Posts

Refleksi Menonton Dokumenter Tentang Asuka Umeda, Si Pembelajar Yang Mencintai Keajaiban Kehidupan

Image
Menonton film dokumenter "My Notebooks: Seven Years of Tiny Great Adventures"  (di NHK-World Japan) tentang kisah Asuka Umeda membuat perasaan saya campur aduk. Saya kagum melihat catatan-catatan harian Asuka Umeda yang menunjukkan rasa ingin tahunya yang tinggi. Namun, Asuka tidak selalu cocok di sekolah, lembaga yang seharusnya menjadi instutusi pendidikan. Institusi yang seharusnya bertujuan memfasilitasi anak agar dipenuhi rasa ingin tahu. Asuka mulai menulis catatan hariannya sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Awalnya kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tugas sekolahnya. Gurunya, menugasi siswa-siswinya untuk melakukan "self learning". Yang berarti belajar mandiri. Belajar mandiri tidak berarti siswa belajar tanpa guru mengisi lembar kerja yang tidak habis-habis. Belajar mandiri berarti siswa memilih apa yang ingin dipelajarinya dan menuliskannya di dalam catatan. Pekerjaan rumah ini ternyata menjadi awal mula hobi Asuka. Mencatat apapun yang menarik hatinya s...

Peluncuran "Ruang Belajar Alex Tilaar"

Image
Kehormatan besar menjadi saksi peluncuran Ruang Belajar Alex Tilaar (RBAT) di Jl. Wahid Hasyim N0.27 Jakarta. Ruang belajar ini terbuka untuk umum, berisi buku-buku koleksi pribadi alm. Prof. H.A.R Alex Tilaar, seorang pendidik dan pemikir pendidikan yang sangat saya kagumi. Beliau dikenal sebagai seorang guru yang sangat mencintai Indonesia. Hidupnya didedikasikan untuk guru dan pendidikan. Perjuangannya tidak hanya dilakukan dengan mengajar, tapi juga melalui kegiatan belajar, membaca, dan menulis. Hal itulah yang paling saya kagumi darinya. Selama 87 tahun hidupnya beliau telah menulis 31 buku tentang pendidikan (beberapa diantaranya sangat tebal misalnya Kaleidoskop Pendidikan Indonesia). Selain itu beliau juga menulis setidaknya 200 artikel tentang pendidikan. Sebuah kutipan yang terpampang di rumah belajar H.A.R . Tilar menggambarkan hal ini. Tulisannya: "Buku adalah buah pemikiran saya yang abadi. Saya tidak abadi, maka saya berharap suatu saat buku yang saya tulis bisa b...

Belajar Klasifikasi Dulu, Belajar Bilangan Kemudian

Image
Kemampuan mengklasifikasi adalah kemampuan untuk bisa menyortir suatu atau beberapa objek berdasarkan perbedaan ataupun persamaannya.  Belajar mengklasifikasi ini bisa dilakukan bahkan sebelum anak mengenal konsep bilangan. Seorang anak misalnya, bisa belajar mengklasifikasi suatu objek berdasarkan warnanya (merah, kuning, hijau), mengklasifikasi makanan berdasarkan rasanya (asam, asin, manis, pahit), dan sebagainya. Kemampuan mengklasifikasi ini merupakan salah satu keterampilan. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pentingnya keterampilan mengklasifikasi sebelum belajar bilangan, mari kita perhatikan deskripsi mengenai Jalu dan Intan berikut ini.  Kisah Jalu, Intan, dan Cangkang Kerang Seorang anak sedang berjalan bersama kakaknya di pinggir pantai. Jalu namanya. Usianya tak sampai 6 tahun, kakaknya Intan berusia sekitar 8 tahun. Di tangan kanan Jalu terdapat sebuah ember kecil. Sambil berjalan, Jalu mengambil beberapa cangkang kerang yang ditemuinya. Dimasukkannya ke dal...

Amanah baru di 2021

Image
2021 baru berjalan selama 3 bulan, tetapi telah ada beberapa hal penting yang terjadi di dalam hidupku. 26 - 31 Januari 2021 berlangsung Kongres Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang ke-3. Tepat di hari pertama kongres, salah satu pendiri IGI, alm. Ibu Yully meninggal dunia. Tentu saja, banyak sekali teman-teman yang merasa kehilangan. Ternyata sebelum pergi Ibu Yully sempat menitipkan pesan kepada saya (melalui suaminya yang juga pengurus IGI) untuk menjaga IGI. Tentu saja saya akan selalu menjaga IGI. Saya mencintainya. Cara yang saya bayangkan, berada di belakang layar. Tidak ikut menjadi pengurus, tapi menulis untuk IGI, berbagi dengan anggota IGI, dan sebagainya. Sebelum kongres ke-3 saya menyumbang tulisan untuk mengingatkan tentang visi dan nilai-nilai yang dipegang IGI. Harapannya agar seluruh anggota maupun pengurus (lama maupun baru) akan fokus pada cita-cita dan nilai bersama. Kapanpun IGI meminta saya untuk mengisi acara mereka, atau bahkan untuk berkunjung saja, saya akan usaha...

