Posts

Pak Daoed Joesoef di Mata Saya

Image
Pak Daoed Joesoef di Mata Saya Oleh: Dhitta Puti Sarasvati Senin, 8 Agustus 2016, Pak Daoed Joesoed berulang tahun yang ke-90. Meskipun usianya tak lagi muda, beliau masih aktif menulis berbagai artikel, makalah, buku, dan mengerjakan berbagai kerja intelektual lainnya.  Beliau pernah bercerita pada saya, bahwa setiap hari beliau punya waktu-waktu tertentu yang tidak bisa diganggu gugat, kecuali kalau benar-benar penting. Waktu tersebut adalah waktu untuk membaca dan menulis. Hal ini beliau lakukan setiap hari. Sungguh, saya ingin memiliki kedisiplinan seperti itu. Terkait salah satu buku Pak Daoed Joesoef, saya punya cerita. Seorang murid saya yang sempat bercerita bahwa orang tuanya tidak berpendidikan tinggi. Namun, di mata saya murid saya itu sangat cerdas, pemikirannya sistematis, dan karakternya baik. Saya ceritakan padanya mengenai buku  Emak , salah satu karya Pak Daoed Joesoef yang paling saya suka. Di sana Pak Daoed Joesoef bercerita tentang Emakny...

Menonton "Lewat Djam Malam"

Image
Semalam, saya nonton "Lewat Djam Malam" di Kineforum . Film idi ditulis oleh Asrul Sani dan disutradarai oleh Usmar Ismail pada tahun 1954. Tahun 2011-2012, film ini direstorasi kembali. Meskipun filmnya hitam-putih, film ini indah banget Cuplikannya bisa di lihat di sini : https://www.youtube.com/watch?v=xbol0aGnfJE . Film ini menceritakan tentang Iskandar, mantan tentara, yang galau ketika harus kembali ke masyarakat setelah masa revolusi usai. Beliau senantiasa bertanya-tanya, "benarkah apa yang ia lakukan selama revolusi?" "Apakah orang-orang yang dia bunuh, karena disangka mata-mata Belanda benarlah orang-orang yang bersalah?" Dalam kepalanya, selalu terngiang-ngiang, teriakan seorang ibu. Ibu tersebut rakyat biasa, membawa anak-anak. Dia membunuhnya, atas perintah atasannya, Gunawan. Gunawanlah yang memerintahkannya untuk membunuh mereka. Setelah revolusi, Gunawan hidup tenang, punya perusahaan, dan hidup dari rampasan harta yang ...

Menonton Kompilasi Film "Kembang 6 Rupa"

Image
"Kembang 6 Rupa" adalah film kolaborasi dokumenter yang mengajak 6 pembuat film untuk berkolaborasi dengan 6 remaja perempuan di 6 komunitas mengenai isu yang dianggap penting dan genting oleh remaja-remaja di lingkungan masing-masing.  Kembang 6 Rupa bercerita tentang tantangan-tantangan yang dihadapi anak-anak perempuan di masa transisi, merekam tentang hak dan kewajiban baru yang menunggu mereka di depan mata. ( http://www.kampunghalaman.org/berita?id=939 )  Semalam, saya pergi ke Kineforum, Taman Ismail Marzuki (TIM)  untuk menonton kompilasi film "Kembang 6 Rupa ". Film tersebut   diproduksi oleh Yayasan Kampung Halaman, yakni  sebuah yayasan yang bertujuan untuk  ' memfasilitasi remaja dan anak muda berusia 13-25, dengan keterampilan, kreativitas dan penguasaan media (video,musik,teks,foto) untuk memunculkan suara dansikap tentang isu-isu yang mereka dan komunitasnya anggap penting' ( http://www.kampunghalaman.org/about ). "Kembang 6 Rupa...

(Sempat) Malu

Image
Source: http://studiodiy.com/2015/12/08/diy-emoji-gift-wrap/?crlt.pid=camp.dqP9kEFfOxaU Pada suatu kesempatan saya duduk sebangku dengan dua orang yang tidak saya kenal sebelumnya. Kami sama-sama menunggu sesuatu. Daripada bosan diam-diaman, akhirnya, kami saling berkenalan. Di sebelah saya duduk seorang perempuan yang masih terlihat imut-imut. Ternyata dia adalah seorang siswa kelas XI SMA. Dari hasil obrolan kami, saya mengetahui bahwa dia bercita-cita bisa melanjutkan studi di bidang Bioteknologi. Di sebelah perempuan tersebut ada seorang laki-laki. Dia adalah seorang fresh graduate  Teknik Sipil dari sebuah Universitas swasta di Bandung. Beliau bercerita bahwa beliau ingin melanjutkan studi di Belanda, fokus di bidang yang sama. Mereka sempat menanyakan apa kesibukan saya. Kata laki-laki fresh graduate, " Apakah masih mahasiswa atau sudah bekerja?" Dengan bangganya saya menyatakan bahwa saya mengajar calon guru di perguruan tinggi.. Perempuan yang masih SMA b...

Bukan Guru Sekolah, Tapi Engkau Tetap Guruku

Beberapa hari yang lalu, seorang teman, Mimit namanya, mengirimkan saya pesan. Katanya, Bang Adrian sakit gagal ginjal dan dirawat di Rumah Sakit. Saat mendengar kabarnya, saya tidak langsung menanggapi karena masih sibuk dengan berbagai urusan Idul Fitri. Ternyata, tadi (atau kemarin yah?), saya mendengar kabar bahwa beliau meninggal dunia. Rasanya seperti tak percaya. Tapi benar, beliau telah berpulang. Bagi yang belum tahu, Bang Adrian adalah guru saya di Bimbingan Tes Alumni (BTA) 70. Beliau juga merupakan pembina salah satu ekskul yang saya ikuti, yakni Seksi Karya Ilmiah Remaja (SKIR). Saya tidak pernah menyangka saya akan merasa sangat kehilangan sosok beliau. Beliau bukan guru sekolah. Beliau adalah guru sebuah bimbingan tes. Bimbingan Tes adalah sebuah lembaga yang senantiasa dikritisi oleh berbagai praktisi dan pengamat pendidikan baik karena sifatnya yang komersial maupun karena orientasinya sekadar mempersiapkan siswa untuk tes. Meskipun saya ad...

WikiEdu Indonesia akan Launching!

Image
Sabtu ini, saya bersama sejumlah teman-teman akan launching sebuah portal online baru. Namanya WikiEdu Indonesia. Sampai saat ini, sudah nyaris 100 orang mendaftar untuk mengikuti launching WikiEdu Indonesia. Perasaan saya? Degdegan juga. Rasanya tidak percaya bahwa kami akan segera launching.    Fiuh... WikiEdu Indonesia adalah sebuah portal media informasi online mengenai istilah-istilah pendidikan dalam bahasa Indonesia yang sederhana dan mudah dimengeti. Siapa yang mengisi portal tersebut? Yah keroyokan, layaknya sebuah Wiki. Diisi bersama untuk bersama. (FB Group-nya :  https://www.facebook.com/WikiEdu-Indonesia-221715288218893/?pnref=story ) Bagaimana sih munculnya gagasan WikiEdu Indonesia. Saya kasih tahu yah. Idenya datang dari seorang Ibu-ibu. Sebut saja namanya Ibu Provokator. Si Ibu Provokator tiba mengirimkan WA pada sejumlah pegiat pendidikan mengenai idenya membuat sebuah Wiki.  Siapa tahu ada yang mau bantu mewjudkannya.  Saya p...

Pesan di Akhir Semester

Image
Tadi siang, saya menutup kelas Calculus for Business & Social Science s untuk semester ini dengan beberapa pesan. Salah satunya, konten yang dipelajari semester ini bisa saja diaplikasikan di kemudian hari namun bisa juga tidak. Selalu begitu bukan? Apa yang kita pelajari tidak selalu ada aplikasi praktisnya? Saya juga mengapresiasi usaha mahasiswa untuk belajar semester ini. Mereka telah belajar banyak hal baru, bahkan yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya. Itu salah satu hal penting. Mereka punya kapasitas untuk belajar.  Belajar matematika, seperti halnya belajar hal-hal lain, bisa meyadarkan kita bahwa selalu ada kemungkinan kita bisa melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah kita duga. Saya mencontohkan orang yang pernah ikut paduan suara. Ia akan menyadari meskipun suaranya tidak bagus-bagus amat awalnya, namun dengan terus latihan, suaranya akan lebih bulat. Orang yang belajar berolahraga, misalnya, tadinya tidak lentur atau tidak bisa melakuk...