Posts

Realita Terkadang membuat kita lupa akan cinta Ia menggerus cinta dan mengubah hati menjadi batu Cinta satu-satunya Roh bagi kehidupan roh bagi jiwa Aku selalu ingin ikut melukiskan sejarah Aku selalu ingin ikut bermain-main, menjadi saksi dan pelukis peradaban Dan hanya cinta yang sanggup menjadi energi saya Terimakasih untuk mengingatkanku untuk tetap mencinta. To my dearest Daisy Orlana :)

Kesempurnaan

Bukan kesempurnaan yang saya cari. Tak akan pernah bisa hidup ini sempurna dalam segala aspek. Bukan hidup namanya. Setiap orang punya bolong, setiap orang punya luka, tapi berbahagia terhadap hidup apa adanya. Cukup itu saja.

Metode Perkalian Yang Biasa Digunakan oleh Murid-muridku di UK

Image

Mencongak

Saya termasuk orang yang tidak setuju apabila seorang anak diminta ntuk menghafalkan tabel perkalian tanpa meminta mereka memahami konsep perkalian terlebih dahulu. Tetapi ini bukan berarti bahwa saya menganggap kemampuan menghafal (atau tepatnya mengingat) tidak ada manfaatnya. Saat seorang ingat bahwa 4 x 2 adalah 8 dan 10 x 2 adalah 20, kemungkinan ia akan lebih cepat ketika diminta menghitung 14 x 2. Saat pertama kali belajar mengenai perkalian, ada baiknya anak belajar secara menggunakan benda-benda yang konkrit. Zaman saya SD dulu, guru biasa menggunakan kumpulan lidi untuk mengenalkan perkalian. Kita tentunya boleh menggunakan benda apa saja yang ada di sekitar kita (seperti daun, kerang, batu, permen, dan lain-lain) untuk mengenalkan mengenai perkalian. Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan saat mengajarkan perkalian 1) Kenalkan pada anak bahwa perkalian adalah penjumlahan yang berulang. Misalya kalau kita gunakan kerang yang saya lambangkan dengan "@", ajak anak m...

Kisahku Bersama Lagu "Negeri di Awan"

Tulisan Bu Nina tentang 3 Cinta di "Sang Pemimpi" mengingatkan saya akan lagu 'Bisa Lebih Bahagia' oleh Nugie http://www.youtube.com/watch?v=MmweNfbQMik Liriknya begini : Kita mungkin bisa lebih bahagia, Bila yang dirasa hanya cinta Kita mungkin bisa lebih bahagia, Bila di dunia beda tak nyata Hidup di setiap hati tampak murni, Tanpa benci Mungkinkah dalam sehari, Dunia mau bersaksi Bahwa cinta kan membawa damai Sehingga semesta raya Lantang membuka suara Hiduplah manusia dalam cinta cinta Semoga guru-guru Indonesia bisa menjadi guru yang dipenuhi cinta. Ngobrol-ngobrol tentang lagu, salah satu kenangan saya sewaktu saya masih SMU adalah belajar bahasa Indonesia menggunakan lagu. Guru bahasa Indonesia saya, Bu Lis, selalu menyiapkan pelajaran dengan sangat baik. Ia menyulap surat pembaca, artikel opini, dan iklan di koran menjadi media pembelajaran di kelas. Tapi salah satu kelas yang paling berkesan bagi saya adalah sewaktu ia mengajarkan mengenai "majas". ...

[Reposting dari fb] Obrolan di Akhir Pekan

Seminggu yang lalu, saya mengunjungi semacam sebuah bazar, tapi di sana banyak stand organisasi2x macam-macam. Kebanyakan organisasi lingkungan. Tapi saya lama terhenti di sebuah stan. Yakni stan Amnesty International (www.amnesty.org). Well, saya lama berhenti di stan itu bukan karena saya tertarik bergabung. Tapi gara2x sebuah obrolan dengan penjaga stan. Gara2x obrolan itu saya lama berbincang-bincang dengan penjaga stan. Seperti biasa, penjaga stan menyapa saya,"Hi" "Hi" sapaku sambil tersenyum "Have you ever heard about the amnesty?" tanyanya, mencoba membuatku tertarik. "Yes, I know JK Rowlings have worked there before." "Who?" "JK Rowlings, the one who wrote Harry Potter," kataku sambil mengingat-ingat bener gak yah. Hehe "Realy? I didn't know that. I knew she funded the Amnesty a lot, but I never know she worked here" "Yes, working in the amnesty was one of the things that inspired her to write Harry...

Review Film: Not One Less

Image
Bagi saya, film " Not One Less " adalah sebuah film yang cantik. Filmnya mengenai seorang guru pengganti di sebuah daerah rural di Cina. Ini bukan film tak mengambbarkan heroisme yang berlebihan dan ideal (seperti beberapa film-film holywood yang pernah saya tonton, tetapi lebih bersifat realistik, mengenai kondisi sekolah-sekolah di daerah terpencil. Yang tentunya mengingatkan saya akan kondisi di Indonesia. Sinopsis Guru yang asli di sekolah ini bernama Pak Guru Gao. Satu sekolah hanya ada satu guru. Hmm.. mengingatkan saya atas beberapa kondisi sekolah di tanah air. Karena ada keperluan yang sangat mendesak, ibu dari Pak Guru Gao sedang sekarat. Tak ada pilihan lain ia harus meninggalkan sekolah selama 21 hari untuk mengurusi ibunya. Mayor dari desa tersebut (mungkin semacam kepala desa) telah mencarikan seorang guru pengganti dari desa sebelah. Namanya Ibu Guru Wei Minzhi. Ibu Guru Wei Minzhi bukanlah seorang guru profesional. Jangankan menjadi guru profesional, lulus SM...