Posts

Gernas Tastaka (1):Cerita Inisiasi Gerakan Nasional Berantas Buta Matematika (Gernas Tastaka)

Image
Sekitar minggu ketiga September 2018, saya dikontak oleh Pak Ahmad Rizali (Pak Nanang). Beliau mengajak untuk bikin gerakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika, baik di sekolah maupun di masyarakat. Gerakan ini berangkat dari kegelisahan Pak Nanang ini dituangkannya dalam tulisan  "Indonesia Darurat Matematika" yang dimuat di Kompas.Com  pada 24 September 2018. Saya telah mengenal Pak Nanang cukup lama. Pak Nanang merupakan pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan saya pernah jadi pengurusnya (2009 - 2016). Sebelumnya, saya sudah mengenal Pak Nanang lewat tulisan-tulisannya di mailing-list Center for Betterment of Indonesai (CFBE). Saya tahu, kalau Pak Nanang yang mengajak bikin gerakan, pasti tidak main-main, akan dikerjakan dengan sangat serius. Banyak yang tidak tahu, tapi Pak Nanang merupakan otak di belakang beberapa gerakan pendidikan di Indonesia, diantaranya  Gerakan Indonesia Mengajar (GIM), pengiriman guru untuk mengajar di perbatasan Indones...

Agen Schooling di Antara Pegiat-pegiat Pendidikan Alternatif.

Image
Foto bersama teman-teman pegiat dan anak-anak dari berbagai komunitas pendidikan alternatif ketika Pertemuan Nasional 2 Pendidikan Alternatif di Dusun Genting, Semarang (28 Oktober 2018) Sejak tahun 2002-an, saya sudah banyak berteman dengan teman-teman yang bergiat di pendidikan alternatif. Waktu masih mahasiswa, saya ikut berkunjung ke Qaryah Thayibah, Salatiga. Saya menginap di sana selama beberapa malam, mempelajari bagaimana anak-anak Qaryah Thayibah belajar. Beberapa waktu berikutnya saya diajak Kang Rahmat Jabaril (pendiri Komunitas Taboo, Bandung) untuk jadi co-fasilitator lokakarya pembuatan peta wilayah, di Sekolah Sururon, Garut (binaan teman-teman Sarikat Petani Pasundan). Selama masih berkuliah di Bandung, saya cukup sering ketemu dan sesekali berkegiatan bersama teman-teman Kalyanamandira (yang mengurus anak-anak di Rumah Tahanan di Jalan Jakarta, Bandung).   Kini pun saya masih sering ketemuan dengan teman-teman pegiat pendidikan lainnya seperti dari Sangga...

"Pesan dari Buritan" dan Sebuah Refleksi tentang Pendidikan Keindonesiaan di Sekolah.

Image
"Pesan Dari Buritan" adalah sebuah dokumenter pendek yang dibuat oleh sekelompok anak muda  anggota Tim Ekspedisi Maritim Timur Nusantara. Mereka melakukan ekspedisi untuk mempelajari jalur pelayaran pelaut-pelaut Buton. Saya menonton film tersebut pada Kamis, 20 September 2018 malam di Studio Kopi Sang Akar, Jakarta. Film "Pesan dari Buritan" pendek. Tidak sampai setengah jam. Gambar-gambar yang ada dalam film sangat cantik. Sekilas digambarkan 16 pulau (dari berbagai pulau lainnya) yang biasa dilalui oleh pelaut-pelaut Buton.  Mereka biasa berlayar menggunakan kapal-kapal yang ukurannya tidak terlalu besar, ada motor kecil, dan  layar yang membantu menangkap dan mengarahkan angin sehingga mempermudah para pelaut mencapai tujuan. Setelah menonton, kesan saya, "Wah ternyata filmnya pendek". Secara visual filmnya sangat indah. Namun,  setelah nonton pun pengetahuan saya tentang masyarakat Buton belum banyak bertambah. Untungnya setelah menonton film,...

Membaca "Tempat Terbaik di Dunia"

Image
Roanne Van Voorst adalah seorang antropolog berkebangsaan Belanda  yang karena ketertarikannya tentang 'banjir' memilih menetap selama setahun di sebuah kampung kumuh (yang kemudian akan disebut daerah Bantaran Kali) di Jakarta untuk penelitiannya.  Buku " Tempat Terbaik Dunia ", terbitan Penerbit Marjin Kiri,  adalah buku yang menggambarkan pengalamannya ketika  melakukan penelitian. Kata Roanne di bagian prolog: "Sebagai seorang peneliti, saya ingin tahu bagaimana rasanya tinggal di hunian yang setiap tahunnya beberapa kali dilanda banjir. Masih sedikit pengetahuan yang tersedia soal ini. Penelitian terbaru mengenai banjir lebih banyak mengarah ke aspek  biologi dan teknik pengeloaan banjir: ketinggian curah hujan yang jatih d suatu wilayah per tahun, misalnya, atau masalah tersumbatnya pintu air da cara untuk menyalurkan air. Semua itu sangat menarik dan penting, tentunya. Hanya saja, dalam berbagai penelitian tersebut saya tidak menemukan cerita ...

Sekilas mengenai Rencana Kegiatan di Mata Kuliah "Mathematics Curriculum & Assessment"

Image
" Mathematics Curriculum & Assessment " adalah salah satu mata kuliah yang saya ampu semester ini. Pesertanya adalah mahasiswa (calon guru) tingkat tiga. Di hari pertama, kegiatannya sederhana. Saya menjelaskan tujuan mata kuliah, rencana pembelajaran sepanjang semester, bentuk assessment  yang akan digunakan, bacaan yang perlu dibaca. Untuk mata kuliah ini calon-calon guru di kelas saya akan melakukan beberapa hal. Saya akan ceritakan sebagian di sini. Dua pertemuan pertama mahasiswa akan mendiskusikan apa itu assessment , prinsip-prinsip dasarnya, dan tujuan-tujuan assessment  di dalam kelas. Di pertemuan ketiga, mereka akan membuat esai mengenai apa itu assessment dan kenapa assessment penting. Untuk bisa menulis esai yang baik, mereka perlu banyak membaca teori terkait sekaligus merefleksikan bagaimana teori-teori tersebut akan berguna ketika mereka menjadi seorang guru. Saya juga akan mengajak calon guru membaca tentang  Alternate Strategies for Assessing S...

Cerita Persiapan Lokakarya untuk Guru di SMKN 11

Image
Saya masih berada di Biaro, menjenguk Ibu Mertua saat libur lebaran ketika saya memperoleh telepon dari Pak Bagiono. Pak Bagiono, adalah salah satu orang yang sangat saya hormati.  Dulu sempat jadi pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI), Atase Pendidikan Kebudayaan Indonesia di Prancis, dan termasuk salah satu orang yang ikut mengembangkan banyak Sekolah Menengah Kejuran (SMK) di Indonesia. Waktu saya baru ke Indonesia setelah studi S2, Pak Bagionolah yang menawarkan saya untuk mengajar bahasa Inggris di sebuah Akademi Farmasi di daerah Fatmawati. Meski suka mengajar dan bisa berbahasa Inggris, saya tidak tahu caranya mengajar bahasa Inggris, apalagi untuk calon apoteker. Saat itu saya lebih nyaman mengajar Fisika atau Matematika.  Pak Bagiono memberikan saya tips-tips untuk mengajak mahasiswa mengenal kalimat-kalimat yang umum digunakan dalam berkomunikasi (secara lisan) dan melakukan banyak dialog di dalam kelas. Saya pun menjalankan tipsnya, dan lumayan  berhasil. Di usia...

Refleksi Menjadi Relawan di "Sanggar Belajar Sejahtera"

Image
Sudah lebih dari satu tahun yang lalu saya memilih untuk bergabung dengan Sangar Belajar Sejahtera sebagai  relawan pengajar matematika. Siswa-siswa Sanggar adalah anak-anak SD yang tinggal di daerah PertanianUtara, Klender. Saya memilih berkegiatan di Sanggar Belajar Sejahtera karena kegiatannya malam hari (dan di hari kerja). Saya bekerja dari pagi sampai sore, dan Sabtu-Minggu suka banyak acara, baik acara keluarga maupun kegiatan lainnya. Satu-satunya pilihan untuk berkegiatan adalah di malam hari. Saya ingat, kira-kirasetahun lalu, calon relawan-relawan baru (termasuk saya) yang mendaftar melalui website Indorelawan diundang ke sebuah pos RW   untuk di- briefing  oleh kakak relawan yang sudah lebih lama berkegiatan. Calon relawan baru dijelaskan  tentang sejarah Sanggar dan juga kegiatan di sanggar. Calon relawan pun disuguhi lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak dari Sanggar. Saya lupa berapa calon relawan yang ada di kegiatan briefieng tersebut. Kal...