Menyerang Pribadi Saat Berdiskusi
Sore kemarin saya berdiskusi dengan mahasiswa bimbingan saya. Saat berdiskusi mahasiswa saya sempat mengatakan bahwa pendapat saya salah. Dia kemudian menjelaskan alasan mengapa dia menganggap pendapat saya salah. “Maaf yah Bu, bukannya mau melawan,” katanya. Saya malah tertawa. “Loh tidak apa-apa kamu melawan saya. Wong kita sedang berbicara di tataran akademik kok ! Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa. Kalau kamu merasa pendapatmu benar, pertahankan asalkan dijelaskan argumentasinya, ” kata saya. Mahasiswa saya tertawa juga, “Oh malah boleh yah bu?” “Ya bolehlah!” kata saya, “Kenapa tidak?” Kalau selama ini didengung-dengungkan mengenai pendidikan karakter, menurut saya dengan mendalami suatu bidang, termasuk melalui dunia akademik, sebenarnya ada karakter yang kita pelajari. Misalnya, kita belajar untuk jujur karena harus menguktip dengan benar. Setiap mengutip tulisan dari tempat lain, kita harus mengungkapkan sumbernya. Kita juga harus...