Posts

Pertama kali

Petama kali merasa Perasaan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya Tanpa ambisi Tenang, tenang sekali Bismillah

sharing tulisan yang berkesan

Saya hari ini membaca buku yang bagus sekali (menurut saya), judulnya Voices in a Seashell: Education Culture and Identity Ada satu potongan yang sangat berkesan di hati saya, menyangkut pentingnya identitas kultural yang mengingatkan saya akan salah satu falsafah pendidikan di INS Kayu Tanam, Sumatra Barat : Jadilah engkau jadi engkau. Sekolah mengasah kecerdasan akal budi murid, bukan membentuk manusia lain. (http://iti-ins.com/moduls.php?op=sis_article&category_id=255&article_id=96)) Saya ingin berbagi potongan tulisan yang berkesan bagi saya. Tulisan ini dibuat oleh Sir Geffrey A. Henry, Perdana Menteri Cook Island. Semoga bermanfaat. :) --- Education is in fact, just one component of the culture of the community. That education should be "for culture" is like saying a fish's tail is "for the fish", the horse's hoof is for the horse. Surely each serves a purpose. .... I assure you that we are not suggesting that our schools abandon western educa...

Kontroversi

Saya salut pada semua teman-teman yang terlibat film cin(T)a, karena berani mengangkat sebuah isu yang kontroversial. Menurut Samaria, itulah beruntungnya percaya pada yang Maha Kuasa. "There is nothing to loose." Kalau memang jalan terbaik, ya segalanya akan dimudahkan, kalau bukan, ya ya sudah artinya it is not meant to be. Menonton film cin(T)a saya merasa menjadi lebih kuat dan lebih berani. Selama ini tak banyak yang tahu bahwa sejak tahun 2007 saya diliputi kegelisahan akut karena selama 2007-2008 saya mengadvokasi korban UN. Dan saya melihat ketidakadilan yang begitu sulit saya ungkapkan terkadang. Bahkan ketika bercerita dengan sahabat-sahabat terdekat saya hanya bisa menangis, sehingga kadang mereka tak tahu cerita selengkapnya. Yang tahu bagaimana perasaan saya terutama hanya Mbak Anug, dan Angga yang benar-benar ikut proses advokasi bersama saya. Dan juga Pak Dan, teman konsultasi saya sepanjang tahun. Kami marah, nangis begantian, dengan perasaan tercabik-cabik. S...

cin(T)a

Saya baru menonton premiere cin(T)a di London. Film ini masih belum diputar di Indonesia, karena masih dalam proses sensorship, maklum isunya cukup sensitif, tentang hubungan beda agama, ras, suku, dan juga kelas. Kamis malam saya tiba di London, teman saya tempat saya biasa menebeng sedang di luar kota sehingga saya memutuskan untuk menginap di wisma merdeka, tempat menginapnya guru rajut saya, sekaligus penghuni DU65 tempat saya biasa nebeng dulu selama di Bandung, Mbak Danti. Saya sampai London jam 11 malam, belum booking tempat di wisma, saya berharap-harap saya diizinkan masuk. Ya nomor 44! Ini rumahnya, saya ketuk-ketuk dan saya kaget. Pintu dibukakan oleh wajah yang saya kenal melalui trailer film cin(T)a, sang pemeran utama Sunny Soon. "Mau mencari siapa ya?" katanya dengan suara halus. "Ingin menanyakan ada tempat untuk menginap tidak malam ini di sini." Jawab saya. Untuk pengelola wisma, berbaik hati mengizinkan saya tinggal di sana, asal penghuni yang lai...

Sharing film tentang bullying

Sheito Shokun (bisa dilihat di: http://www.mysoju.com/seito-shokun/) merupakan sebuah drama Jepang mengenai bullying. Walau film ini merupakan sebuah drama, what can be called as 'not so real', sebenarnya banyak hal dalam film ini yang merupakan isu-isu yang penting dalam pendidikan. Film ini awalnya sangat buram, menggambarkan siswa-siswa yang tidak percaya pada guru. Warna film ini begitu gelap, bercerita tentang remaja-remaja yang marah, kejam, dingin, dan juga nakal. Naoko, seorang guru lulusan universitas kependidikan, baru pertama kali mengajar di sana. Yang menarik adalah bagaimana Naoko dengan penuh kesadaran begitu mencintai profesi keguruan. Ia dianggap berasal dari sebuah universitas yang biasa saja saat ingin mendaftar. Saat ditawari untuk mengikuti kuliah lagi 'demi memungkinkan kenaikan pangkat' (bukan untuk belajar loh), agar kelak ia bisa jadi pejabat di sebuah kementrian pendidikan ia mengatakan, "Saya mau menjadi guru dan memang tidak berharap unt...

Kangen

Saya masih ingin menjadi seorang guru Ya, saya ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya Mungkin saya memang rehat beberapa tahun ini Mencoba hal-hal lain selain mengajar Tapi saya ingin kembali menjadi guru Saya ingin mengajar, bukan dengan kurikulum internasional Saya ingin mengajar dengan kurikulum nasional Itu cita-cita saya dan masih menjadi cita-cita saya Mengajar sebaik-baiknya dengan kurikulum nasional

PD VI

Seperti biasa.. Heboh.. Detail kehidupan yang begitu mencengangkan Hidupmu kaya kawan Seperti dirimu yang begitu unik Dan aku menyayangimu Sadarkah kita, betapa banyak keanehan yang kita lalui? Hal-hal yang mengerikan lalu diakhiri dengan tawa? Malan-malam yang membuat hati jantungan Lalu kita tertawa lagi Selamat melangkah Dengan berani Dan bahagia