May 17, 2010

Oh what a day!

Dan emosi ini seperti roller coaster
Meski kadang seperti riak air
Kadang begitu damai dan tenang
Sangat tenang
Nikmat dan dingin
Kadang bergelora
Berpurtar seperti vortex
Deras mengalir karena marah
Atau hanya sepi dalam tangis

Bulan-bulan ini begitulah emosi saya
Naik dan turun
Tenang dan meledak
Tawa, tangis, dan marah
Ah saya lupa..
Dari dulu juga begitu
Makannya saya selalu merindukan sepi
Damai dalam hati

Tapi kadang damai begitu membius
Kita lupa pada hidup
Kita lupa pada tangis
Hingga akhirnya kita dikejutkan lagi
Dengan kejutan-kejutan yang membuat kita selalu terkejut terkaget-kaget
Lebih hebat dari cerita sinetron

Sebenarnya dari dulu hidup memang sudah begitu
Tapi saya lupa
Ya kadang-kadang saya lupa

May 11, 2010

This is about men

Belum lama ini, teman saya memergoki serang pria yang merekam paha perempuan dengan handphone. Perempuan tersebut memang mengenakan rok mini. Mungkin memang sedikit 'mengundang' tapi tentu prilaku tersebut tidak dapat dibenarkan.

Seorang teman laki-laki saya pernah tertawa menceritakan bagaimana dia dan teman-temannya yang lain memotret seorang perempuan tapi bukan wajahnya yang dipotret tapi payudara. Dan ini, temannya sendiri! Saat itu sata speechless, tak tahu harus berkata apa.

Seorang teman saya lain, saat bekerja di pertambangan, dicolek pantatnya oleh atasannya padahal dia mengenakan baju yang sangat sopan.

Teman saya lain mengenakan hijab tapi saat menunggu bus seorang pria mencoba memegangnya.

Seorang perempuan lain sempat hampir mengalami sexual abuse, tapi ia disalahkan karena katanya perempuan suka cari perhatian dan kecentilan. Come one this lady is scared to death!

Rasanya hampir semua perempuan pernah mengalam kejadian yang tidak mengenakan yang berhubungan dengan sexual abuse, baik dalam kata-kata maupun sikap. Tidak bermasalah seberapa sexy ia berdandan ataupun seberapa sopannya, kadang hal-hal tersebut tetap terjadi.

Saya sendiri pernah beberapa kali ketakutan. Seorang bapak-bapak tua pernah mencoba mencium saya saat saya masih sangat muda. Seorang teman sejurusan saya pernah membuat saya ketakutan karena menghalangi saya keluar pintu dengan pantatnya dan mencoba memegang bahu saya. Dan belum lagi joke-joke yang sexist, yang berhubungan dengan kata cium, peluk, dan lelucun-lelucon nakal dan menjurus. It's not funny you know! Rasanya bukan hanya saya, tapi banyak perempuan yang merasakannya. Come on you guys! Can't you differ a funny joke from a sexist one?

Banyak laki-laki, sekolah tinggi-tinggi, membaca buku-buku tentang gender, tapi gak tahu caranya menghormati perempuan. Nothing more I can say, than damn you guys! Damn you!

Saya selalu berpikir bahwa seorang laki-laki yang tidak tahu caranya menghormati seorang perempuan berarti tidak menghormati ibunya. In my list, a big no!

*Menumpahkan kekesalan karena joke yang sexist!*

May 7, 2010

Next Step

1) Menyelesaikan Buku UN --> Menyuarakan keadilan
2) Berguru pendidikan sains pada Pak Muzi Marpaung
3) Belajar menulis untuk media massa
4) Belajar tentang feasability study
5) Buka kelas untuk guru
6) Ngajar lagi

Sementara ini dulu..

:)

Menjadi bahagia adalah mudah
Cukup merasakan daun yang sedang mekar
Atau tidur di bawah langit biru
Berkumpul bersama orang-orang yang disayang
Atau disapa senyum yang tulus
Atau hening

May 4, 2010

Answers

Prayers are answered in different ways
Sometimes we get exactly what we want
And sometimes
We don't
However, we become able to see with different eyes
Alhamdulillah