Sep 23, 2011

Pengetahuan Tidak Dikonstruksi dalam Isolasi

Seminggu ini, saya mulai mengajar kelas kembali. Saya mengajar 4 kelas masing - masing sekitar 20-an mahasiswa. Bahagia sekali rasanya kembali berada di depan kelas secara berkala. Apalagi sekarang, alhamdulillah saya sudah lebih banyak belajar ilmu-ilmu kependidikan (dibandingkan ketika saya pertama kali mengajar).

Ilmu-ilmu itu merupakan bekal yang tak terhingga nilainya dan bisa diterapkan untuk mengajar di depan kelas. Tentunya meningkatnya keterampilan saya tidak lepas dari pengaruh begitu banyak orang yang saya temui dalam hidup saya.

Salah satunya Pak Agung Wibowo mengajarkan saya tips dan trik membuat power point yang efektif, mengajarkan saya mengenai bagaimana caranya menurunkan tujuan pembelajaran, dan juga mengkritik presentasi saya. Ada juga Ibu Nina Soeparno, rekan saya yang luar biasa untuk merancang modul-modul pembelajaran. I love brain storming with her. Ada juga Ibu Itje. Chodoidjah. Mengamati Ibu yang satu ini dalam melakukan training mengajarkan saya mengenai pentingnya, senyum, semangat, ketegasan, dan juga mengenai bagaimana caranya membuat pembelajaran yang dinamis. Ada Pak Ahmad Sururi yang mengkritik saya karena saya suka terburu-buru menjawab pertanyaan peserta didik. Ada juga Pak Iwan Pranoto. Saya sungguh belajar banyak darinya, khususnya mengenai cara berkomunikasi dan juga tentang matematika. Juga ada teman-teman diskusi saya kak Donna, Fandra, Mbak Danti, Kandi dan teman-teman Kalyanamandira. Tak kalah penting Pak Satria dan Pak Nanang yang selalu membimbing saya, Pak Bagiono yang pertama kali mengajarkan saya tips untuk mengajar bahasa, Bu Aulia yang mengajarkan saya mengenai KTSP, Pak Lody F Paat dan definisinya mengenai sekolah yang berkualitas, Pak Daoed J dan filosofinya mengenai pengetahuan, Bu Ratih Gandasetiawan yang mengajarkan saya mengenai otak dan perkembangan anak, dan banyak lagi. Tak kalah penting adalah sahabat-sahabat saya khususnya teman-teman di Mentari, Arfah, Imoth, Rakhmi, Anug, Angga, Ijal (They have always touched my heart). Dan juga Lely, dan banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu-satu.

Yang jelas melalui proses ini, saya belajar bahwa kesuksesan kita dalam belajar dipengaruhi oleh orang-orang disekitar kita (tentunya ditambah dengan akses kita ke informasi).

Saya beruntung, karena saya punya kesempatan untuk belajar dari para ahli di bidangnya. Saya juga punya sahabat-sahabat suportif dan luar biasa. Semuanya berperan besar dalam mengkonstruksi pengetahuan saya. Pengetahuan tidak bisa dikonstruksi dalam isolasi. Dan saya belajar bahwa interaksi adalah salah satu aspek yang paling penting dalam pembelajaran. Semua pengetahuan saya merupakan hasil dialog, observasi, dan bekerja dengan orang-orang yang saya temui di atas. It's a blessing to meet them. Soo much!

PS : Mengajar sepertinya membuat saya menjadi lebih perasa dan mudah tersentuh. Hehehe

Sep 7, 2011

One of the best pleasure

These days was relearning about 'learning'. I read about situated cognition and all these tough journals including a bit about philosophy. I learned about discourses in learning, which I find very difficult to understand. It gave me a headache!

But thanks I've got many people I can share with. I have people to ask when I'm confused. Having someone to discuss things and share while learning (something new) is absolutely powerful. It is a blessing. It is true that learning never happens in a vacuum. Sometimes you struggle to understand things on your own. Sometimes it takes time to come up with a new idea. You absorb all these information and 'tada' you don't know what to do with it. Suddenly, you talk to people, maybe with one or two people, and then just in a moment you become more brilliant than ever.

Learning from my experience, I think one of my vision when working with teachers is to create a safe learning environment for teachers filled with people who value learning. I want teachers to be part of a learning community. I think that would be very empowering.

