Dec 18, 2013

Belajar dari Beberapa 'Display' Karya Siswa BIS

Belum lama ini saya bercerita tentang kunjungan saya ke Bandung International School (BIS). Tulisannya bisa dilihat di sini http://www.mahkotalima.blogspot.com/2013/11/mempelajari-bagaimana-siswa-kelas-5-bis.html . Saya ingin bercerita lebih banyak tentang kunjungan saya tersebut.

Jadi, saya punya hobi kalau berkunjung ke suatu sekolah, saya sangat suka melihat-lihat display sekolah tersebut. Banyak yang bisa dipelajari dengan melihat berbagai karya yang ditempel di dinding sekolah. Saya bisa membayangkan hal-hal yang dikerjakan siswa selama di sekolah dan terinspirasi oleh berbagai kreativitas anak. Saya ingat kunjungan saya ke sekolah Sururon beberapa tahun yang lalu, yang dikelola oleh Sarikat Patani Pasundan. Letaknya di Garut. Meskipun saat itu sekolahnya masih sederhana. Tidak ada kursi, anak-anak belajar lesehat tapi saya ingat berbagai karya siswa ditempel di sekeliling dinding kelas. Karyanya sangat bervariasi. Di lain sisi, ada juga sekolah-sekolah yang pernah saya kunjungi, yang lebih mewah tapi karya siswa hampir seragam baik warna maupun jenis karyanya. Display yang berbeda punya cerita yang berbeda di belakangnya. Cerita tersebut terkait dengan proses pembelajaran yang terjadi di sekolah. 

Selama di BIS, itu juga yang saya lakukan. Saya berkeliling melihat karya-karya siswa yang ditempel di dinding, dipajang di perpustkaan,juga di kelas. Tidak lama-lama sih, hanya sekitar satu jam. Tapi dengan begitu saya tetap bisa belajar banyak. 

Mbak Any, pustakawan BIS menemani saya berkeliling dan memberikan beberapa penjelasan. Berikut beberapa karya siswa yang saya lihat di BIS. Saya akan menceritakan beberapa, tapi agak acak yah

Belajar Membuat Pertanyaan (Kelas 2)

Di bawah adalah display yang menunjukkan bahwa anak belajar membuat pertanyaan. Sepertinya guru ikut membantu membuat display ini. Anak-anak (kalau tidak salah kelas dua) berdiskusi di kelas dan mengajukan pertanyaan. Kalau dilihat-lihat pertanyaannya mengenai perubahan iklim. Satu anak mengajukan satu, dua, atau tiga pertanyaan. Ada wajah mereka, nama mereka, lalu ada semacam balon (seperti orang bercakap-cakap di dalam komik) berisi pertanyaan-pertanyaan mereka.
Contoh pertanyaannya diantaranya :
- Why are some houses made out of grass and others bricks?
Kenapa beberapa rumah terbuat dari rumput (jerami) dan lainnya dari bata?
- Are there many people who live in the dessert?
Apakah ada banyak orang yang tinggal di gurun?
- Are there houses in the desert?
Apakah ada rumah di gurun?
- Why do deserts not get rain?
Kenapa di gurun tidak ada hujan?
- Is there any endangered animals in the desert?
Apa ada banyak binatang langka di hutan?
- Is there any grass or tree in the dessert?
Apakah ada rumput atau pohon di gurun?
- Why is it hot in Libya?
Kenala di Libia panas?
- Why is there ice in the world?
Kenapa ada es di dunia?


Pertanyaan-pertanyaan tersebut terlihat sederhana, tapi saya bayangkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut tak selalu mudah untuk dijawab. Untuk menjawab satu pertanyaan saja, anak-anak (dan guru bisa bereksplorasi mengenai berbagai hal). Misalnya pertanyaan "Kenapa beberapa rumah terbuat dari rumput (jerami) dan lainnya dari bata?" memungkinkan anak belajar tentang berbagai budaya yang berbeda, belajar mengenai bahan (dan kemampuannya menyerap panas), belajar mengenai bahan-bahan bangunan yang berkelanjutan, dan banyak hal lain. Tentu dengan begini, guru tidak bisa terpaku pada buku teks tapi mau bersama-sama dengan siswa mencari tahu jawabannya dari berbagai sumber (termasuk mungkin merancang percobaan sendiri).

