Posts

Belajar dari Rekan Sejawat, Belajar dari (Mantan) Mahasiswa

Image
Mengajar di Fakultas Pendidikan, berarti mengajar calon-calon guru. Ketika mereka, sebagian besar dari mahasiswa saya bekerja sebagai guru.  Kampus tempat saya mengajar baru meluluskan tiga angkatan. Maklum, memang kampus baru. Dan, hampir semua bergelut di bidang pendidikan, entah sebagai pengajar di kelas, fasilitator di lembaga pelatihan, staf di perguruan tingggi, pelatih di industri dan banyak lagi. Setiap kali saya bertemu mereka, saya luar biasa kagum. Apalagi, ketika saya melihat mereka tumbuh menjadi pendidik yang bukan hanya terampil, tetapi juga berdedikasi. Di bawah ini adalah kisah mengenai apa yang saya pelajari dari (mantan) mahasiswa saya, khususnya setelah mereka menjadi rekan sejawat, sesama 'guru'. Belajar dari Memaksimalkan Aplikasi Desmos dari (mantan) Mahasiswa Dulu, ketika di kampus, mahasiswa saya belajar memanfaatkan  Geogebra  untuk mengajar Geometri. Namun, sekarang kalau saa mengajar topik-topik matematika yang berhubungan dengan Geome...

"Guiding Questions untuk Filosofi Mengajar (Pribadi)

Kemarin saya bercerita bahwa saya mau mulai belajar membuat "digital teaching portfolio". Saya sudah mulai menyiapkan blog untuk itu ( http://mahkotalimateachingportfolio.blogspot.co.id /)  tapi belum banyak diisi. Salah satu sub bagian dalam "digital teaching portfolio" yang mau saya buat adalah mengenai "filosofi mengajar pribadi" atau dikenal dengan "(personal) teaching philosophy". Ketika mau menulis mengenai "filosofi mengajar pribadi" saya bingung, mulainya dari mana. Jadi saya coba googing mengenai pertanyaan-pertanyaan yang bisa menjadi panduan (guiding questions) ketika menuliskan filosofi mengajar pribadi. Guiding questions tersebut saya dapatkan dari website ini : http://www.facultyfocus.com/…/six-questions-will-bring-tea…/   Siapa tahu ada yang mau belajar juga. :) 

Ingin mulai belajar bikin portfolio (lagi)

Di kongres IGI yang lalu, saya sempat ngobrol dengan seorang teman mengenai portofolio guru. Menurut saya, membuat portofolio sebenarnya bisa jadi cara bagus untuk pengembangan profesi guru. Tentu saja portofolionya bukan hanya portofolio asal-asalan yang berisi kumpulan sertifikat seminar ini seminar itu. Tujuan membuat portfolio juga tidak harus sekadar untuk kebutuhan sertifikasi (seperti tren yang terjadi beberapa tahun yang lalu) Sebenarnya 5 tahun yang lalu saya pernah membuat portofolio. Kebetulan saya mengikuti workshop yang memang mensyaratkan kami, para peserta, untuk membuat portofolio. Setelah workshop, saya mulai mendokumentasikan lesson plan, foto kegiatan, hasil refleksi atas pembelajaran, hasil (observasi) dan masukan dari rekan sejawat dan atasan, contoh rubrik penilaian dan jawaban siswa.Semuanya dikumpulkan dalam satu file holder (yang sayangnya sudah hilang). Tapi, waktu itu saya membuat portfolio karena keharusan, bukan kesadaran sendiri. Setelah itu, belum saya ...

The Future of Education : Journal Reflection 2 During your own education, how has your "intelligence" been assessed?

When I was little, both of my parents believed that I was smart and intelligent. Although I am a Muslim, my (second) middle name is “Sarasvati” which is the Hindu Goddess of knowledge and arts. My father gave me that name, hoping that I would grow up into an intelligent person who loves learning. Both of my parents read books to me everyday. At the age of three I was already able to read. I was known as a child who was extremely active. I never stopped moving or talking or doing something. I was also a curious child and loved to pose questions to the people around me. I guess, when I was little, adults considered me as an intelligent little girl. However, things changed when I was in school. In school, I never felt intelligent. During my school days, students were ranked based on their performance in class. In my elementary school there were about 40 students in a class. Students that was the highest performer will be ranked the 1st. Then, there is students that ranked the 2nd, the ...

The Future of Education: Journal Reflection 1 (Part 2) And what ideas do you already have about the future of education?

Image
Picture by : Dhitta Puti Sarasvati Ramli, Kandi Sekarwulan, & Arya Jodipati Above is a drawing which I made together with my friends (Kandi and Jodi). The picture is about our vision about education. On the bottom left of the drawing, there is picture  of a child who is climbing a tree. Some other children are standing near the tree. There also another child standing with an adult,  looking at the tree from a certain distance. That part is about learning from nature. Our hope is that education (today and in the future) gives an opportunity for people to learn from nature. Additionally, the picture of the child with an adult also reflects our hope that through education people from different generations can learn from one another. On the bottom right, there is a picture of people who are working together to build a house with solar cell energy. This part is about our dream that education becomes a tool for people to work together and build a better world. On the ...

The Future of Education: Journal Reflection 1 (Part 1)

Based on your experience as a learner, what do you think you will be able to get out of this course?  Since a few years ago, I started having a very ambitious dream. I wanted to write a blue print about the future of Indonesia's education. Then, one day, coincidentally, I was watching a TEDx London talk by Ken Spours.   He mentioned that to revolutionize the education in England  "we should start by trying to agree about our value". In his talk he mentioned three main values. First, that everybody counts, everybody can be educated, everybody is educable, and  everybody can both think and do. Second, that we must consider the law of care, which meant that the ones   who need the most must get the most.Third, he argued that we should move from the word "versus" toward the word "and". For example, the term "subject versus real life experiences" and "knowledge versus skills" should rather be "subject and real life experiences...

Oh, Saya Cari Gara-gara!

Image
Sumber : http://www.vasanthk.com/wp-content/uploads/2015/03/Promise-Quote.jpg Beberapa bulan yang lalu, saya cari gara-gara.  Begini ceritanya. Sudah sejak tahun 2007, teman-teman dan saya mendirikan Sekolah Rumah Mentar i (sebuah komunitas belajar). Di sana kami banyak berkegiatan bersama anak-anak di Kampung Sekepicung, kadang juga bersama pemuda, ibu-ibu, maupun bapak-bapak yang ada di Kampung tersebut. Kegiatannya bervariasi dari kegiatan belajar bersama (matematika, bahasa Inggris, memasak), jalan-jalan, bermain drama, berkebun, dan banyak lagi. Namun, saya merasa ada yang kurang. Saya ingin berjejaring dengan guru-guruyang mengajar di sekolah-sekolah di sekitar Sekolah Rumah Mentari. Siapa tahu ada kesempatan untuk berinteraksi dan bekerja sama.  Jadi, saya mulai dengan mengunjungi salah satu sekolah, sebuah SD,  yang letaknya tak jauh dari Kampung Sekepicung. Bu Dewi (teman yang rumahnya kami pakai untuk kegiatan Sekolah Rumah Mentari) menemani say...