May 31, 2007

Afektif

Saya mungkin pernah cerita via milis-milis tertentu ke beberapa tema2x cerita ini...

Well, tapi mungkin kurangkum dalam satu cerita oke juga kali yah...
(Diinspirasi karena teman2x di milis CFBE, sedang membahas mengenai kenakalan siswa)

Cerita ini kudapat dari majalah Basis Edisi guru, buku2x tentang guru (fiksi maupun non fiksi), n juga dari temen2x yang ikut ngebina murid2x SMA.

Yang menarik dari cerita-cerita yang kudapetin ini adalah bagaiman cara2x guru menghadapi kebandelan siswa... Walaupun I surely believe ngadepin suatu kebandelan/ kenakalan bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi siapa tahu cerita2x ini bisa jadi inspirasi...

Salah satunya cerita dari temenku sendiri (pembina ekskul di suatu smu di Jakarta)
Dia pernah mergokin siswa2x binaanya nonton2x film2x porno.

Bukannya marah, temenku malah ngajakin siswanya untuk nonton film mengenai kelahiran. Baik siswa putra maupun putri.. Mereka diajak melihat bahwa melahirkan bukan suatu proses yang mudah.

Peristiwa serupa juga kudapetin di majalah basis. Seorang guru BP d suatu sekolah di Jogja menemukan bahwa siswanya ada yang 'pacarannya berlebihan'. Akhirnya yang ia lakukan adalah mengajak siswanya dan pacaran tersebut ke suatu tempat penitipan anak. Kebetulan sang guru punya akses ke pekerja-pekerja sosial semacam ini. Di tempat penitipan anak ini lah proses pendidikan terjadi. Si siswa dan pacarnya dua-duanya disuruh mengurus anak2x yang ada di sana. Dari sana mereka belajar bahwa mengurus anak bukanlah hal yang mudah apalagi di usia yang masih muda, sehingga akhirnya mereka pun lebih berhati-hati dalam menjaga dirinya masing-masing.

Guru yang sama ini juga pernah menemukan ada siswanya yang menyontek. Ia berkata kepada muridnya," Menyontek itu cikal bakalnya koruptor loh!", kemudian ia berkata ,"koruptor itu bisa masuk penjara . Pernah tahu penajra itu kayak apa engga?"

Nah pada suatu hari siswany ini dititipkan di suatu penjara (seharian). engga dikasih tugas apa-apa cuma diminta untuk mengamati kondisi penjara. Si siswa ngeri sendiri. Ternyata nga jujur ada dampaknya juga. N sejak itu dia nga pernah nyontek lagi..

Di beberapa buku (kumpulan pengalaman guru) n fiksi..
Aku pernah beberapa kali nemu cerita tentang murid yang bau (ceritanya gak beda-beda jauh). Enggak pernah mandi dan sebagainya. Ada yang karena kondisi ekonomi ada juga karena malas, sehingga efeknya si murid dijauhi oleh teman2x. Nah... si guru suatu hari mengajak siswanya untuk mandi di sekolah. Si guru membawa sabun maupun shampoo, dan sikat gigi, sehingga anaknya merasa segar, dan tahu bahwa dirinya bisa bersih. Dan mulai senang dengan kebersihan.

Di salah satu buku non fiksi yang saya baca. Si murid jarang mandi karena keterbatasan ekonomi. Nah si guru memang menyiapkan sabun dan perlengakapan mandi lainnya dan meminta si siswa datang lebih pagi tiap harinya agar bisa berbersih.

Salah satu cerita yang juga pernah saya dapatkan, tapi lupa dari mana, adalah guru yang ingin mengajarkan siswanya mengenai kebersihan lingkungan. Caranya suatu hari ia mengajak siswanya ke sebuah sekolah lain (yang terkenal akan kebersihannya), di sana siswa dapat melihat dan merasakan langsung efek dari kebersihan.

Well, segitu aja cerita yang saya ingat ...
Semoga bermanfaat

MAu dipanggilin polisi nga...

Hari ini aku n beberapa teman2x melakukan uji coba story telling di sebuah pre school. Cuma sekitar 15 menit tapi kejadiannya mampu bikin aku ketawa2x ampe sekarang.