 Mengekspresikan diri melalui karya seni (Kelas 8)
 Di bawah adalah gambar karya seni rupa siswa kelas 8. Saya tidak tahu metode membuat karya seninya, tapi yang jelas karya seni tersebut merupakan bentuk ekspresi siswa kelas 8 mengenai pengalamn-pengalaman mereka. Mereka diminta membuat karya mengenai pengalaman mereka yang paling pahit  ataupun pengalaman mereka yang paling menyenangkan. Senang melihat anak-anak belajar mengekspresikan diri mereka dengan seni, meskipun pengalaman paling pahit, misalnya seperti pengalaman orang tua bercerai. Dengan melihat berbagai karya siswa mengenai pengalaman mereka dalam hidup, kita jadi belajar bahwa setiap orang pasti punya pengalaman pahit dan juga yang menyenangkan. Saya jadi ingat bahwa tidak semua orang terbiasa  mengekspresikan diri secara terbuka baik tentang pengalaman pahit maupun menyenangkan. Dengan melihat karya-karya tersebut kita bisa belajar lebih banyak mengenai apa rasanya menjadi manusia. 


Menentukan karakter, setting, dan plot dari suatu cerita (Kelas 1)
Sepertinya ini dibuat oleh siswa kelas 1 SD. Sederhana banget tapi saya suka! Jadi ada selembar kertas panjang. Dan ada 3 bagian, masing-masing ditutupi kertas bergambar. Bisa dibuka seperti halnya kita membuka lembar halaman buku. Tampaknya anak-anak belajar membuat cerita. Di bagian depan mereka harus menggambarkan karakter, setting, dan plot dari cerita, sedangkan dibaliknya mereka harus menuliskan karakter, setting, dan plot dalam bentuk kalimat. Namanya masih kelas 1 SD, yah kalimatnya masih pendek-pendek dan masih ada salah eja. Meskipun begitu saya suka sekali melihat display ini. Dengan cara ini anak-anak belajar berimajinasi tapi sekaligus belajar caranya cerita secara sistematis.


Belajar memahami bacaan (Kelas 1)
Ini karya yang dibuat siswa kelas satu. Di bagian luar perpustakaan, ada satu bagian yang ditempeli semacam amplop-amplop. Judulnya "Fairy Tale Bags" yang artinya kantong dongeng, Kita bisa membuka amplop tersebut dan di dalamnya ada kertas A4 yang dibagi empat. Di dalamnya, siswa harus menggambar apa yang mereka tangkap dari cerita dongeng yang mereka baca, dan di bagian bawahnya mereka harus menuliskan bagian pembuka tulisan, bagian tengah, dan bagian penutup. Dengan cara yang sangat sederhana tapi menyenangkan, siswa belajar bahwa cerita harus terdiri dari bagian pembuka, tengah, dan penutup. Siswa juga belajar menceritakan kembali apa yang mereka baca. Ini berarti mereka bukan hanya belajar membaca tapi juga memaknai bacaan. 


Belajar mengenai identitas diri (SD kelas besar)
Gambar di bawah dibuat oleh siswa SD kelas besar (lupa kelas berapa, antara kelas 4 - 6). Isinya adalah buku mengenai identitas mereka. Pertama, mereka diminta mencari gambar yang menggambarkan identitas mereka. Misalnya, ada yang orang Cina dan dia menaruh gambar makanan Cina, gambar terkait tahun baru Cina. Dia juga adalah orang beragama Kristen, jadi dia menaruh gambar pohon natal yang menggambarkan hari besar agama Kristen, dan sebagainya. Dia juga merupakan seorang siswa sehingga dia menaruh gambar kelasnya. Gambar-gambar ini ditaruh di bagian depan buku yang mereka buat, jadi semacam bagian sampulnya. Lalu, di bagian dalamnya mereka menuliskan makna dari gambar-gambar tersebut mengenai mereka. Dengan cara ini, anak-anak belajar memahami diri mereka sendiri. Setiap orang menggambarkan diri mereka dengan identitas yang berbeda-beda. Di sisi lain, melalui karya teman-temannya mereka juga belajar mengenai identitas teman-temannya. Secara tidak langsung mereka belajar mengenai budaya lain, agama lain, dan berbagai sisi kehidupan orang lain.


Demikianlah beberapa display yang saya lihat selama di BIS. Sebenarnya ada lebih banyak display lainnya tapi belum bisa saya tuliskan sekarang. Nanti panjang sekali tuliannya. Btw, mudah-mudahan lain kali sempat menuliskannya. Mudah-mudahan sharing sederhana saya tentang display ini bermanfaat yah!

No comments: