yang ditinggalkan sejak kedua orang tuanya meninggal
suatu hari angkri melihat sawahnya yang luas menjelang panen

karenaa takut nanti panennya dicuri
angkri meminta tolong bek asan untuk menjadi pengawas dalam menjaga panen di sawahnya tetapi bek asam menolak
karena sudah banyak wilayah kekuasaannya angkri tersinggung dengan penolakan bek asan
lalu angkri bergegas meninggalkan bek asan menuju rumah tabrani
angkri kembali meminta tabrani untuk menjadi bek tugasnya
menjaga sawah dari pencuri dan rampok hasil panen

rupanya angkri masih menaruh dendam atas penolakan bek asan
lalu si angkri pergi ke rumah bendot temannya berjudi
kali ini angkri berniat jahat dia ingin membunuh bek asan
lewat perantara bendot bendot menyetujui permintaan angkri
dengan persyaratan bayaran satu ekor kerbau
angkri pun bersedia membayar

bendot lebih licik sebagian uang bayarannya digunakan untuk membayar orang suruhan lagi yaitu anit dan kusen
sebagian lagi untuk berjudi

anit dan kusen setuju tawaran bendot untuk membunuh bek asan
ke duanya segera pergi mencari bek asan

setibanya di rumah bek asan anit dan kusen dicegat mandor tabah
terjadi cek-cok mulut antara anit dan kusen dengan mandor tabah
karena tidak ada yang mengalah mereka bertiga berkelahi

anit dan kusen berhasil dilumpuhkan mandor tabah
dengan sabetan golok dan berhasil menangkap ke duanya
saat itu bek asan keluar rumah
didapatinya anit dan kusen yang terkulai berlumuran darah
lalu di bawa bek asan ke gurunya
di sana mereka berdua disidang anit dan kusen mengaku
niatnya unt7uk membunuh bek asan atas suruhan bendot

bek asan memerintahkan anak buahnya untuk mencari bendot
dan membawanya tak lama kemudian
bendot digelandang ke rumah bek asan di sana bendot ditemukan
dengan anit dan kusen sambil minta maaf bendot mengaku
bahwa keinginannya atas permintaan angkri
guru bek asan memerintahkan anak buahnya untuk mengelabui angkri yang suka berjudi dan pemabuk

angkri dipancing dengan perempuan cantik yang berpura-pura mencuci di sungai dekat sawah dan rumah angkri
benar juga angkri melihat gadis itu tertarik lalu mendekati dan merayunya
si gadis mengajak angkri main ke rumahnya
angkri mengikuti ajakan gadis itu
tanpa disadari angkri di tengah jalan,
dia dicegat rombongannya bek asan dan mandor tabah angkri dipertemukan suruhannya anit, kusen, dan bendot

angkri terkejut melihat ketiga suruhannya kalah
tanpa banyak tanya lagi bek asan menyuruh mandor tabah menghadapi angkri
angkri meminta maaf dan menyuruh mandor tabah menghadapi angkri
angkri meminta maaf dan menyuruh
angkri siap menerima hukuman apa saja yang akan diberikan padanya
bek asan membawa angkri, anit, kusen, dan bendot ke kantor polisi
untuk meminta pengadilan atas perbuatan mereka ber empat

(halaman 88 – 91)

(Kurikulum Muatan Lokal) Pendidikan Linkungan dan Budaya Jakarta
CV Alam Sakti Persada GlobalJl. Sodong Raya No. 16 Cipinang, Jakarta Timur
021-489-9734
BERDASARKAN KTSP Kurikulum Muatan Lokal DKI Jakarta
Jilid 1 untuk kelas 1 SD
Penulis : Tim ASP, Drs. H. Suparman, Drs. H. Amranuddin
Editor : Sriyeti, S.Pd, M.Hum
Kontributor : Erfan, S.Pd, M.Pd
ISBN : 979-24-6601-1
Printed by : PT.Metro Intermedia Global

Apr 10, 2012

Little Snowflake from Super Simple Songs



This song is very simple :

Snowflake, snowflake, little snowflake falling from the skySnowflake, snowflake, little snowflake falling, falling, falling, falling, on my nose
However I think this song is simple and beatiful. I can feel how this song shows how a child gets amazed at what is happening around him/her. In this case it is snowflakes that are falling from the sky. In Indonesia there are no snowflakes but there are a lot of things that can make children amazed. When I was a child, I was amazed of so many things, the beautiful sunset, how you can make things with sand on the bach, with the changing colours of the leaves, the smell of flowers, the night sky, and falling leaves ( I loved falling leaves!).

Growing older, I do not always pay attention to what is happening around me. I don't get easily amazed as before. However, I think getting amazed at simple things are one of the things that makes us human. I hope I can always feel amazed at natures beauty as I was when I was a child. :)