Jadi ceritanya aku n teman2x memodifikasi cerita The Pied Pipper of Hamelin alias peniup seruling dari hamelin. Ceritanya tentang pemain musik, kebetulan gitar (karena temenku bisanya main gitar)

Nah agar suasana rame...
Anak2x diajak terlibat di dalam cerita...
Ceritanya ada kota Jawa (Nama ini dipilih ama anak2xnya sendiri)
Tadinya penduduknya senang karena hidup aman dan tentram sampai ternyata di kota itu banyak tikusnya. Pak lurahnya memasang pengumuman bahwa siapa yang bisa mengusir tikus akan mendapatkan hadiah. Datanglah si pemain musik. Dengan musiknya ia bisa mengusir tikus. Tetapi... Ternyata setelash itu ternyata Bapak lurahnya tidak menepati janji.

Karena pemain musik sedih bahwa pak Lurahnya tidak menepati janji. Ia jadi sedih dan mencoba menghiburnya dengan musik. Tapi musiknya sedih...

Biar ramai, anak2xnya diajak berinteraksi..
Kebetulan temenku, Harish yang bisa main gitar nongol n memainkan musik sedih. Anak2x diajak ngehibur dia.
"Ayo pemain musiknya disayang-sayang", kata temenku, Kandi.

Nah anak2x pun maju mendekati Harish...

Lucunya... ada satu anak yang bilang gini,

"Nanti dibilangin polisi yah soalnya Pak Lurahnya bohong!!"


:D

May 1, 2007

Freedom Writters

Lucu bangeth dhe, baru seminggu ini aku nemu site tentang “Freedom Writers”, kebetulan siteny http://www.freedomwritersfoundation.org . Ceritanya ada seorang guru, yang memanfaatkan ceritanya, Anne Frank’s Diary, untuk memotivasi murid2xnya nulis. Terlepas dari bener enggaknya cerita holocaust, intinya si guru ini memperlihatkan bahwa Anne Frank’s Diary menceritakan kehidupan sehari2x, n tiap murid-muridnya punya cerita sehari-hari yang berbeda-beda juga. Kebetulan si guru ini megang kelas anak buangan, nyaris DO, bermasalah, penuh isu rasisme n kacaulah. Akhirnya si guru memotivasi anak2xnya nulis tentang keseharian mereka, “You can write about your past, your pesent, or your future!” katanya. Akhirnya tulisan anak2xnya ini dibukuin. Such a simple idea but ternyata pada akhirnya sangat mempengaruhi hidup murid2xnya.

Ternyata Sabtu kemaren pas aku lagi jalan2x aku nemu DVD yang judulnya ‘Freeedom Writters” dan ternyata ceritanya adalah tentang True Story yang kutemuin di website pada minggu yang sama. Kebeneran banget gak sih?

Well, walaupun ceritanya enggak menggambarkan proses bagaimana si guru berhasil ngajak muridnya menulis secara total, tapi bisa bikin aku nangis loh (hihihi malu ngakuinnya). Kebayang deh jadi guru di daerah sub-urban yang penuh dengan masalah kekerasan, isu-isu mengenai rasisme (di sana ceritanya ada permusuhan anatara anak2x asia, kulit hitam, dan hispanik), tembak-tembakan, obat2xan terlarang n macem-macem. Aku sempet baca di majalah, salah satu permasalahan di Amerika Serikat mengenai guru adalah bahwa banyak yang jadi guru tapi banyak juga yang ‘gak tahan’ jadi guru di daerah sub-urban (jadinya banyak yang keluar dari profesi guru).

Huhu.. i think this is a nice movie, i recomand you to watch. Siapa tau abis nonton ini, dapet ‘ide-ide lainnya’ dalam masalah pendidikan sesuai lingkungan masing2x.

Oia, seorang sahabat ngerekomendasiin site2x lain tentang freedom writters

http://en.wikipedia.org/wiki/Erin_Gruwell
www.youtube.com/watch?v=OYDbxJLMrY0 --> video erin gruwel yg asli pas nagajr pertama kali.. bisa di download dhe kayaknya
http://www.smartvoter.org/2000/03/07/ca/state/vote/gruwell_e/bio.html --> full biografinya

Kalo udah pada nonton. kontak2x aku buat cerita2x pendapatnya yah!!