Posts

Showing posts with the label Klub Baca IGI

[Klub Baca IGI ] Membaca Belajar Heran di Negeri Jiran (1) : Cerita tentang Sebuah Perjalanan Menjadi Dosen di UTM

Image
[Klub Baca IGI ] Membaca Belajar Heran di Negeri Jiran (1) : Cerita tentang Sebuah Perjalanan  Menjadi Dosen di UTM Oleh : Dhitta Puti Sarasvati Saya mengenal Pak Bambang Sumintono ketika dia sudah menjadi dosen di Universitas Teknologi Malaysia (UTM).  Kami satu mailing-list (milist)  Center for Betterment of Education (CFBE). Tulisannya banyak beredar di milist tersebut. Sesekali saya membaca di blog -nya http://deceng2.wordpress.com .   Tidak semua tulisan Pak Bambang pernah saya baca. Hanya sebagian saja. Ternyata tulisan-tulisannya di blog sudah sangat banyak dan ini kemudian diterbitkan dalam buku “ Belajar Heran dari Negeri Jiran” terbitan Metagraf, 2012. Sebelum saya membaca buku karya Pak Bambang saya punya asumsi sendiri tentang Pak Bambang. Pak Bambang adalah dosen UTM yang pintar, sudah S3, mantan direktur program-nya Klub Guru Indonesia (KGI – sebelum menjadi IGI), peneliti mengenai RSBI, bahasa Inggrisnya bagus, dan aktif menulis ...

Membaca "Sepatu Dahlan"

Seorang teman pernah mengatakan, manusia  punya kebebasan untuk memilih melakukan apapun yang dikehendaki, tetapi manusia tidak bisa memilih konsekuensinya. Apapun pilihan kita, kita harus siap menanggung konsekuensinya. Menurut saya, menyadari bahwa setiap hal yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya, adalah bagian dari proses menjadi lebih dewasa Buku “Sepatu Dahlan” karya Khrisna Pabicara bercerita tentang kisah seorang anak lulusan SD bernama Dahlan yang kemudian melalui begitu banyak peristiwa sehingga kemudian belajar menjadi lebih dewasa. Pesan mengenai kesadaran akan suatu konsekuensi itu saya temui mulai bab pertama hingga bab-bab berikutnya. Dahlan lulus SD dengan nilai yang bervariasi. Meskipun ada tiga angka sembilan yakni untuk pelajaran Menulis, Gerak Badan, dan Menyanyi, tetapi ada dua angka merah  yaitu untuk pelajaran berhitung dan bahasa daerah. Mendapatkan nilai merah di rapor, pasti ada konsekuensinya. Meskipun siswa lain berbahagia telah lulus SD...

Membaca Steve Jobs (Bagian 2)

Membaca "Steve Jobs" (Bagian 2) Oleh Dhitta Puti Sarasvati Di bulan Januari, setahun yang lalu, saya beruntung bisa belajar banyak tentang menulis dari seorang sastrawan, Pak Yudhistira Massardi. Pak Yudhistira menjadi fasilitator dalam sebuah kegiatan IGI yakni seminar dan rangkaian workshop “Membangun Kemampuan Menulis Guru.” Ada hal menarik yang saya dapatkan darinya. Dalam salah satu workshop beliau pernah mengatakan  bahwa sebuah cerita menjadi menarik ketika tokohnya mengalami perubahan karakter. Misalnya, yang tadinya sifatnya pemarah, lalu ada kejadian-kejadian yang membuatnya tidak pemarah lagi. Atau, Yang tadinya baik, ternyata bisa berubah sifatnya karena kondisi-kondisi tertentu. Seringkali dalam sinetron-sinetron, di Indonesia, satu orang tokohnya jahat melulu, atau baik melulu. Cerita seperti ini cenderung membosankan. Saya setuju. Menurut saya, cerita yang tokohnya selalu baik terus atau jahat terus adalah cerita yang membosankan. Apalagi kala...

Membaca "Steve Jobs" (Bagian 1)

Membaca "Steve Jobs" (Bagian 1)   Oleh Dhitta Puti Sarasvati Saya tidak pernah berencana membaca buku Steve Jobs karya Walter Isaacson. Walaupun saya terpukau pada pidato Steve Jobs di Stanford (  http://news.stanford.edu/news/ 2005/june15/jobs-061505.html  ) , saya bukan fans-nya. Biasa saja.  Jadi, buku "Steve Jobs" tidak masuk dalam buku yang akan saya baca, setidaknya dalam waktu dekat. Saya sedang berencana membaca (banyak) buku-buku bertema pendidikan dan juga novel. Waktu Mas Eko Prasetyo, seorang anggota milis Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengusulkan mengadakan Klub Baca IGI dan mengusulkan membaca Biografi "Steve Jobs" saya terima saja tantangannya. Kenapa tidak? Mungkin awalnya saya tidak berminat, tetapi bisa saja saya tetap mendapatkan sesuatu dari membacanya. Ternyata saya memang mendapatkan sesuatu. Sebelum menceritakan bagian pertama yang berkesan di hati saya, saya akan menceritakan sesuatu mengenai kegelisahan saya.   Kegelis...