Sep 22, 2012

Cerita Akhir Semester (1) : Menjadi Lebih Baik

Satu semester telah berakhir. Bisa dikatakan semua mahasiswa saya telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Di kelas menulis (bahasa Inggris), semua siswa saya membuat portfolio berupa kumpulan tulisan mereka. Mahasiswa saya adalah calon-calon guru matematika, sehingga tugas menulis mereka  terkait dengan Matematika dan mengajar. Setiap minggu, setidaknya mereka harus membuat satu karya, mulai dari menuliskan sejarah diri mereka belajar matematika, menuliskan ulang dengan bahasa sendiri sebuah film berjudul "Zero & One" yang saya ambil di youtube, membuat refleksi dari pengalaman mereka melakukan school experience  selama dua minggu di sekolah, menuliskan tentang 5 siswa yang mereka amati selama mengajar, sampai membuat semacam newsletter sekolah. Setidaknya ada 12 karya mereka sepanjang semester. Setiap minggu satu tulisan.

Sebelumnya, saya sudah menyiapkan contoh tulisan-tulisan (yang menurut saya) bagus yang harus mereka baca sebelum menulis. Salah satu tulisan menarik yan disediakan diambil dari kumpulan tulisan guru yang dikumpulkan oleh Erin Gruwell, dalam buku "Teaching Hope : Stories from The Freedom Writer Teachers and Erin Gruwell".  Kenapa saya melakukan itu? Seringkali mahasiswa saya mengatakan bahwa mereka tidak memiliki "ide" untuk menulis. Dengan cara tersebut saya ingin menunjukkan  bahwa kalau kita memulai aktifitas menulis dengan membaca terlebih dahulu, kita tidak akan kekurangan ide menulis.  Selain itu, dengan membiasakan membaca, kosa kata kita akan bertambah. Pilihan kalimat yang kita gunakan dalam menulis pun akan lebih kaya.  Di akhir semester beberapa mahasiswa saya mengatakan, "Saya tidak menyangka bisa menulis dalam bahasa Inggris sebanyak itu! Dulu saya takut, sekarang saya lebih terbiasa!" 

Mahasiswa-mahasiswa saya telah banyak berkembang. Yang tadinya malas menulis, lama-lama menyukai menulis. Yang tadinya takut bahkan untuk berbicara dalam bahasa Inggris, menuliskan sebuah refleksi panjang mengenai pengalamannya mengajar siswa berkebutuhan khusus dalam bahasa Inggris. Bukan hanya itu, dengan beraninya dia membacakannya di depan kelas. Struktur tulisan, pilihan kata dan kalimat yan dibuat mahasiswa-mahasiswa senantiasa lebih baik dari waktu ke waktu. Berapapun nilai yang mereka dapat di akhir semester tidak menjadi penting. Yang pasti mereka berkembang menjadi lebih baik.

Di kalangan guru sering terjadi perdebatan mengenai perlunya memberikan reward (penghargaan) kepada siswa. Tujuannya untuk memotivasi siswa. Di akhir semester lalu saya belajar bahwa mahasiswa saya bahagia karena tahu mereka (ternyata) bisa berkarya melebihi apa yang mereka bayangkan. Ternyata  penghargaan paling berharga yang bisa seorang pendidik berikan kepada siswanya adalah membuat mereka merasa bahwa mereka bisa mengalami kemajuan dalam belajar. Bahwa mereka hari ini, telah tumbuh menjadi manusia yang lebih kaya pengalaman dan pengetahuan, dibandingkan satu semester sebelumnya. Bahwa mereka bisa berubah menjadi lebih baik. Dalam hal apapun, termasuk dalam hidup. 

No comments: