Posts

Showing posts with the label Aktivisme

Cerita Persiapan Lokakarya untuk Guru di SMKN 11

Image
Saya masih berada di Biaro, menjenguk Ibu Mertua saat libur lebaran ketika saya memperoleh telepon dari Pak Bagiono. Pak Bagiono, adalah salah satu orang yang sangat saya hormati.  Dulu sempat jadi pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI), Atase Pendidikan Kebudayaan Indonesia di Prancis, dan termasuk salah satu orang yang ikut mengembangkan banyak Sekolah Menengah Kejuran (SMK) di Indonesia. Waktu saya baru ke Indonesia setelah studi S2, Pak Bagionolah yang menawarkan saya untuk mengajar bahasa Inggris di sebuah Akademi Farmasi di daerah Fatmawati. Meski suka mengajar dan bisa berbahasa Inggris, saya tidak tahu caranya mengajar bahasa Inggris, apalagi untuk calon apoteker. Saat itu saya lebih nyaman mengajar Fisika atau Matematika.  Pak Bagiono memberikan saya tips-tips untuk mengajak mahasiswa mengenal kalimat-kalimat yang umum digunakan dalam berkomunikasi (secara lisan) dan melakukan banyak dialog di dalam kelas. Saya pun menjalankan tipsnya, dan lumayan  berhasil. Di usia...

Refleksi Menjadi Relawan di "Sanggar Belajar Sejahtera"

Image
Sudah lebih dari satu tahun yang lalu saya memilih untuk bergabung dengan Sangar Belajar Sejahtera sebagai  relawan pengajar matematika. Siswa-siswa Sanggar adalah anak-anak SD yang tinggal di daerah PertanianUtara, Klender. Saya memilih berkegiatan di Sanggar Belajar Sejahtera karena kegiatannya malam hari (dan di hari kerja). Saya bekerja dari pagi sampai sore, dan Sabtu-Minggu suka banyak acara, baik acara keluarga maupun kegiatan lainnya. Satu-satunya pilihan untuk berkegiatan adalah di malam hari. Saya ingat, kira-kirasetahun lalu, calon relawan-relawan baru (termasuk saya) yang mendaftar melalui website Indorelawan diundang ke sebuah pos RW   untuk di- briefing  oleh kakak relawan yang sudah lebih lama berkegiatan. Calon relawan baru dijelaskan  tentang sejarah Sanggar dan juga kegiatan di sanggar. Calon relawan pun disuguhi lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak dari Sanggar. Saya lupa berapa calon relawan yang ada di kegiatan briefieng tersebut. Kal...

Oh, Saya Cari Gara-gara!

Image
Sumber : http://www.vasanthk.com/wp-content/uploads/2015/03/Promise-Quote.jpg Beberapa bulan yang lalu, saya cari gara-gara.  Begini ceritanya. Sudah sejak tahun 2007, teman-teman dan saya mendirikan Sekolah Rumah Mentar i (sebuah komunitas belajar). Di sana kami banyak berkegiatan bersama anak-anak di Kampung Sekepicung, kadang juga bersama pemuda, ibu-ibu, maupun bapak-bapak yang ada di Kampung tersebut. Kegiatannya bervariasi dari kegiatan belajar bersama (matematika, bahasa Inggris, memasak), jalan-jalan, bermain drama, berkebun, dan banyak lagi. Namun, saya merasa ada yang kurang. Saya ingin berjejaring dengan guru-guruyang mengajar di sekolah-sekolah di sekitar Sekolah Rumah Mentari. Siapa tahu ada kesempatan untuk berinteraksi dan bekerja sama.  Jadi, saya mulai dengan mengunjungi salah satu sekolah, sebuah SD,  yang letaknya tak jauh dari Kampung Sekepicung. Bu Dewi (teman yang rumahnya kami pakai untuk kegiatan Sekolah Rumah Mentari) menemani say...

Garbage Warrior [Full Length Documentary]

Image
From watching this movie, I learned a lot about how people have to strugle whenever they want to make a change. First, they have ideas. Some of it works, some of it does not. When it does not, others start questioning. They doubt the idea. They asked the 'people' to go back to 'how it used to be' by following the old rules. The people keep on inovating. What's os wrong of experimenting new ideas to make a better world. Then they start to use forces. Then, people feel lost, frustated. Is there any hope? Keep on thinking, until the right time comes. You try your ideas again. It works. Then you start to have hope again.

Barefoot College : Guru Adalah Murid dan Murid Adalah Guru

Image
Barefoot College : Guru Adalah Murid dan Murid Adalah Guru Beberapa tahun yang lalu saya melihat sebuah film dokumenter di Eagle Awards, Metro TV . Film tersebut menggambarkan mengenai seorang dokter yang bekerja di daerah pedalaman. Saat itu ada seorang pasien yang harus diinfus. Namun, ada masalah. Cairan infus yang tersedia sudah kadaluwarsa.  Pilihan yang ada hanya dua, antara menggunakan infus yang sudah kadaluwarsa atau tidak menginfus pasien sama sekali. Sang dokter akhirnya memilih pilihan yang pertama. Untungnya, sang pasien sembuh. Hal yang serupa terjadi ketika dia harus mengoperasi seorang pasien. Dokter tersebut membutuhkan pisau bedah tetapi saat itu tidak ada pisau bedah yang tersedia. Akhirnya dokter memilih menggunakan alat potong lain untuk mengoperasi pasien. Saya lupa alat apa yang digunakan, kalau tidak salah dia menggunakan cutter. Tentunya alat tersebut perlu disterilisasi terlebih dahulu. Kalau dokter yang bekerja di kota-kota besar menerapkan ...

Personal Reflection : The Mind of "Anak Sekolahan"

I find the village people are very logic, and sober thinkers and do not think so complicated as the city people. I have come to compare this with the wajang. In the wajang the heroes of Ramajana, and Mahabarat like Arjuna, Bima, Gatot Kaca, Judistira etc., are thinking in a very complicated way... not very logic but very Ksatria and so on, while the figures like Bagong, Semar, Petruk, Garong, etc. are very sober and very logic, very often coming with home truths and very realistics. Well, this same comparison can be made for the whole of Indonesian society. The pemimpin-pemimpin are the Arjuna, Judistira, etc., thinking in very complicated terms, but the common desa people are very sober and logic like Semar and Petruk. The same comparison is also true for the villages around  Djakarta. The people there are also very sober and logic. We often think of the village people as dumb and stupid, though they are not learned and well informed. But I discovered that they were very intelleg...

Tulisan Tahun 2008

Ini sebuah tulisan yang saya buat sehkitar tahun 2008. Nemu ketika lagi beres-beres. Aku ingin... Setiap anak, hidup di dunia yang memungkinkan mereka memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah, mampu memaksimalkan fungsinya sehingga di manapun seorang anak berada, ia bisa belajar untuk mengembangkan bakat-bakatnya dan juga karakternya. Mereka hidup di dunia yang penuh dengan kedamaian, di mana perbedaan menjadi suatu kekuatan  untuk saling bekerja sama dan membangun dunia yang lebih baik. Aku ingin, anak-anak ini tumbuh menjadi manusia-manusia sederhana yang menggunakan apapun yang dimilikanya baik waktu, harta, maupun pengetahuannya untuk kebaikan dirinya sendiri, keluarga, maupun lingkungannya. Mereka akan tumbuh menjadi manusia yang peduli dengan sesama dan bersama bergerak untuk mengusahakan perbaikan kesehatam pendidikan, dan kualitas hidup diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Anak-anak ini akan tumbuh m...

Quebec Student Strike - Gabriel Nadeau-Dubois

Image
Di Indonesia bagaimana yah?