Dec 5, 2011

Membangun Kebiasaan Membaca

Ketika saya masih SD, guru saya terkadang akan meminta para siswa membaca teks yang ada di buku pelajaran. Teksnya tidak selalu menarik. Metode ini mungkin terlihat kuno tetapi sebanarnya ada baiknya juga. Saat sesorang membacakan kita sebuah teks, baik berupa cerita, atau apapun, kita terpaksa mendengar, dan kadang ikut membaca. Saya percaya bahwa membaca adalah salah satu hal yang paling penting dalam belajar. Guru bisa mengajar dengan metode semenarik apapun tetapi untuk menjadikan pembelajaran lebih kaya lagi, siswa harus banyak membaca.

Di awal semester, saya sudah menyiapkan sejumlah bacaan yang perlu dibaca oleh mahasiswa saya sebelum masuk ke kelas. Kalau mereka masuk kelas diawali dengan kegiatan membaca, diskusi di kelas akan lebih kaya. Terus terang, proses ini tidak selalu berhasil dengan baik. Mahasiswa saya tidak selalu membaca dulu sebelum masuk ke dalam kelas.



Ada beberapa teknik yang saya lakukan untuk 'memaksa' mereka membaca. Saya pernah membagi mahasiswa saya ke dalam beberapa kelompok, masing-masing beranggotakan 4 orang. Masing-masing mahasiswa mendapatkan bacaan yang berbeda. Di kelas, ada diskusi masing-masing mahasiswa harus berbagi ke teman kelompoknya mengenai apa yang mereka baca. Setelah itu mereka harus membuat semacam 'mind map' yang menggambarkan inti dari bacaan mereka ditambah pendapat mereka masing-masing mengenai bacaan tersebut. Mereka juga bisa menambahkan hasil diskusi setelah berbagi mengenai hasil bacaan mereka. Bagi yang tidak membaca langsung terlihat gelagapan. Sehingga lain kali mereka tidak lupa untuk membaca.

Teknik lain yang saya lakukan untuk membuat mahasiswa saya sadar bahwa bacaan yang saya berikan ke mereka menarik. Caranya, saya membacakan bacaan tersebut ke mereka. Saya pernah membacakan Bab 2 dari buku "A Collections of Lesson from Grades 6 Through 8" katya Marilyn Burns dan Cathy Humphreys (1990). Bab tersebut adalah kumpulan narasi mengenai bagaimana seorang guru mengajar materi tertentu. Bab 2 yang saya bacakan merupakan kumpulan dari cerita mengenai perkenalan mengenai aljabar. Di dalamnya ada cerita mengenai 5 pertemuan pertama mengenai aljabar, lengkap dengan dialog antar murid dan guru, catatan siswa, tugas siswa, dan reflective paper yang dibuat siswa. Jumlah halamannya? 17 lembar dan saya butuh 20 menit untuk membaca seluruhnya. Selama saya membaca dengan intonasi yang saya usahakan sehidup mungkin, saya perhatikan tidak ada satupun mahasiswa yang tidak ikut menyimak. Beberapa adegan di dalam bacaan cukup lucu. Saya mendengarkan mereka tertawa. Saat ada bagian yang menarik saya mendengar suara "Ah", "Wah", "Ooh.." dari bibir merea. Proses membacakan bab buku hanya saya lakukan sekali. Selain agar siswa saya bisa belajar berbagai frase dan kosa kata bahasa Inggris untuk mengajar mengenai aljabar, saya juga punya misi istimewa lainnya. Secara halus saya ingin mengatakan, "Lihat nih, bacaan yang saya berikan sesungguhnya menarik. Rugi loh kalau tidak dibaca!"

Saya juga pernah mencoba meminta siswa saling membacakan satu sama lain. Saya membagi siswa ke dalam kelompok. Masing-masing anggota kelompok harus bergantian membaca, dan yang lain harus mendengarkan.

Saya juga berharap mahasiswa saya tidak hanya membaca bahan yang saya berikan. Saat mereka harus membuat esai sebagai bentuk ujian tengah semester, mereka harus menggunakan beberapa referensi. Saat mereka berkonsultasi mengenai draft esai mereka saya tidak segan-segan mengajak mereka ke perpustakaan dan mengajak mereka melihat beberapa referensi yang bisa memperkaya tulisan mereka. Makan waktu memang tapi kenapa tidak kalau membuat mereka membaca?

Saat mereka membuat presentasi saya membuat sebuah lembar refleksi. Di sana mereka harus menuliskan dari mana saja ide mereka datang. Dari internet, hasil diskusi, bacaan, atau apapun.Di akhir presentasi mereka juga harus menceritakan mengenai proses persiapan mereka di depan kelas. Dari situ ketahuan apa yang mereka baca.

Itu hanya beberapa teknik yang saya lakukan. Saya belum tahu berhasil atau tidak. Saya akan terus mencari teknik-teknik lain agar bisa membuat mahasiswa saya terbiasa membaca. Mereka adalah calon guru. Bagi seorang guru, membangun kebiasaan membaca adalah keharusan!

No comments: