Posts

Showing posts with the label Bertemu Pendidik

Cerita Persiapan Lokakarya untuk Guru di SMKN 11

Image
Saya masih berada di Biaro, menjenguk Ibu Mertua saat libur lebaran ketika saya memperoleh telepon dari Pak Bagiono. Pak Bagiono, adalah salah satu orang yang sangat saya hormati.  Dulu sempat jadi pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI), Atase Pendidikan Kebudayaan Indonesia di Prancis, dan termasuk salah satu orang yang ikut mengembangkan banyak Sekolah Menengah Kejuran (SMK) di Indonesia. Waktu saya baru ke Indonesia setelah studi S2, Pak Bagionolah yang menawarkan saya untuk mengajar bahasa Inggris di sebuah Akademi Farmasi di daerah Fatmawati. Meski suka mengajar dan bisa berbahasa Inggris, saya tidak tahu caranya mengajar bahasa Inggris, apalagi untuk calon apoteker. Saat itu saya lebih nyaman mengajar Fisika atau Matematika.  Pak Bagiono memberikan saya tips-tips untuk mengajak mahasiswa mengenal kalimat-kalimat yang umum digunakan dalam berkomunikasi (secara lisan) dan melakukan banyak dialog di dalam kelas. Saya pun menjalankan tipsnya, dan lumayan  berhasil. Di usia...

Oh, Saya Cari Gara-gara!

Image
Sumber : http://www.vasanthk.com/wp-content/uploads/2015/03/Promise-Quote.jpg Beberapa bulan yang lalu, saya cari gara-gara.  Begini ceritanya. Sudah sejak tahun 2007, teman-teman dan saya mendirikan Sekolah Rumah Mentar i (sebuah komunitas belajar). Di sana kami banyak berkegiatan bersama anak-anak di Kampung Sekepicung, kadang juga bersama pemuda, ibu-ibu, maupun bapak-bapak yang ada di Kampung tersebut. Kegiatannya bervariasi dari kegiatan belajar bersama (matematika, bahasa Inggris, memasak), jalan-jalan, bermain drama, berkebun, dan banyak lagi. Namun, saya merasa ada yang kurang. Saya ingin berjejaring dengan guru-guruyang mengajar di sekolah-sekolah di sekitar Sekolah Rumah Mentari. Siapa tahu ada kesempatan untuk berinteraksi dan bekerja sama.  Jadi, saya mulai dengan mengunjungi salah satu sekolah, sebuah SD,  yang letaknya tak jauh dari Kampung Sekepicung. Bu Dewi (teman yang rumahnya kami pakai untuk kegiatan Sekolah Rumah Mentari) menemani say...

Buku Fiksi Tidak Penting?

Image
Sebuah sekolah mempraktekkan kegiatan silent reading , di mana siswa diberi waktu untuk membaca selama 15 menit setiap hari. Kegiatan tersebut diliput koran. Kepada wartawan, dengan bangga pihak sekolah mengatakan bahwa setiap hari siswa diminta membaca buku pelajaran, bukan buku lainnya. Di tempat lainnya, seorang anak lagi senang-senangnya membaca Harry Potter. Walaupun tebal, tapi seru. Buku tersebut lahap dibahasnya. Orang tuanya tidak suka anaknya membaca Harry Potter. Ceritanya mengenai sihir dan tidak ada kaitannya sama pelajaran. Dia lebih senang anaknya membaca buku pengetahuan, non-fiksi. “ Giliran baca Harry Potter tidak berhenti-berhenti, tapi pas baca buku pelajaran malas-malasan,” kata orang tua tersebut menyindir  anaknya.  Ilustrasi di atas, bukanlah kisah nyata tapi terinspirasi dari fenomena-fenomena yang ada di sekitar. Beberapa kali saya temui orang tua (dan guru) yang lebih bangga ketika anak/siswanya membaca buku pelajaran ketimbang buku cerita. ...

Bertemu Sensei Okihara

Rabu lalu, 29 Agustus 2012, saya dan Mbak Danti mendapatkan kesempatan untuk bertemu seorang guru, peneliti, profesor, pelatih guru, dari Jepang. Namanya Sensei Katsuaki Okihara dari Kyoto Notre Dame University. " Basically, I'm an education person. I quite of do everything ", kata Sensei Okihara. Sensei Okihara mengajar sejak tahun 1981. Banyak sekali yang sudah pernah (dan masih dikerjakannya). Setelah menyelesaikan trainingnya di bidang English Language Teaching , dia  mengajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah di Jepang. Dia pernah mengajar  siswa berbagai usia. Dia juga pernah menjadi penasihat Kementerian Pendidikan Jepang, khususnya mengenai kebijakan pendidikan bahasa Inggris di Jepang. Kini dia masih mengajar (kalau tidak salah di sekolah menengah atas), perguruan tinggi, dan juga menjadi pelatih guru. Selain itu Sensei Okihara terus meneliti. "Guru juga harus meneliti," katanya, "Itu salah satu kewajiban guru di Jepang. Sebenarnya  dengan mela...