Jun 21, 2010

Perpaduan Dongeng dan Yoga: Seru Loh...

Sabtu lalu, 19 Juni 2010 setelah sekian lama tidak mendongeng lagi, saya berkesempatan bergabung bersama teman-teman dari Bandung Bercerita, Yoga Leaf, dan Kisah Sahabat Kota (KSK) dalam suatu kegiatan yang memadukan dongeng dan Yoga. Hm.. Bagaimana ceritanya?

Sore itu, kami semua berkumpul di Gedung Kuliah Umum Lama (GKU Lama) ITB. Saya duduk bersama teman-teman dari Yoga Leaf. Saya belajar bahwa Yoga ternyata ada berbagai jenis (Deuh tapi saya lupa nama-namanya). Saya juga berkenalan dengan calon-calon guru Yoga yang datang dari berbagai daerah, bukan hanya dari Bandung.

Lalu cuk ucuk ucuk datanglah Dimas. Dimas, adalah teman dari KSK yang menuliskan naskah cerita untuk dibacakan saat berkegiatan. Kisah yang dibuatnya adalah mengenai petualangan teman-teman d hutan. Ada kisah mengenai burung bangau, kodok, singa, rusa, dan berbagai hewan lainnya. Juga ada kisah mengenai pesawat terbang yang berisik dan menjatuhkan bom di hutan, sehingga membuat kehebohan.

Dimas mengkonsultasikan naskahnya bersama Mbak Puji. Mbak Puji, yang juga pemimpin Yoga Leaf akan memimpin gerakan-gerakan Yoga.

Kami menunggu anak-anak dari Mti Al-Hidayah dan SD Plesiran. Saat mereka datang, suasana jadi riuh sekali. Menyenangkan. Sebelum acara dimulai, tidak lupa untuk shalat Ashar bersama.

Acara dimulai dengan sebuah pemanasan berupa sebuah permainan. Kami membentuk lingkaran, lalu berhitung satu sampai tiga berulang-ulang secara bergantian. 1 -2-3-1-2-3-1-2-3-dan seterusnya. Anak-anak yang mendapatkan nomor dua, berpura-pura menjadi tupai dan yang mendapatkan angka 1 dan 3 bergabung membentuk pohon. Dan masing-masing tupai harus jongkok di bawah pohon.

Ada seorang fasilitator yang membacakan cerita. Setiap kali fasilitator menyebutkan kata pemburu, tupai harus berlai dan mencari pohon yang baru. Saat fasilitator menyebutkan kata penebang, pohon harus berlari-lari mencari tupai baru. Saat fasilitator menyebutkan kata kebakaran, kami semua berlari-lari membuat kekacauan, dan yang tupai dapat berubah menjadi pohon dan sebagainya.

Permainan tersebut salah satu bentuk ice breaking. Kami berlari-lari sambil tertawa-tawa.

Setelah itu anak-anak diajak membentuk kelompok. Tiap kelompok dibimbing oleh seorang kakak dari Yoga Leaf yang berbaju hijau. Kami pun menuju suatu daerah di dekat GKU Lama. Di sana telah terbentang handuk-handuk yang akan menjadi alas untuk melakukan Yoga. Sebelumnya, kami membagikan topeng-topeng yang digambari oleh berbagai binatang. Topeng tersebut terbuat dari kertas yang sedikit tebal, diwarnai dengan krayon, dan diberi lubang di matanya, dan ditempli karet gelang yang kemudian diikatkan di daun telinga.

Kami pun berjalan menuju tempa kami akan berlatih Yoga. Ceritanya, kami menuju hutan. Di sana saya dan Dimas, bergantian membacakan cerita. Mbak Puji, ceritanya menjadi dewi hutan, dan saya menjadi peri hutan, hm.. Dimas jadi apa yah? Saya lupa.

Kami membacakan cerita mengenai petualangan di hutan. Ketika kami menceritakan suatu bagian yang menyebutkan nama hewan tertentu, Mbak Puji mencontohkan gerakan Yoga yang mirip dengan gerakan hewan tersebut, Contohnya saat kami menyebutkan kata bangau. Kami merentangkan tangan kami sambil mengepak-epakannya, sekan-akan kami sedang terbang. KAmi juga mengangkat salah satu kaki, lalu bergantian. Tak terasa, kami seakan-akan menjadi bangau, padahal kami sedang melakukan salah satu gerakan yoga.

Tak terasa, hari sudah menjelang sore. Anak-anak harus segera kembali agar tidak pulang kemalaman. Teman-teman dari yoga leaf membagikan makanan. Roti berisi sayur mayur dan juga segelas air putih. Sampai jumpa teman-teman lain kali teman-teman. Perpaduan dongeng dan yoga ternyata benar-benar menyenangkan!