May 24, 2014

Membaca Artikel "One Teacher's Brilliant Strategy To Stop Bullying"

Gambar oleh: Dan Winters (Readers Digest)
Sumber gambar: http://www.rd.com/advice/parenting/stop-bullying-strategy/


Belakangan ini saya membaca sebuah tulisan berjudul "One Teacher's Brilliant Strategy to Stop Bullying" di website Readers Digest ini : http://www.rd.com/advice/parenting/stop-bullying-strategy/

Tulisannya menarik, mengenai cara seorang guru matematika menghentikan praktek bullying di kelasnya.

Seminggu sekali,sang guru akan meminta siswa-siswanya menuliskan 4 nama temannya yang mereka inginkan untuk bisa duduk semeja. Mereka juga diminta menuliskan nama siswa yang berprilaku istimewa (baik) di minggu tersebut. Saat menuliskan nama temannya, siswa tidak perlu menuliskan namanya sendiri (anonim). Data ini disimpan oleh sang guru untuk dirinya sendiri dan tidak pernah ia sebarluaskan kepada siapapun.

Setiap hari Jumat, setelah anak-anak pulang ke rumah, dengan cermat sang guru mempelajari data-data ini. Dia mencoba menemukan pola dengan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:


  • Siapa yang tidak disebutkan namanya oleh teman-teman sekelasnya?
  • Siapa yang kesulitan memikirkan nama orang yang mau duduk di sebelahnya?
  • Siapa yang kurang diperhatikan teman-temannya sehingga namanya jarang muncul?
  • Siapa yang sering dinominasikan di minggu sebelumnya tetapi di minggu ini tidak dinominasikan?


  • Dari data-data tersebut, sang guru bisa mempelajari siapa siswa-siswa yang kesepian, siapa siswa-siswa yang diabaikan oleh teman-temannya, siapa yang benar-benar membutuhkan perhatian. Mereka yang merasa sendiri, merasa diabaikan biasanya lebih rentan untuk mengalami bullying. Dengan cara sederhana ini sang guru data mengenai siapa diantara siswanya yang perlu diperhatikan dengan lebih seksama. Tindak lanjutnya? Tentu langkah berikutnya adalah memberikan mereka perhatian, mengajak mereka berbicara, dan mencoba memberikan bimbingan lanjut kalau mereka membutuhkannya.