Posts

Showing posts with the label Pendidikan Nasional

Mengajarkan Isu Kontroversial Di Dalam Kelas? Boleh tapi ....

Image
Belakangan ini, ada banyak pembahasan mengenai kejadian 1965. Isu mengenai kejadian 1965 merupakan salah satu isu yang kontroversial. Stradling (1985) mendefinisikan isu yang kontroversial sebagai berikut :  "those issues on which our society is clearly divided and significant groups within society advocate conflicting explanations or solutions based on alternative values"  yang berarti :    "Isu-isu yang ketika dibahas di masyarakat jelas menimbulkan perbedaan pendapat yang sangat jauh. Kelompok yang berbeda di masyarakat memiliki opini yang sangat bertentangan satu sama lain ataupun solusi didasari pada nilai yang sangat berbeda." Selain kejadian tahun 1965, ada banyak isu kontroversial lainnya, misalnya mengenai hukuman mati, dan sebagainya. Apakah sekolah perlu mengajak siswa belajar mengenai isu-isu yang kontroversial? Ada yang mengatakan perlu dan ada yang mengatakan tidak. Saya termasuk yang mendukung sekolah dalam mengajarkan siswa...

Meninjau Pengelompokan Siswa Berdasarkan Kemampuan Akademik

Ada berbagai cara pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan akademik. Dalam sebuah artikel berjudul “Ready, Set(?), Go!“ dijelaskan mengenai 4 jenis pengelompokan tersebut, yakni dengan streaming, setting, banding, dan mixed-ability . Streaming adalah ketika siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan akademiknya dan siswa berada pada kelompok yang sama untuk hampir semua mata pelajaran. Hal ini, misalnya dengan apa yang terjadi di sekolah unggulan, atau pun di kelas unggulan. Siswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, biasanya dilihat dari nilainya dikelompokkan ke dalam satu sekolah atau kelas khusus.   Setting   adalah ketika siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan akademiknya untuk pelajaran-pelajaran tertentu. Misalnya siswa A kemampuan matematikanya tinggi namun kemampuan bahasa Inggrisnya rendah. Kalau kelas 1 adalah kelas untuk siswa yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi di pelajaran tertentu, sedangkan kelas 2, 3, dan seterusnya lebih rendah. ...
Image
The Chaotic  Uji Kompetensi Guru  : Measuring Teachers Competence? http://twbglobal.org/profiles/blogs/6503983:BlogPost:10024?xg_source=activity By : Dhitta Puti Sarasvati While teachers should actually be  evaluated more holistically, either by self-assessment, students’ feedback, and/or observations by peers, head teachers,  and supervisors, teachers in Indonesia are evaluated by a multiple-choice test, called  Uji Kompetensi Guru (UKG) . UKG is a test to evaluate teachers’ cognitive pedagogical and professional competence. The test is an online test, where teachers must answer multiple choice questions that are assumed to assess their knowledge on the content they are teaching and also on pedagogy. The UKG was held on the 30 th  – 31 st   July 2012. Before the UKG was held, teachers were panicking. A lot of teachers had never used the internet before. How were they supposed to take the test? They had no idea. Additionally, the...
Evaluasi Guru: Jalur UKG atau Sistem Pengawasan Sekolah? Oleh Dhitta Puti Sarasvati & Itje Chodidjah Tanggal 30 Juli 2012 guru seantero Indonesia disibukkan oleh hajatan besar Kemendikbud yaitu Uji Kompetensi Guru. Sebuah perhelatan evaluasi terhadap kompetensi para guru dalam bentuk test online. Pemerintah merasa memerlukan data untuk memetakan kompetensi guru sehingga bisa menjadi dasar dalam merancang bentuk program peningkatan kompetensi guru yang perlu dilakukan.  Hal tersebut mengisyaratkan bahwa selama ini tidak ada data mengenai kompetensi guru. Perihal tidak adanya data yang dapat digunakan untuk memetakkan kompetensi guru disampaikan oleh pernyataan Pak Nuh, Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia. Menurutnya,  “Dengan pemetaan melalui UKG  ini nantinya bisa terlihat kelemahan  [guru] selama ini. Bagaimana bisa meningkatkan kualitas kalau petanya saja tidak tahu?” ( http://www.kemdiknas.go.id , 28/07/2012). Diharapkan hasil UKG na...