Jul 12, 2018

Kita Harus Mencari Caranya : Lima Strategi untuk Membantu Pendidik untuk Terus Belajar Selama Hidupnya

Oleh Rachael George
Sumber:
http://inservice.ascd.org/we-have-to-find-a-way-five-strategies-to-help-educators-learn-for-life/
(diterjemahkan oleh: Dhitta Puti Sarasvati)

Belajar Terus Selama Hidup: Bukan hanya siswa yang perlu belajar terus, pendidik juga. Namun, kapankah terakhir kalinya anda mendengar bahwa pendidik punya begitu banyak waktu? Mungkin, anda akan jarang menemukan pendidik yang memiliki begitu banyak waktu luang. Mari kita akui kenyataan ini, bagi seorang pendidik setiap waktu itu berharga. Setiap hari, kita, pendidik ditempa dengan kesibukan dunia profesional dan pribadi. Jangan salah, kita mencintai apa yang kita kerjakan; hanya saja kita sangat sibuk.

Jadi, bagaimana caranya kita menemukan waktu untuk tumbuh secara profesional dan menjadi pembelajar seumur hidup sementara juga menjadi guru yang keren untuk siswamu?  mari perhatikan strategi-strategi dan pendekatan sederhana di bawah ini yang bisa membantu anda mengembangkan profesi dan belajar secara terintegrasi dengan hidup anda.

Berjejaringlah
Salah satu cara paling sederhana untuk pengembangan profesional adalah dengan berjejaring dengan sesama pendidik! Kalau anda tidak berhubungan dengan sesama pendidik lain di sosial media, ada begitu banyak kesempatan pengembangan diri yang terlewatkan! Informasi, pengetahuan, gagasan, dan dukungan antara pendidik yang dilakukan oleh sesama pendidik di media sosial sungguh merupakan game changer. Ketka saya berpindah dari menjadi kepala sekolah tingkat sekolah menengah ke sekolah dasar, jaringan pertemanan saya di Twitter sungguh membantu. Kalau tidak suka twitter? Cobalah berjejaring dengan pendidik lain di Facebook, Pinterest, Voxer - semua perangkat ini juga digunakan oleh banyak pendidik lainnya.

Baca, baca, baca
Sebagai pendidik, kita selalu menasihati siswa untuk membaca. Kita mencoba mencari buku yang diminati dan terkait dengan kehidupan siswa. Kapankah terakhir kalinya anda membaca buku yang berhubungan dengan profesi Anda? Seringkali, seroang pendidik mengatakan bahwa mereka tidak memiliki waktu untuk membaca buku, sehingga mereka hanya membaca sepintas blog atau artikel, mendengarkan podcast dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja. Ini semua adalah strategi hebat, tapi itu bukan pengganti untuk informasi dan pembelajaran yang disediakan oleh buku. Jika, anda berpikir bahwa anda tidak punya waktu untuk duduk dan membaca seluruh isi buku sekaligus, pecahkan menjadi potingan. Cobalah membaca satu bab setiap Minggu malam sebelum tidur atau beberapa halaman per hari. Masih tidak punya waktu untuk membaca? Pertimbangkan untuk mendengarkan buku audio sebagai pilihan saat anda dalam perjalanan panjang, atau lakukan sambil membersihkan ruangan, atau saat sedang berlari untuk olahraga.  Sebagai pendidik, kita sering terjebak dalam rutinitas. Namun, jangan pernah berhenti belajar.

Berpartisipasilah dalam Komunitas
Sama seperti siswa, kita selalu bisa belajar banyak dari satu sama lain. Jika selama ini anda tidak berpartisipasi dalam kegiatan komunitas atau pengembangan profesi di daerah anda, mulailah mencari satu di mana anda bisa bergabung. Ada juga banyak pilihan untuk berpartisipasi secara daring (online) baik berdasarkan tingkatan kelas, bidang studi, dan mintak. Tidak tertarik pada sosial media ataupun teknologi? Selalu ada pilihan pelatihan atau berjejaring dengan guru di akhir pekan melalui asosiasi-asosiasi lokal. Sebagai contohnya, di tempat saya, ada pertemuan jejaring pendidik matematika tingkat negara bagian untuk membahas mengenai matematika, ada juga pertemuan rutin asosiasi membaca yang menyediakan pengembangan profesional yang terjangkau.

Jadikan belajar menjadi prioritas
Ada  pepatah terkenal yang mengatakan "Apa yang kita perhatikan dengan baik akan berkembang". Pepatah ini tepat khususnya ketika dikaitkan dengan pengembangan profesi dan menjadi pembelajar seumur hidup. Kita harus menjadikan belajar prioritas! Jika, kita tidak belajar untuk mendorong diri sendiri untuk menjadi lebih baik, bagaimana mengaharapkan orang lain, misalnya siswa kita, untuk juga begitu? Sebagai seorang  kepala sekolah, saya bangga karena bisa menjadi pemimpin mengenai pengajaan dan pembelajaran. Saya percaya, bahwa satu-satunya cara saya bisa terus memimpin adalah dengan terus mencari kesempatan untuk berkembang dan belajar. Kita punya tanggung jawab terharap diri kita sendiri, orang yang kita pimpin, dan yang utama terhadap siswa kita untuk menjadi pendidik terbaik yang bisa mereka terima. Pertumbuhan pribadi tidak pernah berakhir. Sama seperti apa yang kita lakukan dengan mendorong siswa-siswa kita untuk menjadi yang terbaik, kita juga harus mendorong diri kita untuk terus berkembang. Hidup adalah proses untuk selalu mengembangkan diri.

Pilih Temanmu secara Bijaksana. 
Ibumu tahu yang terbaik ketika dia memberikan nasihat ini kepada Anda ketika masih remaja, dan masih berlaku sampai anda dewasa. Orang-orang disekitarmu yang anda pilih untuk berhubungan denganmu baik secara profesional maupun pribadi akan berperan penting mengenai cara anda belajar dan berkembang.  Kalau anda mengelilingi diri anda dengan rekan yang membaca dan mendiskusikan buku, berpartisipasi dalam diskusi [pendidikan] di Twitter, mencari kesempatan untuk mengembangkan diri, secara alami anda juga ingin melakukan hal yang serupa. Sebaliknya, jika teman-temanmu senantiasa membuat alasan untuk "meninggalkan pekerjaan di tempat kerja", anda juga akan cenderung melakukan hal yang sama. Percayalah pada saya, pengaruh rekan dan teman bisa membantu anda menjadi lebih baik atau bahkan menghancurkan anda.

Sebagai pendidik di hari ini, kita harus sadar bahwa kita akan selalu sibuk. Kalau kita mau menjadi yang terbaik di bidang kita, mempengaruhi setiap siswa yang kita ajar, dan jika kita mau belajar, berkembang, dan menjadi lebih baik, kita harus menjadikan belajar sebagai sebuah prioritas yang kita lakukan setiap hari. Sederhananya, kita harus mencari caranya!

***
Rachael George adalah anggita dariASCD Emerging Leaders Class of 2015dan kini adalah kepala sekolah di  Sandy Grade School in the Oregon Trail School District. Sebelumnya adalah kepala sekolah dasar, dan juga pernah menjadi kepala sekolah menegah pertama dengan pridikat “outstanding” dan dua kali sekolahnya memperoleh  “Level 5: Sekolah model ,” yang diakui oleh Departemen Pendidikan Oregon. Spesialisasinya adalah di bidang pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas mengajar, mengajar siswa yang kesulitan belajar (at-risk), dan pengurangakan gap prestasi belajar antar siswa. Terhubunglah dengan George di Twitter @runnin26.

No comments: