Posts

Pengalaman Panjang Belajar kembali (Re-Learning) tentang hak Asasi Manusia

Image
Beberapa waktu yang lalu, Mas Andi Achdian (sejarawan)sempat menceritakan bahwa dia dan beberapa sejarawan yang lain sedang membantu Mbak Suciwati Munir untuk mendirikan  Omah Munir  di Malang. Tempat itu akan sekaligus dijadikan museum Hak Asasi Manusia (HAM), sehingga bisa digunakan untuk mengenalkan HAM kepada masyarakat, termasuk juga kepada anak-anak. Mas Andi mengajak saya berdialog untuk membahas rencananya tersebut. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh Mas Andi adalah mengenai bagaimana mengajarkan HAM kepada anak-anak? Saat membahas HAM, kadang ada beberapa cerita mengerikan, misalnya terkait penculikan, pembunuhan dan sebagainya. Misalnya, kisah  Munir sendiri pun mengerikan. Dia diracun ketika menaiki pesawat Garuda Indonesia. Pertanyaan, Mas Andi tersebut merupakan langkah awal saya mulai belajar kembali ( re-learning) mengenai HAM. Ketika sedang mengunjungi, SD Kembang, Jakarta saya sempat mengajukan ulang pertanyaan Mas Andi terkait mengajarka...

Ketika Dikontak oleh Dosen Pembimbing

Kemarin, tiba-tiba di message Linkedin saya, ada sebuah pesan. Ternyata yang mengontak saya adalah Laurinda Brown,dosen pembimbing saya ketika saya melanjutkan sekolah di University of Bristol. Dia menanyakan kabar saya. Saya sampai malu, karena saya dikontak oleh dosen saya dulu bukannya saya, siswanya yang mengontaknya terlebih dahulu. Katanya dia tersentuh membaca cerita saya. Saya kurang tahu cerita mana yang dimaksud tapi mungkin maksudnya adalah cerita yang saya tulis untuk University of Bristol Graduate School of Education Centenary Stories Ceritanya, kampus saya dulu, tepatnya University of Bristol Graduate School of Education-nya berulangtahun yang ke-100. Salah satu programnya adalah meminta alumni-alumninya yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk menulis. Tentang apa? Tentang pengalaman belajarnya di Bristol, tentang orang yang berjasa selama kita belajar di sana (saya menuliskan bahwa salah satu orang yang berjasa bagi saya adalah Laudrinda Brown), tentang pencapaia...

[TERJEMAHAN] Apa yang dikatakan 4 orang guru kepada Obama saat makan siang

Image
* diterjemahkan dari “ What 4 teachers told Obama over lunch ”  oleh Valerie Strauss, 10 Juli 2014 http://www.washingtonpost.com/blogs/answer-sheet/wp/2014/07/10/what-4-teachers-told-obama-over-lunch/?tid=pm_local_pop    Diterjemahkan oleh: Dhitta Puti Sarasvati (setelah membaca posting tulisan ini di wall Pak Lody F. Paat) President Obama makan siang bersama Sekretaris Penddikan Arne Duncan dan empat orang guru untuk berbincang-bincang tentang pendidikan, proses mengajar, dan reformasi sekolah. Yang dikatakan oleh guru-guru kepada Obama akan dijelaskan dalam posting berkut yang ditulis oleh Justin Minkel, Guru Terbaik Arkansas tahun 2007, komite dari the National Network of State Teachers of the Year (Jaringan Guru Terbaik Tahunan Negara Bagian), dan anggota dari Center for Teachin g Quality’s  Collaboratory . Dia menulis dua blog,  Teaching for Triumph  dan  Career Teacher . Silakan ikuti dia di Twitter:   @JustinMink...

Pertemuan & Minum Kopi dengan Ibu Itje serta Pembicaraan yang Tiada Habisnya

Image
Sumber gambar:  http://www.ivillage.com/best-way-make-cup-coffee/p1080525 Sudah hampir tiga tahun saya secara rutin bertemu  Ibu Itje Chodidjah untuk membahas pembuatan buku mengenai Bincang Profesi Guru (yang belum kelar-kelar sampai sekarang). Kami bertemu sekitar seminggu atau dua minggu sekali, biasanya sambil minum kopi.  Kang Azul, yang juga merupakan tim penulis buku, seringkali nimbrung juga. Selain menyiapkan buku yang kami harapkan  Bulan Ramadhan ini akan selesai draft -nya. Selain membahas pembuatan buku, kami juga mengobrolkan begitu banyak hal. Apa yang diobrolkan? Apa saja tapi kebanyakan  adalah tentang pendidikan. Kami membahas isu pendidikan, pengalaman mengajar, kebijakan pendidikan, kegelisahan yang kami rasakan terkait situasi pendidikan di tanah air dan juga harapan-harapan kami. Kenapa kami menjadi memilih menjadi pendidik dan kenapa terus bertahan? Sekali bertemu kami biasanya menghabiskan setidaknya 3 jam  tapi pernah juga ...

Membaca kisah David Boies & Bagaimana Dislexia Membantunya menjadi Pengacara

Image
Salah satu jurusan yang konon katanya butuh kemampuan membaca yang tinggi adalah jurusan hukum. Mau jadi pengacara? Tentu harus banyak membaca. Tapi bagaimana kalau seseorang yang dislexia ingin belajar hukum? Tentunya akan sulit sekali karena untuk membaca mereka harus berusaha dengan sangat keras. Sebelumnya, saya tidak pernah membayangkan bahwa seseorang yang punya dislexia bisa menjadi pengacara sampai akhirnya saya membaca buku "David & Goliath" karya Malcom Gladwell (2013). Di dalam buku tersebut ada kisah tentang seseorang bernama David Boies, seorang pengacara yang punya dislexia. Perkembangan kemampuan membacanya cukup lambat dibandungkan teman-temannya.  David Boies baru bisa membaca saat di di kelas 3 SD. Namun, untungnya, Ibunya Boies yang juga seorang guru sekolah negeri, seringkali membacakannya buku kepadanya semenjak dia kecil. Karena Boies tidak bisa memahami tulisan-tulisan dalam bacaan tersebut, dia akan mengingat-ingat apapun yang dibacakan ibunya...

Membaca Artikel "One Teacher's Brilliant Strategy To Stop Bullying"

Image
Gambar oleh: Dan Winters (Readers Digest) Sumber gambar:  http://www.rd.com/advice/parenting/stop-bullying-strategy/ Belakangan ini saya membaca sebuah tulisan berjudul "One Teacher's Brilliant Strategy to Stop Bullying"  di website Readers Digest ini :  http://www.rd.com/advice/parenting/stop-bullying-strategy/ Tulisannya menarik, mengenai cara seorang guru matematika menghentikan praktek bullying di kelasnya. Seminggu sekali,sang guru akan meminta siswa-siswanya menuliskan 4 nama temannya yang mereka inginkan untuk bisa duduk semeja. Mereka juga diminta menuliskan nama siswa yang berprilaku istimewa (baik) di minggu tersebut. Saat menuliskan nama temannya, siswa tidak perlu menuliskan namanya sendiri (anonim). Data ini disimpan oleh sang guru untuk dirinya sendiri dan tidak pernah ia sebarluaskan kepada siapapun. Setiap hari Jumat, setelah anak-anak pulang ke rumah, dengan cermat sang guru mempelajari data-data ini. Dia mencoba menemukan pola dengan mencob...

Cerita Mengajar Matakuliah Mengenai Teknik Bertanya di Kelas

Image
Sekitar tiga tahun  terakhir ini saya diberi kesempatan untuk mengajar mengenai teknik bertanya di dalam kelas. Awalnya, mengajar mata kuliah ini cukup sulit bagi saya karena saya juga merasa kemampuan bertanya saya pas-pasan. Bagaimana caranya mengajukan pertanyaan yang mampu membuat siswa berpikir, berdialog, dan aktif di dalam kelas? Ini butuh keterampilan tersendiri. Selain tahu teori, memang kita harus berlatih untuk bertanya. Akhirnya saya anggap kesempatan mengajar mata kuliah ini sebagai kesempatan belajar juga. Ada beberapa teori terkait teknik bertanya di dalam kelas. Biasanya di awal semester saya mulai dengan mengenalkan siswa saya dengan Socratic Questioning. Di kelas kami mendiskusikan potongan dialog yang ada dalam naskah " The Meno" karya Plato (380 BCE) .  Di dalam naskah tersebut, terlihat bagaimana Socrates menggunakan pertanyaan yang mampu memancing lawan bicaranya untuk berpikir sendiri. Untuk mengenalkan suatu konsep baru, Socrates lebih banyak menga...