Posts

Bertemu Tibetian Monks

Image
Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi perpustakaan pusat Bristol. Menurut teman saya ada beberapa Tibetian Monks dari Tashi Lumpo Monestry yang sedang membuat lukisan dengan pasir . Saya sangat tertarik ingin mengetahui teknik pembuatan lukisannya. Pasir berwarna diletakkan ke dalam sebuah corong logam lalu di samping corong ada bagian bergerigi. Bagian ini digesek-gesekan dengan sebuah alat, sehingga pasir keluar secara perlahan. Wow mengerjakan lukisan tersebut benar-benar membutuhkan kesabaran. Para Tibetian Monks dari Tashi Lumpo Monestery ini juga berjualan berbagai barang seperti gelang, kartu pos, hiasan dinding, karena mereka sedang mengumpulkan dana untuk pembebasan Panchen Lama yang bernama Gedhun Choekyi Niyam , salah satu tahanan politik paling muda di dunia . Saat saya sedang melihat-lihat barabf-barang yang dijual oleh para monks, saya terpana pada sebuah hiasan dinding berwarna jingga. Tulisannya begini: THE PARADOX OF OUR AGE We have bigger houses but smaller famil...

Guru-guru yang istimewa: Mereka yang memiliki kekuatan dari dalam

Seorang rekan guru, yang juga seorang trainer baru kembali dari sebuah daerah yang pernah (atau masih?) mengalami konflik di Indonesia. Di sana ia meminta para guru-guru menceritakan pengalaman pertama mereka mengajar. Dan ini adalah salah satu kisah mengenai seorang guru yang punya kisah luar biasa. (Saya akan gunakan nama samaran untuk menggantikan nama aslinya) Tiba giliran seorang ibu guru bernama Ibu ABC. Beliau ternyata telah mengajar lebih dari 25 tahun! Wah, hebaaattt...Ibu ABC bercerita bahwa ketika beliau mulai mengajar adalah di suatu desa (saya lupa namanya) yang menjadi awal peperangan Pihak X dengan Pihak Y. Beliau bercerita, ketika itu baik X maupun pasukan Y tidak pandang bulu. Mereka menyerang, masuk ke sekolah2 ketika anak2 sedang belajar, bahkan ada yang menghadapi ujian seperti sekolah ABC saat itu. Dengan berapi-api Ibu ABC menceritakan bagaimana ia melawan X yang masuk dengan paksa dan berusaha menyelamatkan anak2 dengan membawa mereka keluar dari sekolah mengung...

Guru: Meninggalkan kesan yang mendalam meski dengan cara yang sederhana

It was Miss Emily herself who taught us about the different counties of England. She'd pin up a big map over the blackboard, and next to it, set up an easel. And if she was talking about, say, Oxfordshire, she'd place on the easel a large calender with photos of the county. She had quite a collection of these picture calenders, and we got through most of the counties this way. She'd tap a spot on the map with her pointer, turn to the easel and reveal another picture. There'd be little villages with streams going through them, white monuments on hillsides, old churches beside fields; if she was telling us about a coastal place, there'd be beaches crouded with people, cliffs with seagulls. I suppose she wanted us to have a grasp of what was out there surrounding us, and it's amazing, even now, after all these miles I've covered as a carer, the extent to which my idea of the various counties is still set by these pictures Miss Emily put uo on her easel. I...

Pertama kali

Petama kali merasa Perasaan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya Tanpa ambisi Tenang, tenang sekali Bismillah

sharing tulisan yang berkesan

Saya hari ini membaca buku yang bagus sekali (menurut saya), judulnya Voices in a Seashell: Education Culture and Identity Ada satu potongan yang sangat berkesan di hati saya, menyangkut pentingnya identitas kultural yang mengingatkan saya akan salah satu falsafah pendidikan di INS Kayu Tanam, Sumatra Barat : Jadilah engkau jadi engkau. Sekolah mengasah kecerdasan akal budi murid, bukan membentuk manusia lain. (http://iti-ins.com/moduls.php?op=sis_article&category_id=255&article_id=96)) Saya ingin berbagi potongan tulisan yang berkesan bagi saya. Tulisan ini dibuat oleh Sir Geffrey A. Henry, Perdana Menteri Cook Island. Semoga bermanfaat. :) --- Education is in fact, just one component of the culture of the community. That education should be "for culture" is like saying a fish's tail is "for the fish", the horse's hoof is for the horse. Surely each serves a purpose. .... I assure you that we are not suggesting that our schools abandon western educa...

Kontroversi

Saya salut pada semua teman-teman yang terlibat film cin(T)a, karena berani mengangkat sebuah isu yang kontroversial. Menurut Samaria, itulah beruntungnya percaya pada yang Maha Kuasa. "There is nothing to loose." Kalau memang jalan terbaik, ya segalanya akan dimudahkan, kalau bukan, ya ya sudah artinya it is not meant to be. Menonton film cin(T)a saya merasa menjadi lebih kuat dan lebih berani. Selama ini tak banyak yang tahu bahwa sejak tahun 2007 saya diliputi kegelisahan akut karena selama 2007-2008 saya mengadvokasi korban UN. Dan saya melihat ketidakadilan yang begitu sulit saya ungkapkan terkadang. Bahkan ketika bercerita dengan sahabat-sahabat terdekat saya hanya bisa menangis, sehingga kadang mereka tak tahu cerita selengkapnya. Yang tahu bagaimana perasaan saya terutama hanya Mbak Anug, dan Angga yang benar-benar ikut proses advokasi bersama saya. Dan juga Pak Dan, teman konsultasi saya sepanjang tahun. Kami marah, nangis begantian, dengan perasaan tercabik-cabik. S...

cin(T)a

Saya baru menonton premiere cin(T)a di London. Film ini masih belum diputar di Indonesia, karena masih dalam proses sensorship, maklum isunya cukup sensitif, tentang hubungan beda agama, ras, suku, dan juga kelas. Kamis malam saya tiba di London, teman saya tempat saya biasa menebeng sedang di luar kota sehingga saya memutuskan untuk menginap di wisma merdeka, tempat menginapnya guru rajut saya, sekaligus penghuni DU65 tempat saya biasa nebeng dulu selama di Bandung, Mbak Danti. Saya sampai London jam 11 malam, belum booking tempat di wisma, saya berharap-harap saya diizinkan masuk. Ya nomor 44! Ini rumahnya, saya ketuk-ketuk dan saya kaget. Pintu dibukakan oleh wajah yang saya kenal melalui trailer film cin(T)a, sang pemeran utama Sunny Soon. "Mau mencari siapa ya?" katanya dengan suara halus. "Ingin menanyakan ada tempat untuk menginap tidak malam ini di sini." Jawab saya. Untuk pengelola wisma, berbaik hati mengizinkan saya tinggal di sana, asal penghuni yang lai...