Pengalaman Belajar Membaca Waktu Kecil

Image
Saya sebenarnya tidak pernah dan agak segan menceritakan pengalaman ini di publik. Namun, saya rasa pengalaman ini bisa mungkin akan berguna bagi beberpa teman-teman di sini. Pengalaman tentang pengalaman belajar membaca ketika saya masih kecil. Ketika saya kecil, kedua orang tua secara bergantian membacakan saya buku setiap hari. Dari bayi sampai saya umur 6 tahun. Hampir tidak pernah absen. Sampai sekarang saya sangat tidak habis pikir, kenapa kedua orang tua saya bisa setekun itu. Di usia 6 tahun, saya ingat dibacakan buku yang lumayan tebal dan tidak bergambar. Kisah tentang Helen Keller. Di bagian belakangnya ada beberapa contoh huruf Braile yang bisa saya sentuh dengan tangan.  Di masa itu saya tidak tinggal di Indonesia karena kedua orang tua berkuliah. Buku-buku yang saya baca, ada yang koleksi sendiri, ada yang pinjaman sekolah dan ada yang didapatkan di perpustakaan umum. Perpustakaan buat saya seperti tempat bermain saja. Ada bagian buku anak-anak, setting ruangannya ber...

Pandangan Tentang Kongres IGI ke-3

Image
Rasanya tidak mungkin untuk tidak ikut bersemangat dalam menghadapi Kongres Ikatan Guru Indonesia (IGI) ke-3 yang akan diselenggarakan pada 28 - 31 Januari 2021 (secara hybrid di Bandung dan secara daring). Meskipun bukan pengurus lagi, dan berdasarkan AD/ART IGI, sebagai anggota luar biasa IGI, maka saya tidak memiliki hak memilih dan dipilih. Tentu tidak bisa ikut memilih siapa yang akan menjadi pempinan IGI berikutnya. Sampai detik ini sudah ada 7 calon kandidat Ketua IGI periode berikutnya, diantaranya 1). Danang Hidayatullah (IGI DKI), Gusti Surian (IGI Kalimantan Selatan), Jasmin (IGI Sulawesi Tenggara), Khairuddin Budiman (IGI Aceh), Mampuono (Sekjend IGI Pusat), Marjuki (IGI Jawa Timur), Mahrani Arifin (Pengurus Pusat Pengembangan Regional 10, Kalbar-Kalteng). Rasanya senang bahwa ada banyak calon Ketua Umum IGI dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi ramai pemilihannya. Seru! Di sisi lain, masih menunggu, akan adakah calon Ketua Umum IGI Perempuan?  Hal yang juga menyenang...

Refleksi Membaca (beberapa bab) “How Humans Learn to Think Mathematically: Exploring the Three Worlds of Mathematics” karya David Tall

Image
Buku ini belum saya baca sampai tuntas. Baru bagian pendahuluan ( prelude ) dan dua bab berikutnya,  yakni “ The Foundations of Mathematical Thinking ” dan  “ Compression, Connection and Blending of Mathematical Ideas ”. Sebelum menuliskan refleksi saya mengenai buku ini, saya ingin bercerita apa yang membuat saya tertarik pada buku ini. Alasannya, karena saya cukup familiar dengan nama penulisnya. Pernah membaca salah satu penelitiannya yang ditulis bersama Gray (1994). Judulnya,  “ Duality, Ambiguity and Flexibility: A Proceptual View of Simple Arithmetic ”. Bahkan penelitian ini dikutip sebagai salah satu bahan untuk Training of Trainers (ToT) Gernas Tastaka mengenai Bilangan. Baru kali ini saya berkesempatan membaca bukunya. Buku bagian pendahuluannya tidak terlalu mudah untuk saya pahami. Setelah membaca bagian pendahuluan berkali-kali, dilanjutkan dengan dua bab berikutnya, saya menemukan beberapa hal yang terasa bermakna. Oh iya, bab kedua dan ketiga lebih mudah di...