Posts

The Saber : Sebuah Educational Currency

Image
Sumber Gambar : http://www.scribd.com/tesasilvestre/d/31762783-Saber#archive 1% dari pajak penggunaan telepon gengam ( handphone ) di Brazil digunakan untuk berbagai tujuan pendidikan. Selain menggunakan dana ini untuk membayar beasiswa dan meningkatkan fasilitas pendidikan ada cara lain untuk memanfaatkan dana ini. Bernard Lietar , seorang ahli currency, mengajukan sebuah proposal yang berbeda. Dia mengusulkan agar dana tersebut juga digunakan untuk sebuah Educational Currency yang disebut 'Saber'. Curency di sini berarti alat tukar. Prinsipnya sederhana. Siswa yang lebih besar harus menyediakan waktu untuk mengajar siswa-siswa yang lebih muda. Mereka akan mendapatkan semacam kupon yang menandakan bahwa mereka telah mengajar selama waktu tertentu. Poin yang dikumpulkan ini kemudian bisa digunakan untuk membayar biaya kuliah. Sehingga, bagi yang tidak mampu membayar biaya kuliah bisa mengumpulkan poin dengan mengajar. Sirkulasi dari Saber dikendalikan oleh Kementerian Pendidi...

I teach, therefore you learn... or do you?

Image
Catching Up or Leading The Way By Yong Zhao http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=14268387

[REPOSTING] Pendidikan Lingkungan Kehidupan, Apakah Diperlukan?

Image
Tulisan ini pernah dimuat di Koran Seputar Indonesia beberapa tahun yang lalu (saya lupa detailnya), mungkin masih relevan untuk kondisi sekarang. Pendidikan Lingkungan Kehidupan, Apakah Diperlukan? Oleh Dhitta Puti Sarasvati Di sekolah-sekolah di Jakarta, ada pelajaran Pengenalan Kehidupan Lingkungan Jakarta, disingkat PLKJ . PLKJ merupakan mengenai pengenalan lingkungan Jakarta. Pada dasarnya bertujuan mulia. Bukankah sangat baik untuk mengenali lingkungan di sekitar? Termasuk, mengenai Jakarta bila memang tinggal di Jakarta., Di Singapura juga ada pelajaran pengenalan lingkungan di sekolah. Siswa diajak pergi ke tempat-tempat umum seperti stasiun kereta api, taman, jalan, untuk melakukan pengamatan mengenai lingkungan. Kemudian siswa diminta membuat laporan dalam bentuk tertulis atau foto yang kemudian didiskusikan di kelas. Baik siswa maupun guru bebas berpendapat mengenai hasil pengamatannya. Melalui panca indera, siswa diajak untuk memahami yang ada dan terjadi di sekitarnya, sek...

Buku kecil

Image
Desember lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Nirmala, seorang aktivis lingkungan yang kini bergiat di Zero Emissions Research & Initiatives (ZERI) . Nirmala memberikan saya sebuah hadiah sebuah buku kecil yang manis, judulnya 'How can I be the strongest tree in the forest ' karya Gunter Pauli. Bukunya kecil sekitar 7 cm x 10 cm sehingga bisa dimasukkan kantung celana. Kertasnya dari potongan kertas sisa di percetakan yang dicapatkan secara cuma-cuma. Bisa potongan kertas tersebut dilipat-lipat sehingga membuat buku. Lucu banget. Ceritanya juga sederhana tetapi indah. Ini salah satu kutipan favoritku : "All contribute to be the strongest, some are small, some are ugly, some I do not know the difference between their head or tail" Intinya ketika pohon memiliki banyak daun, dia akan mendapatkan lebih banyak energi dari matahari. Lalu sisa-sisa daunnya akan jatuh ke tanah. Cacing, semut, jamur akan mengolah sisa daun tersebut dan itu akan menjadi mak...
I suppose every child has a world of his own — and every man, too, for the matter of that. I wonder if that's the cause for all the misunderstanding there is in Life? (Lewis Caroll)
I loved learning. School was the place of ecstasy - pleasure and danger. To be changed by ideas was pure pleasure. But to learn ideas that ran counter to values and beliefs learned at home was to place oneself at risk, to enter the danger zone . Home was the place where I was forced to conform to someone else's image of who and what I should be . School was the place where I could forget the self, and through ideas, reinvent myself. (Bell, 1994, p.3) Hooks, Bell . (1994). Teaching to Trnsgress : Education as the Practice of Freedom. New York : Routledge Falmer)