Sep 6, 2011

Teacher Student Relationship

I hope they can learn a lot from me, from their peers, and also from themselves
But most of all, I hope that I can learn a lot from them

Amy Chua/Tiger Mom, "Didn't Expect this Level of Intensity!" 1/26/2011


I find Amy Chua's Book very interesting and reflective. I'll soon write my review about it.

Sep 5, 2011

Belajar untuk Mengajar

If you can't explain it imply, than you don't understand it well enough.
Kalau kamu tidak bisa menjelaskannya dengan sederhana, berarti kamu tidak cukup memahaminya.
(Albert Einstein)

Saya berpendapat bahwa tugas guru bukan hanya menjelaskan suatu materi. Salah satu tugas guru yang lain adalah mengajak siswa menjelaskan dan mengungkapkan pemikiran mereka sendiri. Salah satu cara untuk memancing siswa melakukan hal ini adalah dengan teknik bertanya. Guru-guru yang saya kagumi semuanya memiliki skil bertanya yang baik. Saya sendiri masih sedang belajar untuk menguasai keterampilan bertanya. Dengan bertanya, berarti guru tidak harus selalu menjadi sumber informasi di kelas. Tetapi dia pertanyaannya mampu memancing siswa untuk berpikir dan mencari tahu.

Meskipun guru tidak perlu selalu menjadi sumber informasi, hal ini tidak bearti bahwa guru tidak perlu belajar dan belajar kembali. Kalaupun kita menjadi guru fisika misalnya, dan kita sudah mengajar mengenai 'tekanan' bertahun-tahun. Itu bukan berarti saat kita mau mengajar kita tidak perlu belajar lagi mengenai 'tekanan'. Saya selalu menyempatkan belajar kembali mengenai materi yang akan saya ajarkan, meskipun hal tersebut sudah pernah saya pelajari sebelumnya dan ternyata saya selalu menemukan hal baru. Kadang, pemahaman baru, metode baru, ataupun ide-ide baru terkait materi yang akan saya ajarkan. Rasanya merupakan sebuah prinsip dasar bahwa guru harus belajar dan belajar kembali mengenai apapun yang akan diajarkannya. Seperti kata Einstein, so they understand it well enough. Tujuannya tentu bukan hanya agar bisa menjelaskan dengan baik, tapi juga untuk menunjukkan pada siswa, bahwa kita sebagai guru juga merupakan pembelajar. Semangat belajar ini toh yang mau kita tularkan pada siswa-siswa kita?

[KLIPING] Lincoln’s Letter to his Son’s Teacher

http://www.youtube.com/watch?v=z-yuQKi-bdo&feature=player_embedded


Lincoln’s Letter to his Son’s Teacher


He will have to learn, I know,
that all men are not just,
all men are not true.
But teach him also that
for every scoundrel there is a hero;
that for every selfish Politician,
there is a dedicated leader…
Teach him for every enemy there is a friend,

Steer him away from envy,
if you can,
teach him the secret of
quiet laughter.

Let him learn early that
the bullies are the easiest to lick…
Teach him, if you can,
the wonder of books…
But also give him quiet time
to ponder the eternal mystery of birds in the sky,
bees in the sun,
and the flowers on a green hillside.

In the school teach him
it is far honourable to fail
than to cheat…
Teach him to have faith
in his own ideas,
even if everyone tells him
they are wrong…
Teach him to be gentle
with gentle people,
and tough with the tough.

Try to give my son
the strength not to follow the crowd
when everyone is getting on the band wagon…
Teach him to listen to all men…
but teach him also to filter
all he hears on a screen of truth,
and take only the good
that comes through.

Teach him if you can,
how to laugh when he is sad…
Teach him there is no shame in tears,
Teach him to scoff at cynics
and to beware of too much sweetness…
Teach him to sell his brawn
and brain to the highest bidders
but never to put a price-tag
on his heart and soul.

Teach him to close his ears
to a howling mob
and to stand and fight
if he thinks he’s right.
Treat him gently,
but do not cuddle him,
because only the test
of fire makes fine steel.

Let him have the courage
to be impatient…
let him have the patience to be brave.
Teach him always
to have sublime faith in himself,
because then he will have
sublime faith in mankind.

This is a big order,
but see what you can do…
He is such a fine little fellow,
my son!

~ Abraham Lincoln