Posts

Eddie Woo dan Matematika: Kisah Seorang guru Matematika

Image
Eddie Woo adalah seorang guru matematika sekolah menengah dari Australia. Saat mengajar, salah satu siswa Woo sakit. Agar bisa mendukung siswanya untuk tetap belajar, Woo mengupload video pengajarannya ke youtube. Lama-kelamaan, semakin banyak orang yang menonton video-video yang dibuat Woo (lihat : https://www.youtube.com/channel/UCq0EGvLTyy-LLT1oUSO_0FQ ) . Woo pun menjadi terkenal layaknya seorang selebritis. ABC News Australia meliput Woo dengan judul “ Australian Story: Meet Eddie Woo, the maths teacher you wished to had in high school. ” Pada tahun 20 18. Eddie Woo sempat menjadi pembicara di TedX-Sydney untuk berbicara mengenai topik “Mathematics is the sense you never knew you had ” (lihat: https://tedxsydney.com/talk/mathematics-is-the-sense-you-never-knew-you-had-eddie-woo/ ). Meskipun kini Woo selalu terlihat sangat tertarik pada matematika, ternyata sebelumnya Woo tidak pernah membayangkan akan menjadi guru matematika. Saat sekolah, nilai matematika Woo tidak men...

Refleksi Membaca “A Mathematican’s Lament”: Tidak Adanya Matematika di Kelas Matematika

Refleksi Membaca “A Mathematican’s Lament”: Tidak Adanya Matematika di Kelas Matematika Oleh Dhitta Puti Sarasvati https://mahkotalima.blogspot.com/2019/06/tidak-adanya-matematika-di-kelas.html “A Mathematician’s Lament: How Schools Cheat Us of Our Most Fascinating and Imaginative Art Form” merupakan buku karya seorang matematikawan, Paul Lockhart. Isinya kritik terhadap pengajaran matematika di sekolah. Menurut Lockhart, seringkali tidak ada matematika di kelas matematika. Lockhart menggunakan analogi tentang cara belajar seni untuk menggambarkan bagaimana matematika diajarkan di sekolah. Analogi-analogi yang ditulis oleh Lockhart adalah sebagai berikut: Analogi 1 Bayangkan sebuah kelas musik. Musik biasanya dituliskan dengan notasi balok. Saat pelajaran musik, siswa harus menguasai cara membaca not balok. Guru mengajar dengan menuliskan musik dengan not balok di papan tulis. Siswa menyalinnya. Kadang, siswa ...

Refleksi Pengalaman (Guru) Belajar Matematika

Image
Sumber Gambar:  https://www.wikihow.com/Write-a-Personal-Essay   Salah satu pertanyaan yang biasa diajukan kepada guru-guru peserta lokakarya Gernas Tastaka adalah: “Bagaimana pengalaman bapak / ibu belajar matematika ketika sekolah dulu?” “Apa pengalaman yang paling tidak menyenangkan yang pernah bapak / ibu alami terkait belajar matematika?” “Apa pengalaman bapak / ibu yang paling menyenangkan terkait belajar matematika?” “Dari skala 1 sampai 10, seberapa percaya dirikah bapak / ibu dalam mengajar matematika untuk tingkat SD? “ Di bawah, adalah beberapa contoh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas: Kasus 1 Ketika sekolah dulu, saya sangat membenci matematika. Guru saya dulu galak sekali. Kalau siswa tidak bisa mengerjakan soal matematika, malah dimarahin. Jadinya, semakin takut. Sulit bagi saya untuk mengingat pengalaman yang menyenangkan terkait matematika. Tingkat percaya diri saya untuk mengajar matematika, di level SD, adalah 5 dari ska...

Mengikuti Pelajaran Matematika atau Belajar Bermatematika?

Image
Saat pelajaran matematika berlangsung, guru meminta siswa menyalin beberapa nomor soal pilihan ganda di buku catatan. Semua soal diambil dari buku Lembar Kerja Siswa (LKS). Setelahnya, siswa diminta memberi silang pada jawaban yang dianggap benar.  Waktu di kelas habis untuk menyalin soal. Siswa menjawab soal-soal matematika tanpa perlu berargumen mengapa mereka menganggap jawaban mereka benar.  “Kenapa jawabannya seperti itu?”, “Bagaimana caranya kamu sampai pada kesimpulan seperti itu?”, “Adakah cara lain untuk menyelesaikan soal ini?”, “Mana cara yang lebih efisien?”,   “Kenapa?”, bukalah pertanyaan-pertanyaan yang biasa didengar siswa di dalam kelas.  Di kelas yang lain, siswa-siswa kelas satu, yang belum semuanya lancar memegang pensil sedang mengikuti pelajaran mengenai nilai tempat ( place value ). Guru memberikan siswa soal seperti berikut: “146 dibaca ……”.  Siswa diharapkan menuliskan: “seratus empat puluh enam”.  Ada sembil...

