Posts

Review Film: "Ikhsan: I Love You Mama"

Image
Awal film ini bikin frustasi karena film ini diawali sebuah adegan seorang guru membentak seorang anak untuk membaca suatu bagian dari suata buku. Bukan hanya itu. Gurunya pun galak tak kepayang. Saking galaknya yang nonton ikut merasa ngeri. Serem. Bagaimanapun juga, film "Iksan: Mama I Love You" mengangkat teman yang cukup unik, yakni tentang seorang anak yang dyslexsia. Ikhsan, seorang murid sekolah dasar dua kali ngak naik kelas. Sayangnya, ia tak mendapatkan support yang memadai. Teman-temannya pun sering mengejeknya, mengecapnya bodoh. Guru-guru di sekolahnya pun melakukan hal yang sama. Berulang kali ia di cap bodoh, sehingga tentu, akhirnya ia sendiri menjadi frustasi. Digangu terus-menerus, pada akhirnya Ikhsan terlibat suatu perkelahian dengan kakak kelasnya. Guru dan kepala sekolahnya makin marah tentunya. Ikhsan begitu sering mendapat nilai nol. Pihak sekolah lepas tangan. Ikhsan, terpaksa harus dikeluarkan. Di rumah, Ikhsan selalu dibandingkan dengan kakaknya yan...

Thanks

Your stories make me smile :)

Kejadian aneh-aneh

Kemarin waktu saya bekerja, ada dua kejadian. Yang pertama, ada seorang anak yang giginya copot di tengah pelajaran. Hal ini wajar, karena tentu saja anak seumur tersebut sedang masa-masanya ganti gigi susu menjadi gigi dewasa (kelas 5 SD). Selain ada yang giginya copoy, ada satu anak yang mencoret mukanya sendiri dengan spidol. Saat itu saya tidak memperhatikan kenapa dia mencoret mukanya sendiri, karena saya sedang membantu anak lain belajar. Saat kuajak untuk membersihkan mukanya dia ngak mau karena takut malah bakal 'mbleberi mukanya'. Jadi dia pulang dengan muka belepotan spidol. Eh di jalan saya bertemu dengannya, sedang dijemput ibunya. Ibunya marh-marah tampaknya. Anak ini ketawa-tawa aja lagi. Dasar! Hehehe.. Saya jadi ingat kejadian-kejadian di masa lalu. Waktu saya masih bekerja di sebuah tempat kursus di Bandung, ada satu anak yang cerdasnya luar biasa, tapi suka aneh-aneh. Dia tampaknya 'sedikit luar biasa'. Walau anaknya agak sulit berkonsentrasi, kadang k...

Permainan buat guru ekonomi

Image
Seorang rekan di klub guru, sempat menanyakan bagaimana caranya mengajarkan ekonomi/akutansi kepada siswa SMU secara menarik. Beberapa jawaban dari teman-teman pun bermunculan. Ada yang mengulkan agar diadakan market day, ada yang mengusulkan agar siswa diajak melihat suatu proses ekonomi. Tadinya saya tidak ingin ikut berkomentar, karena latar belakang saya bukan ekonomi, pengetahuan ekonomi saya minim dan saya juga tidak pernah mengajar ekonomi. Akan tetapi, sebagai seorang yang bernah berkuliah di bidang yang berhubungan dengan industri, terutama di bidang produksi, saya perlu mempunyai sedikitnya sekilas pengetahuan mengenai ekonomi. Selama saya kuliah saya diwajibkan untuk mengikuti mata kuliah manajemen, dan ada pilihan untuk mengikuti mata kuliah ekonomi teknik. Mengingat pengalaman-pengalaman saya semasa kuliah, saya mengingat suatu kegiatan yang sebenarnya berhubungan dengan pembelajaran ekonomi. Waktu itu saya mengikuti kegiatan HMM Development Program, semacam program kepemi...

Sebuah renungan

Salah seorang teman saya pernah bertanya, "kok loe masih mau sih berteman sama dia?" Itu ucapan teman saya saat saya menceritakan pertengkaran saya yang kesekian kalinya dengan seorang sahabat (sekaligus teman berantem saat itu) yang tak habis-habisnya. Teman saya, kata orang kebanyakan memang aneh, agak keras kepala, mellow berlebihan (kadang-kadang), suka sadis (kayak meninggalkan saya di tengah jalan), dan lain-lain. Saya juga punya teman baik yang sangat suka membual ke siapa saja. Bualannya ini mungkin menyebabkannya menjadi publik enemy. Saya santai-santai saja berteman dengannya. Toh kita bisa memperbincangkan apapun. Kedua cerita di atas adalah kejadian beberapa tahun yang lalu. Banyak orang mengira saya 'terlalu baik' karena kadang mau berteman dengan orang-orang yang mungkin oleh orang lain di cap 'tidak baik' entah sombong, suka membual, ajaib, dan sebagainya. Salam bersahabat, saya memang tak ingin banyak menilai. Saya ingin bersahabat itu saja. Me...

Model Pendidikan Bukan Hanya Sekolah

Jujur.. Saya pribadi memang tertarik pada dunia 'persekolahan'. Saya selalu bercita-cita ingin menjadi guru di suatu sekolah, yang alahamdulillah sempat terwujud. Tapi jauh dilubuk hati saya, saya percaya bahwa model pendidikan bukan hanya sekolah. Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa ada komunitas-komunitas pendidikan alternatif, kegiatan home schooling, dan banyak lagi. Dalam tiap budaya, pasti ada 'ide yang dianggap paling dominan'. Untuk zaman sekarang mungkin 'ide paling dominan' adalah sekolah. Ini sebuah hirarki yang dibentuk entah oleh budaya ataupun penguasa. Bagi saya, tak ada yang lebih baik. Model pendidikan yang paling baik, semuanya tergantung situasi (sosial, ekonomi, dll), kondisi, dan juga kecocokan masing-masing individu. Sebenarnya lama saya membayangkan salah satu model pendidikan yang 'kayaknya asik.' Model ini terinspirasi dari film-film kungfu. Walau saya bukan penonton setia film kungfu. Tapi saya sangat menyukai ide murid mencar...

Mengunakan teater/drama untuk belajar sains

Saya baru menonton tayangan di: http://www.teachers.tv/video/24931 Salah satu hal yang dibahas dalam program itu adalah pengunaan teater/drama untuk belajar mengenai lingkungan. Entah kenapa saya teringat akan sebuah kenangan lama waktu mengikuti kegiatan Pustakalana beberapa tahun lalu. Yakni sebuah acara sehari semalam untuk belajar mengenai tata surya. Salah satu acara malam adalah adanya pertunjukan drama sederhana yang dipentaskan oleh kakak-kakak tutor mengenai tata surya. Setiap kakak-kakak dari pustakalana memerankan suatu planet tertentu, atau matahari. Karena kisah ini sudah lama sekali, saya sedikit lupa detailnya. Ini mungkin cuplikan adegan yang saya ingat. Seorang kaka menggunakan hula hup di sekeliling tubuhnya, sambil meloncat-loncat mengelilingi matahari (yang diperankan oleh kakak yang lain), "Saya memiliki cincin," kata saturnus sambil menari-nari sambil berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari,"Siapakah saya?" Saya ingat Venus diperankan ole...