Selamat Hari Pendidikan Sesama Anggota Mailing-list Pendidikan!

Sebelum adanta WhatsApp, Instagram, dan Facebook, cara teman-teman dan saya bertukar gagasan tentang pendidikan adalah melalui mailing-list. Ada tiga mailing-list yang dulu aktif saya ikuti, ketiganya saya ikuti sejak masih mahasiswa. Mailing-list tersebut adalah Center for Betterment of Education (CFBE), sd-islam, dan Klub Guru Indonesia (KGI) yang merupakan cikal bakalnya IGI. Saya juga mengikuti mailing-list sains tapi lebih sebagai anggota pasif. Semual mailing-list tersebut membahas isu-isu pendidikan, meskipun kenyataannya kadang juga membahas berbagai isu lainnya (termasuk politik dan agama). Cara bekerja mailing-list ada kemiripannya dengan Whats-App Group. Sekali kirim email, langsung bisa dibaca oleh banyak orang. Di mailing-list kami sesama anggota berbagi tulisan, berdebat, dan berbagi bermacam-macam artikel. Siapa sangka keaktifan menulis di mailing-list memugkinkan saya punya begitu banyak pengalaman. Proses debat yang terus menerus membuat saya belajar untuk mengemuk...

Gernas Tastaka (1):Cerita Inisiasi Gerakan Nasional Berantas Buta Matematika (Gernas Tastaka)

Image
Sekitar minggu ketiga September 2018, saya dikontak oleh Pak Ahmad Rizali (Pak Nanang). Beliau mengajak untuk bikin gerakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika, baik di sekolah maupun di masyarakat. Gerakan ini berangkat dari kegelisahan Pak Nanang ini dituangkannya dalam tulisan  "Indonesia Darurat Matematika" yang dimuat di Kompas.Com  pada 24 September 2018. Saya telah mengenal Pak Nanang cukup lama. Pak Nanang merupakan pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan saya pernah jadi pengurusnya (2009 - 2016). Sebelumnya, saya sudah mengenal Pak Nanang lewat tulisan-tulisannya di mailing-list Center for Betterment of Indonesai (CFBE). Saya tahu, kalau Pak Nanang yang mengajak bikin gerakan, pasti tidak main-main, akan dikerjakan dengan sangat serius. Banyak yang tidak tahu, tapi Pak Nanang merupakan otak di belakang beberapa gerakan pendidikan di Indonesia, diantaranya  Gerakan Indonesia Mengajar (GIM), pengiriman guru untuk mengajar di perbatasan Indones...

Agen Schooling di Antara Pegiat-pegiat Pendidikan Alternatif.

Image
Foto bersama teman-teman pegiat dan anak-anak dari berbagai komunitas pendidikan alternatif ketika Pertemuan Nasional 2 Pendidikan Alternatif di Dusun Genting, Semarang (28 Oktober 2018) Sejak tahun 2002-an, saya sudah banyak berteman dengan teman-teman yang bergiat di pendidikan alternatif. Waktu masih mahasiswa, saya ikut berkunjung ke Qaryah Thayibah, Salatiga. Saya menginap di sana selama beberapa malam, mempelajari bagaimana anak-anak Qaryah Thayibah belajar. Beberapa waktu berikutnya saya diajak Kang Rahmat Jabaril (pendiri Komunitas Taboo, Bandung) untuk jadi co-fasilitator lokakarya pembuatan peta wilayah, di Sekolah Sururon, Garut (binaan teman-teman Sarikat Petani Pasundan). Selama masih berkuliah di Bandung, saya cukup sering ketemu dan sesekali berkegiatan bersama teman-teman Kalyanamandira (yang mengurus anak-anak di Rumah Tahanan di Jalan Jakarta, Bandung).   Kini pun saya masih sering ketemuan dengan teman-teman pegiat pendidikan lainnya seperti dari Sangga...